4 Cara Motivasi Menulis

rakyat id

 

Sumber gambar : Shake

Menulis itu mudah tetapi untuk konsisten melakukannya atau menjadi lebih andal, itu perkara lain.

Butuh perjuangan. Karena setiap jalan pasti memiliki kerikil tajam masing-masing.

Salah satu kerikil itu mungkin demotivasi. Perasaan rendah diri, kebingungan akan terus melangkah dan melanjutkan perjuangan atau mengibarkan bendera putih karena berbagai keadaan yang tidak mengenakan.

Terkadang seni dari hidup adalah ketidakpastian. Kita tidak tahu apakah kita akan menuai apa yang telah kita tanam atau tanaman kita mati sebelum berbuah.

Oleh karena itu, penulis harus punya sumber motivasi yang tepat, sesuatu yang mampu menggerakan kita untuk terus melangkah maju, walau hanya dengan langkah-langkah kecil.

Banyak orang banyak ragamnya. Tetapi menurut saya, berikut adalah beberapa cara untuk membangkitkan motivasi menulis yang mulai padam:

1. Bebaskan Diri Anda

Beberapa penulis memulai semuanya dari kesenangan. Tetapi terkadang mereka lupa garis start yang telah mereka lewati.

Setelah memiliki lebih banyak pembaca, biasanya ada penulis yang bagai menghela tali jala ketika melakukannya.

Mereka mulai terlalu banyak berpikir tentang apa yang akan dikatakan atau dipikirkan pembacanya. Tidak ada lagi kesenangan dalam menulis.

Bebaskan diri Anda. Tetaplah jadi diri sendiri. Menulislah karena Anda gembira ketika melakukannya. Lupakan pembaca untuk sesaat.

Karena kesenangan merupakan motivasi terbesar bagi penulis. Kalau Anda tidak lagi menikmatinya, apalah arti dari semua ini.

“Cintai apa yang Anda lakukan dan lakukan apa yang Anda cintai. Jangan dengarkan perkataan orang lain yang melarang Anda. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan, apa yang Anda cintai. Imajinasi haruslah menjadi pusat hidupmu”Ray Bradbury

2. Temukan Habitat yang Tepat

Selama berpetualang di dunia blog, saya pernah menjumpai beberapa bloger membentuk grup-grup menulis kecil. Mereka membuat tantangan menulis yang harus dikerjakan masing-masing orang.

Ke bukit sama mandaki, ke lurah sama menurun. Begitulah peribahasa yang menggambarkan mereka.

Melakukan pekerjaan yang sama bersama-sama merupakan motivasi tersendiri. Ketika Anda melihat orang lain mampu melakukannya, maka Anda menjadi bersemangat untuk melakukannya pula.

Anda tidak akan pernah merasa berjuang sendirian. Teman-Teman Anda berjalan disamping Anda dan siap menolong Anda kapanpun Anda terjatuh.

Selain bisa mendapatkan saran dan kritik dari anggota lainnya, mengerjakan tantangan menulis bisa menjadi menu utama latihan kreativitas Anda. Nah, temukan teman-teman seperjuangan dan buatlah grup menulis Anda sendiri!

3. Temukan Renjanamu

Lain dulang lain kaki, lain orang lain hati. Oleh karena itu, tanyakan kepada diri sendiri, topik apa yang paling Anda gemari, sesuatu yang terus membuat Anda penasaran dan tidak pernah bosan untuk menuliskannya.

Kendati membutuhkan proses panjang karena Anda harus mulai mencoba menulis berbagai macam topik, tetapi ketika Anda sudah menemukan sesuatu atau topik yang menjadi renjana Anda, Anda akan merasa antusias untuk mempelajarinya dan produktif menelurkan karya.

Tidak ada yang menodongkan pistol kepada Anda untuk menulis topik-topik di mana Anda tidak banyak mengetahui tentangnya atau tidak senang terhadapnya. Anda bebas memilih topik spesialisasi Anda.

“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.” – J.K. Rowling

4. Belajar Lebih Banyak Lagi Tentang Ilmu Kepenulisan

Pada dasarnya, manusia suka perkembangan. Anda akan lebih termotivasi untuk menulis jika Anda merasa kemampuan menulis Anda berkembang dari hari ke hari.

Untuk mendapatkan hal tersebut, tidak ada jalan lain selain terus belajar mengenai dunia kepenulisan dari tulisan penulis lain, buku, seminar, atau sumber-sumber ilmu lainnya, kemudian secara disiplin mempraktikan dan terus menggunakan ilmu tersebut dalam proses penulisan.

Dan Anda akan semakin bersemangat dalam menulis. Bahkan mungkin Anda tidak akan berhenti menulis karena ingin mencoba berbagai resep baru dalam pengaplikasian ilmu-ilmu yang baru Anda peroleh.

“Penulis yang baik, karena ia menjadi pembaca yang baik.” Hernowo

Sekarang Anda tahu cara membangkitkan motivasi menulis. Lakukanlah dan selamat bersenang-senang. Mari, kita menyelam lebih dalam dan menemukan mutiara-mutiara di dalam lautan kepenulisan!

Penulis : Cak Shiq4/rid

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *