Create Bisnis Plant

 

Selamat karena telah memutuskan menjadi entrepeneur online! Anda punya ide brilian dan tidak sabar agar produk atau layanan Anda menjadi tersedia di internet. Tetapi, ada banyak langkah yang harus dilakukan sebelum membuka bisnis e-commerce Anda.

Lagipula, Anda tidak bisa langsung terjun ke bisnis tanpa tahu apa yang sedang Anda lakukan. Itu mungkin bisa menjadi resep kegagalan.

Syukurlah, kami akan membantu Anda melakukannya! Kami akan memberi tahu Anda tentang apa, mengapa, dan bagaimana memulai bisnis e-commerce. Kami akan membantu Anda memikirkan setiap aspek dalam membangun bisnis Anda.

Bagaimana pun juga, ribuan bisnis gagal setiap tahun, dan alasan utama dibalik kegagalan mereka adalah kurangnya persiapan. Berikut adalah yang perlu Anda ketahui.

Riset Tentang Kompetisinya

 

Mulai dengan meriset e-commerce lain di luar sana yang serupa dengan milik Anda. Memastikan Anda memiliki produk atau layanan yang “marketable” merupakan langkah awal membangun bisnis online yang sukses. Perhatikan pesaing utama Anda: Strategi pemasaran apa yang mereka gunakan? Apa saja media sosial yang telah mereka gunakan? Berapa penjualan tahunan mereka?

Cari cara untuk membedakan diri Anda. Akankan Anda menawarkan produk yang lebih baik? Akankah produk atau layanan Anda lebih murah? Akankah produk atau layanan Anda menjadi unik dalam beberapa hal?

Pertama dan yang paling penting, Anda perlu untuk mengetahui apa yang akan membuat bisnis Anda sukses. Anda perlu insting tentang bagaimana Anda terlihat menonjol dibanding para kompetitor. Jika Anda tidak bisa membuat bisnis Anda menonjol, mengapa customer mau membeli dari Anda?

Bagaimana Anda Menemukan Niche yang Bagus?

Ada berbagai cara untuk menemukan niche terbaik bagi bisnis Anda. Jelajahi situs web e-commerce dan pelajari apa yang ada di luar sana. Cobalah memahami apa yang bekerja dengan baik dan niche-niche seperti apa yang mungkin sudah akan usang.

Anda juga dapat menentukan niche dengan mewawancarai teman dan keluarga untuk mengetahui apa yang mereka harapkan ada di luar sana, atau bahkan Anda bisa mengirim survei daring melalui situs web survei gratis seperti http://www.surveymonkey.com. Situs web survei tersebut memungkinkan Anda menciptakan survei gratis dan memberi Anda pranala unik menuju survei Anda yang dapat Anda posting di media sosial atau mengirim ke setiap orang yang ada pada daftar surel Anda.

Cara ketiga adalah dengan mengevaluasi “produk panas” di situs web lelang seperti eBay. Apa yang laris manis? Apa yang muncul untuk berbagai pencarian? Berapakah margin keuntungan untuk produk ini? Selalu krusial untuk mengevaluasi margin keuntungan Anda. Jika Anda tidak bisa membuat margin yang bagus, Anda akan kehilangan banyak uang.

Anda harus ingat, yang paling penting dalam menentukan niche adalah Anda ingin memulai bisnis yang memenuhi kebutuhan barang dan layanan konsumen yang tidak terpenuhi. Jangan memulai bisnis yang terlihat keren. Jangan memulai bisnis berdasarkan sesuatu yang Anda cintai kecuali ada kebutuhan akan bisnis itu.

Jika tidak ada kebutuhan akan bisnis Anda, maka bisnis Anda akan gagal.

Bagaimana Anda Memulai Toko Online?

Saat Anda telah menentukan niche, Anda perlu membangun toko online Anda. Langkah pertama jelas adalah membangun situs web, tempat di mana Anda akan menjual seluruh produk Anda. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan platform seperti Shopify, yang mana dirancang khusus untuk menciptakan toko online.
  • Ciptakan situs web Anda sendiri menggunakan sistem seperti WordPress.
  • Jual di platform yang sudah ada seperti eBay dan Etsy.

Pilihan Anda akan tergantung pada seberapa banyak usaha yang ingin Anda keluarkan dan seberapa banyak penyesuaian yang ingin Anda lakukan. Pilihan seperti Etsy dan Ebay mudah diatur tetapi tidak menawarkan banyak penyesuaian. WordPress membutuhkan lebih banyak usaha, namun sangat mudah disesuaikan. Shopify berada ditengah antara keduanya.

Langkah kedua adalah menentukan apakah Anda membutuhkan staf reguler. Beberapa entrepeneur sukses menjalankan bisnis dari luar kantor mereka. Bagaimana pun juga, jika bisnis Anda berbasis produk, Anda perlu memikirkan logistik seperti:

  • Darimana produk Anda berasal?
  • Berapa biaya bahan baku?
  • Dimana Anda akan menyimpan bahan baku dan produk Anda?
  • Jenis kemasan seperti apa yang Anda butuhkan?
  • Apakah tenaga kerja tambahan dibutuhkan?

Setelah langkah tersebut, Anda perlu memikirkan biaya awal. Tidak sulit mendapatkan situs web dan nama domain; Namun Anda perlu memutuskan sebelumnya jika Anda ingin memakai layanan hosting web seperti Go Daddy atau Hostgator, atau jika Anda akan meng-host situs web Anda sendiri ( yang mana sangat memakan waktu dan mahal, tetapi memberi lebih banyak kontrol kepada Anda).

Setelah Anda mengambil keputusan, Anda harus menentukan apakah Anda akan menggunakan template dari layanan hosting sebagai latar belakang platform e-commerce Anda atau apakah Anda menyewa desainer situs web untuk memastikan situs web Anda terlihat profesional.

Kesalahan Apa Saja yang Perlu Anda Hindari?

Seperti halnya usaha di bisnis lainnya, membangun dan meluncurkan bisnis online yang sukses berarti menghindari jebakan dan kesalahan. Salah satu kesalahan adalah berpikir hal tersebut akan mudah – Sayangnya itu tidak akan mudah. Perencanaan dan pengaturan bisnis online membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Kesalahan lainnya adalah berpikir bahwa itu akan murah. Anda harus bersiap, tidak hanya mengalokasikan banyak waktu, tetapi juga investasi finansial yang signifikan. Pepatah lama “Membutuhkan uang untuk menghasilkan uang” dapat diverifikasi dan tidak diragukan lagi kebenarannya. Meski memulai bisnis online jauh lebih murah dibanding brick and mortar bussiness, tetap saja butuh uang untuk memulainya.

Berikut adalah 10 kesalahan teratas yang dilakukan pembuat bisnis baru saat memulai bisnis e-commerce mereka:

1. Menunggu Terlalu Lama untuk Meluncurkan Produk atau Layanan

Ketika Anda mulai ngeblog atau membuat podcast untuk membangun audiens, sangat mudah terjebak pada konten “Roda Hamster” selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa menawarkan apapun untuk dijual. Beberapa orang menunggu sampai pada angka audiens ajaib “1.000 subscriber” atau “10.000 pengunjung” dan angka berapa pun. Beberapa orang membohongi diri sendiri untuk tidak menciptakan produk karena mereka takut tidak akan ada yang membelinya.

Mereka tidak ingin gagal karena telah menginvestasikan begitu banyak waktu untuk menciptakan konten. Jika Anda ingin membangun bisnis, Anda harus menghadapi risiko besar secara langsung. Risiko terbesar tersebut adalah menciptakan sesuatu di mana tidak ada seorang pun yang mau membayarnya.

2. Memecahkan Masalah yang Tidak Penting

Jika masalah yang dipecahkan bisnis Anda cukup besar, Anda bahkan tidak perlu mencari pelanggan. Misalnya, bayangkan jika Anda memiliki obat untuk kanker. Bisnis yang gagal sepanjang waktu karena mereka memecahkan masalah di mana tidak ada orang yang memedulikan. Jika Anda menawarkan produk Anda ke luar dan tidak ada yang membelinya, ada kemungkinan bahwa Anda harus mencari permasalahan yang lebih penting, bukan mencari audiens yang lebih besar.

3. Tidak Benar-Benar Mendengarkan Pelanggan

Bagaimana mengetahui jika masalah yang Anda pecahkan cukup penting? Dengarkan pelanggan Anda. Benar-Benar dengarkan mereka. Jangan hanya mendengarkan pelanggan yang memberikan validasi. Dengarkan pelanggan yang meminta refund atau mereka yang membeli tetapi tidak menggunakannya. Dengarkan orang-orang yang mengatakan tidak akan membeli dan cari tahu alasannya.

4. Tidak Cukup Berbeda

Di hampir kebanyakan pasar, pelanggan memiliki pilihan berbeda untuk dipilih. Jika bisnis Anda memiliki kompetitor, Anda harus memberi alasan kepada calon pelanggan untuk memilih penawaran Anda dibanding pesaing. Tetapi pikirkan hal ini berdasarkan perspektif pembaca atau pelanggan. Jika mereka menemukan blog, mereka akan bertanya kepada diri sendiri, “Mengapa layak menghabiskan waktu di blog ini?“. Anda harus menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat dan jelas, sebelum mereka menekan tombol “back”.

Anda tidak dapat berharap menumbuhkan audiens dengan menjadi versi inferior dari beberapa situs web lain yang lebih dikenal. Bahkan jika situs web atau produk Anda dibilang lebih baik dari kompetitor, “lebih baik” sangat subjektif.

Alih-Alih hanya mencoba untuk menjadi lebih baik, Anda harus mencoba menjadi berbeda. Kemudian, ketika seseorang bertanya mengapa situs web atau produk Anda layak mendapatkan perhatiannya, jawaban Anda akan objektif dan mudah dipahami.

5. Memilih Topik yang Tidak Anda Pedulikan

Apapun fokus bisnis yang Anda pilih, Anda perlu pengetahuan mendalam mengenai subyek, kreativitas baru, dan stamina yang tak tergoyahkan. Akan selalu ada kompetisi di mana ada orang lebih peduli (memahami) suatu topik dibanding Anda. Bagaimana Anda bisa bersaing jika rasa cinta Anda terhadap suatu topik berbeda jauh dengan kompetitor?

6. Memulai dengan Harapan yang Sangat Salah

Membangun bisnis online yang sukses adalah tanggung jawab besar. Anda mungkin tidak bisa melakukannya sambil bepergian keliling dunia. Jika Anda memiliki pekerjaan lain (full time), hal ini akan lebih sulit lagi. Jika rencana Anda termasuk four-hours workweeks, atau jika batas waktu Anda diukur dalam minggu-minggu atau bulan-bulan, Anda mungkin akan gagal.

Ini merupakan fakta sulit yang jarang dibicarakan orang. Tidak ada sukses dalam semalam. Rencana awal Anda mungkin harus benar-benar ditulis ulang, mungkin hingga berkali-kali.

Berbincanglah kepada beberapa entrepeneur yang memiliki pencapaian yang mendekati apa yang Anda ingin capai. Tanyakan kepada mereka apa yang benar-benar dibutuhkan. Tanyakan kepada mereka tentang stres, batas waktu, dan saat menyerah. Katakan kepada mereka untuk tidak membuat semuanya tampak mudah dan lebih baik dibanding faktanya. Dengarkan dengan sungguh-sungguh. Kemudian tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda telah siap untuk versi Anda sendiri?

7. Menghabiskan Terlalu Banyak Berpikir Tanpa Tindakan

Jika rasio berpikir dibanding aksi Anda kurang dari 80% aksi, berpikir lagi untuk aksi yang lebih banyak lagi. Seperti yang dikatakan Chase, entrepeneur memiliki dua mode, yakni mode CEO dan mode lebah pekerja. Dalam bisnis model satu orang, Anda harus menjadi keduanya.

8. Melakukan Semua Sendirian

Tidak ada yang bisa sukses dalam bisnis sendirian. Anda butuh orang lain untuk membuat semuanya lancar. Pelanggan Anda adalah orang, pemasok Anda adalah orang, penyedia layanan Anda adalah orang.

Yang terpenting, Anda butuh dukungan dari entrepeneur lain yang berada di level sama dengan Anda, dan dari entrepeneur lain yang memiliki lebih banyak pengalaman.

Semakin Anda terhubung dengan entrepeneur lain, semakin normal tugas-tugas Anda. Anda tidak akan merasa gila dan sendirian, dan Anda akan menyadari bahwa kita semua menghadapi hambatan yang sama seperti yang Anda hadapi.

9. Membingungkan antara “blog” dan “bisnis”

Blog merupakan platform luar biasa untuk berbagi ide Anda, terhubung dengan orang-orang, dan menumbuhkan audiens. Hal yang sama berlaku untuk podcastingyoutubing, atau tempat manapun yang memungkinkan berbagi konten secara gratis. Memberi konten secara gratis bukanlah sebuah bisnis. Ini adalah alat untuk membangun pengaruh. Jangan mengandalkan untuk mengubah pengaruh tersebut menjadi sponsorship atau iklan berbayar. Anda perlu rencana yang lebih langsung untuk mendapatkan penghasilan jika Anda ingin blog atau podcast benar-benar menjadi penghasil uang.

10. Tidak Pernah Memulai Sama Sekali

Ini mungkin kesalahan terbesar dari semuanya. Jangan menjadi seperti teman yang selalu mengatakan lagi dan lagi tentang memulai sebuah bisnis selama bertahun-tahun dan tidak pernah melakukan apapun. Sangat mudah untuk menjadi khawatir mengenai kemungkinan kesalahan yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Tetapi itu merupakan satu-satunya cara untuk menjamin kegagalan. Memulai bisnis bukanlah hal yang pasti – dibutuhkan keberanian, kecerdasan, dan renjana, dan semangat yang meluap – namun Anda akan menjadi semakin baik dari waktu ke waktu hanya jika Anda memulainya.

Bagaimana Anda Bisa Menciptakan “Bussiness Plan” untuk Toko E-commerce

Rencana bisnis memberi Anda peta jalan – jenis dokumen panduan – yang membuat Anda tetap berada di jalur. Jika Anda berharap mendapat pembiayaan untuk bisnis Anda, Anda sangat pasti butuh rencana bisnis.

Setiap rencana bisnis setidaknya harus memiliki elemen berikut:

Executive Summary – Meskipun ini bagian terakhir yang akan Anda tulis, ini merupakan bagian pertama rencana bisnis. Bagian ini merangkum highlight utama dari bagian-bagian lainnya.

Company Description – Ini adalah gambaran tingkat tinggi dari perusahaan Anda, produk dan layanan, jenis konsumen, dan keunggulan kompetitif. Akhirnya, pikirkan seperti apa yang akan Anda katakan kepada seseorang di dalam perjalanan dalam lift agar mereka mau berinvestasi di dalamnya.

Market Analysis – Ini merupakan riset Anda mengenai industri Anda dan target pemasaran. Jika Anda belum menentukan target pelanggan secara formal, bagian ini akan membantu Anda melakukannya.

Operational Plan – Bagian ini mencakup rencana operasional dari hari ke hari bisnis Anda. Mulai dari lokasi dan jam operasional, hingga persediaan dan akuntansi. Ketika Anda melewati bagian ini, Anda bisa memastikan bahwa setiap proses vital dalam bisnis Anda berjalan semulus dan seefisien mungkin.

Organizations and Management – Bagian ini memberitahu orang-orang mengenai pemain penting dalam bisnis Anda. Siapa pemiliknya, siapa pengelolanya dan sebagiannya. Ini akan membantu Anda menentukan semua pihak yang terlibat dengan lembaga bisnis Anda sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang jelas di mana mereka bekerja dan siapa melakukan apa.

Products & Services – Bagian ini menggambarkan produk dan layanan yang ditawarkan bisnis Anda. Anda harus memikirkan produk dan layanan dari perspektif pelanggan Anda. Ini akan membantu Anda untuk lebih menjual produk dan layanan setelah Anda mendefinisikan produk dan layanan menggunakan pendekatan ini.

Marketing & Sales – Di sinilah layout Anda mengenai cara Anda menjangkau target pasar, mengidentifikasi prospek, dan menjual produk dan layanan Anda. Saat menyusun bagian ini, strategi pemasaran dan penjualan kreatif mungkin muncul.

Financial Projections – Disinilah Anda benar-benar menggali dan mengetahui berapa banyak bisnis Anda menghasilkan dalam 5 tahun ke depan. Sebagai bisnis mapan, Anda akan menyertakan data historis dan dapat membuat prediksi berdasarkan hal tersebut. Memiliki angka-angka ini memungkinkan Anda memiliki motivasi besar dan membuat Anda tetap bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dibanding hanya melihat apa yang akan terjadi.

Funding Request – Ini merupakan bagian perencanaan di mana Anda menentukan kebutuhan pendanaan dari luar dan bagaimana Anda menggunakan pendanaan tersebut dan bagaimana membayar kembali. Bahkan jika Anda menginvestasikan uang Anda sendiri ke bisnis Anda, hal ini akan membuat Anda benar-benar memfokuskan pengeluaran Anda sehingga semua dialokasikan dan didokumentasikan dengan benar.

Untungnya, ada begitu banyak resource hebat di web yang bisa Anda gunakan untuk membuat rencana bisnis menjadi lebih mudah. Yang terbaik, mayoritas gratis. Berikut adalah beberapa diantaranya:

SBA Create Your Business Plan– Panduan ini menuntun Anda untuk melewati setiap bagian rencana bisnis Anda dengan semua rincian yang Anda butuhkan. Mereka juga memiliki Bussiness Plan Tools yang akan memandu Anda melewati prosesnya langkah demi langkah.

SCORE Business Plan & Financial Statements Templates.

Sample Business Plans– Lebih dari 500 contoh rencana bisnis untuk berbagai industri meliputi restoran, ritel, medis, kesehatan, layanan, kebugaran, layanan hewan peliharaan, dan masih banyak lagi.

Waktu untuk Memulai Adalah Sekarang

Jangan membuat kesalahan dengan berhenti sebelum memulai karena Anda takut gagal. Temukan niche Anda. Lakukan riset. Buat perencanaan bisnis Anda. Investasikan waktu dan uang Anda. Dan yang paling penting, percaya pada ide Anda, produk Anda, dan rencana Anda. Masa depan adalah milik Anda untuk diciptakan. Buat bisnis dan masa depan yang Anda rindukan.

Diterjemahkan dari Floship: “Everything You Need To Create A Business Plan For Your eCommerce Store” (akses 24 Desember 2017).

Penulis : Cak Shiq4/rid

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *