Blogwalking 2018, Apakah Masih Penting ?

 

sumber gambar: diraindi.com

Salah satu teknik mendasar dalam mengelola blog adalah blogwalking.

Blogwalking bisa sangat berguna bagi bloger baru untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan diri ke bloger lainnya. Jika dilakukan dengan benar, maka blogwalking bisa menjadi faktor penting dalam peningkatan statistik blog secara keseluruhan.

Bagi Anda yang belum familier dengan blogwalking, berikut adalah pengertian blogwalking yang saya definisikan beberapa tahun lalu:

“Blogwalking adalah jalan-jalan ke blog lain dan meninggalkan komentar, saran, dan kritik yang membangun. Kadang kala ada juga komentar yang hanya bertujuan menyapa pemilik blog. Kemudian, diharapkan pemilik blog yang dikomentari melakukan kunjungan balik melalui pranala yang ditinggalkan pada identitas komentar.”

Pertanyaannya adalah apakah blogwalking masih bekerja dengan baik di masa sekarang? Akankah itu akan memberi hasil seperti yang diharapkan? atau apakah blogwalking hanya buang-buang waktu saja dan sudah ketinggalan zaman?

Di postingan ini saya ingin mengupas beberapa sisi mengenai praktik-praktik blogwalking di masa sekarang dan apakah teknik ini masih berguna di tahun 2018!

Blogwalking Di Masa Lalu

Kembali ke tahun 2009-2010, periode yang dikatakan masa keemasan bloger Indonesia, praktik blogwalking hampir dilakukan oleh semua bloger tanpa terkecuali.

Sepertinya menjadi aturan abstrak di kalangan bloger untuk berkunjung balik ke blog orang-orang yang meninggalkan komentar sekalipun tidak terlalu akrab sehingga blogwalking bisa berdampak cukup signifikan terhadap trafik blog.

Blogwalking sangatlah populer. Bahkan mungkin tingkat popularitas blog bisa diukur dari jumlah komentar yang didapat di setiap postingan. Akibatnya, lingkaran pergaulan bloger bisa sangat luas karena rutin blogwalking.

Di masa itu, tak peduli bloger amatir atau profesional, bisa saling berkenalan via blogwalking saja.

Namun seiring berjalannya waktu, praktik blogwalking mulai ditinggalkan. Tidak hanya memerlukan waktu yang banyak, namun blogwalking cenderung kurang bisa memberi hasil nyata bagi perkembangan blog di masa sekarang.

Tujuan Sebenarnya dari Blogwalking

Kalau Anda berharap mampu meningkatkan jumlah pengunjung dengan cepat via blogwalking, maka Anda harus bersiap-siap menuai kekecewaan.

Berbeda di masa lalu di mana orang-orang cenderung melakukan klik di bagian nama-nama komentator, di masa sekarang hal tersebut sangat jarang terjadi. Bahkan jika Anda meninggalkan komentar di begitu banyak blog sekalipun, mungkin hanya satu dua orang saja yang berkunjung balik ke blog Anda.

Itulah mengapa blogwalking sudah tidak menarik dilakukan. Terutama bagi bloger profesional yang berorientasi pada uang.

Namun bagi bloger amatir, karena orientasinya bukan jumlah pengunjung dan uang, blogwalking masih cukup populer dan terus dilakukan.

Tujuannya adalah menjalin pertemanan. Bagaimana pun juga, bagi sebagian bloger amatir, kegiatan ngeblog lebih asyik jika dilakukan bersama-sama. Melalui blogwalking, sesama bloger amatir bertumbuh bersama dan berusaha saling mengenal melalui tulisan dan komentar.

Itulah mengapa tradisi blogwalking tetap dipertahankan di kalangan bloger amatir.

Tren Blogwalking di Tahun 2018

Bloger profesional mungkin tidak terlalu bergairah dan bagai kambing dibawa ke air jika berhubungan dengan tradisi blogwalking. Anda bisa berkomentar di blog mereka dan berapa banyak pun Anda meninggalkan komentar, tidak banyak yang akan berkunjung balik dan meninggalkan komentar di blog Anda.

Kehidupan bloger profesional jauh lebih keras. Mereka berusaha menyajikan konten-konten terbaik dan berfokus ke SEO untuk memperoleh komentar dan kunjungan.

Namun hal sebaliknya terjadi di kalangan bloger amatir. Karena rata-rata tujuannya hanya bersenang-senang dan menulis ala kadarnya, juga tidak terlalu berfokus pada jumlah kunjungan dan SEO, blogwalking merupakan senjata utama untuk memperoleh tanggapan dan pembaca.

Blogwalking akan tetap ada dan terus menjadi tren di kalangan bloger amatir. Mereka saling mengenal, bertumbuh bersama, saling berkomentar, dan menjalin hubungan yang lebih intim melalui kotak komentar.

Jadi, jika Anda mempraktikan blogwalking di kalangan bloger amatir, mungkin hasilnya bisa sesuai harapan. Setidaknya saya kehilangan lebih dari 100-150 pengunjung harian di akhir Desember 2017 ketika berhenti blogwalking karena kesibukan.

Blogwalking dengan Benar

Meski terlihat sederhana dan mudah, namun berkomentar di blog lain butuh ketrampilan tersendiri sebagaimana Anda berhubungan dengan orang lain di dunia nyata. Jika Anda salah melakukannya,
ikan belum dapat, airnya sudah keruh. Bahkan bisa merusak reputasi blog yang Anda bangun selama ini.

Berikut adalah tiga postingan yang bisa membantu Anda melakukannya:

Lakukan dengan benar dan hati-hati; mungkin Anda akan mendapatkan kejutan di akhir tahun dengan jumlah komentar yang Anda panen di akhir tahun, jumlah pranala balik dari teman-teman ngeblog Anda, dan mungkin beberapa orang yang menyatakan diri sebagai fan blog Anda atau pembaca setia.

Blogwalking mungkin teknik murahan yang sudah tidak lagi populer, namun saya sendiri terus melakukannya karena terbukti memberi hasil nyata selama 3 tahun terakhir.

Jadi, tidak ada salahnya untuk terus mempertahankannya atau mencobanya di tahun 2018 ini.

Terima kasih sudah membaca dan semoga hari Anda menyenangkan.

Penulis : Cak Shiq4 /rid

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *