Destinasi Tambang Atau Destinasi Alam?

Cukup sudah berbagi kursi mewah

Waktunya telah tiba untuk berubah

Sekarang tidak ada lagi kata berlibur

Catatlah kata lembur

Semakin jauh, hari berlalu tanpa terasa. Hanya panas meninggalkan jejak, langkah nyata diterbangkan debu-debu tanah tambang. Terlupakan oleh mereka yang sedang asik menggali, tak tersentuh, tersudut ataupun terperangah karena aktivitasnya mendapatkan hasil maksimal dari perut bumi. Meninggalkan luka pada goresan bumi, menyisakan kesunyian untuk masyarakatnya.

Apakah bisa mereka mengembalikan kesucian tanah air ?

Untuk apa mereka memperkosa alam semesta tanpa lelah demi emas ?

Bagaimana masyarakat akan makan hasil tambang, apabila itu bernama batu bara?

Alih-alih karena kontrak kerja yang terlalu pendek, bisa bersembunyi dari proses perbaikan lingkungan. Perusakan merupakan tindakan yang tidak akan kembali lagi dalam waktu cepat, apalagi ketika berhadapan dengan benteng alam. Ketika sudah rusak akan lebih lama lagi pemulihannya dari pada menjaganya serta mewarisinya. Apakah tidak ada sektor lain selain tambang yang selalu menjadi idola untuk mendatangkan para investor?

Apakah kelak destinasi akibat kerusakan tambang akan menjadi kunjungan populer bagi tamu mancanegara atau lubang-lubang itu adalah tempat untuk melakukan bunuh diri dari akibat kegagalan menggelola nafsu kekuasaan, kekayaan ataupun kemajuan. Ketika negara lain sudah mulai reinkarnasi sejarahnya untuk dijadikan tontonan serta kebanggaannya pada masa lalu, tetapi kita memulai untuk melupakannya?

Untuk apa kemajuan pembangunan tetapi menghancurkan alam raya masyarakatnya. Merasa hebat ketika sudah menjadi penguasa, tanpa harus berpikir kembali untuk tidak merusak lingkungan. Semoga keputusan tersebut tidak ada dalam pikiran anda?

Batasan terakhir hanya berdoa, agar kelak negeri ini masih memiliki cerita dahulu kala untuk generasi selanjutnya, menyisakan pemandangan negeri yang kaya akan kelestarian alamnya. Jangan pernah berharap kepada manusia, jadi berdoalah kepada pemilik semesta.

Semoga kita menjadi bangsa yang selalu menjaga kelestarian alamnya, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya?.

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *