EPIDEMI & DEMOKRASI

Bagaimana epidemi dalam negara demokrasi menurutmu?

Kalau anda mempunyai opini lain, silahkan tuliskan pendapat anda di kolom komentar.


Lalu bagaimana semua pendapat, suara diskusi, opini,  dari semua orang-orang dalam menyarankan, menyarankan & bersikap dalam masa-masa epidemi, meraba masa depannya bagi pekerjaan, lingkungan, komunitas dan rumah tangga.


Pekerja akan menjadi permasalahan ketika individu dan alat-alat produksinya terpapar oleh  Covid-19, mau tidak mau. Ada pihak berwenang untuk menghentikan produksi, pengiriman serta pengerjaan kualitas kontrol. Mereka semua harus melewati proses sterilisasi untuk alat dan pekerjanya, apalagi mempunyai banyak karyawan, tenaga ahli serta investor penting. Lalu perusahaan besar apa saja yang akan diuntungkan oleh adanya epidemi corona pada saat ini , https://www.bbc.com/indonesia/majalah-51769267


Semua para ahli mulai berhitung, meramaikan, membuat kerangka acuan masa depan agar proses epidemi , setelah epidemi dan gelombang kedua epidemi kelak terjadi, akan bersikap, bertindak, seperti apa menghadapinya?.

Usulan Bill Gates, https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200427140555-37-154691/bill-gates-usul-cara-hindari-corona-gelombang-kedua


Ramalan ekonomi epidemi Cov-19 untuk masa depan? .


Ketahanan pangan ketika akan datang kasus epidemi serupa dalam menghidupi kebutuhan hajat rakyat demokrasi?


Pergerakan pembangunan yang harus menjadi prioritas tinggi ?


Pertahanan kesehatan sebagai mutu kualitas teknologi pengetahuan bagi penyelamatan warga negaranya?


Beberapa kilasan cerita epidemi, https://tirto.id/lima-penyakit-pandemi-yang-pernah-terjadi-selain-covid-19-eExE , dalam keadaan seperti ini mungkin saja sudah menjadi ketakutan tersendiri bagi orang-orang yang tidak mengetahui pokok permasalahan apa itu epidemi Covid-19.

Seperti ada beberapa warga negara yang tidak jujur, tidak disiplin, tidak paham cara penyebaraan dan merasa egois untuk tetap berkumpul melewati batas aturan yang telah ditentukan. 
Di sisi cerita lainnya, mungkin saja membuat keadaan lebih liar lagi menangapi kasus epidemi ini, Sehingga membuat kesempatan keadaan demokrasi menjadi tidak terkendali. Hal ketakutan seperti inilah yang sudah sangat meresahkan kehidupan bernegara. 


Saya berpikiran bahwa melakukan aktifitas pekerjaan di rumah merupakan pilihan efektif dalam menghadapi epidemi, tetapi nilai tanggung jawab harus bisa dilakukan sesuai dengan profesionalnya dalam profesi pekerja.  Ketika negara saya mengambil sikap demokrasi, pada saat ini semuanya berjalan dengan baik, tidak ada keputusan merugikan. Semuanya akan terukur, terevaluasi, tercatat dalam pertanggungjawaban pekerjaan. Keputusan kenegaraan sangat jelas dilakukan oleh seorang Presiden, semuanya dilaksanakan oleh para pembantu-pembantunya agar pelaksanaan berjalan teratur, https://mediaindonesia.com/read/detail/296853-mengantisipasi-dampak-covid-19-ke-perekonomian-nasional


Terlihat suatu perusahaan kuat akan hancur dengan sendirinya ketika epidemi ini akan datang, karena mereka tidak dapat menyesuaikan keadaan. Kekuasaan tidak lagi dibutuhkan dalam keadaan epidemi, tetapi kesatuan bersama antara pemimpin dan pekerja kelas bawah, sangatlah penting jalinan komunikasi serta hubungan kerjasamanya untuk menjaga keutuhan rasa memiliki perusahaan serta loyalitas.


Terlalu cepat untuk mengambil gambaran masa depan, mari kita coba kembali melihatnya lebih sederhana, kita beradaptasi, melihat kondisi sesuai dengan negara kita sendiri untuk menyatakan sikap.
Agar kita punya ketetapan untuk melanjutkan hari ini, minggu depan, bulan esok , tahun nanti dalam masa epidemi.


Entah kelak akan ada epidemi apalagi? 


Saya cukup puas dengan keputusan-keputusan negara demokrasi dalam pengambilan waktu untuk penutupan secara besar, jadi kami sebagai warga negara mempunyai cara berpikir untuk mengantisipasi epidemi ini dengan waspada.


Apa yang Akan terjadi apabila negara kami melakukan tindakan penutupan secara radikal, cepat dan tidak disesuaikan dengan keadaan mental warga negaranya?
Banyak cara untuk bersiasat hidup di dalam masa epidemi ini, agar semua masyarakat tidak terkena dengan ketakutan berlebihan karena tidak mengetahui epidemi.
Masyarakat juga harus belajar hidup dari situasi yang sedang terjadi.

Pemerintah tentunya mendengarkan, mengambil tindakan sesuai dengan keinginan bersama, tetapi tugas negara sangatlah besar untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat. Mereka sudah mengerti, siap mengambil resiko apapun untuk terus tetap berdiri sebagai negara kesatuan. Pelajaran bertambah untuk negara ketika epidemi datang, semoga semuanya dapat mengambil keputusan tepat serta baik untuk semuanya.

Bagi kehidupan bermasyarakat kita dari berbagai macam geografis wilayah, mempunyai permasalahan berbeda, karena itulah ita menjadi suatu kesatuan pendapat dalam berdemokrasi. Ada waktunya kita semua akan menjadi sama, tetapi berdemokrasi kalau sama sependapat sepertinya kurang seru pelajaran perbedaaannya. Karena kita negara yang kaya akan perbedaan.

Banyak negara lainnya membutuhkan tenaga kerja, mungkin ini waktunya untuk menaikan mutu kualitas tenaga kerja kita menjadi personal nilai lebih mempunyai keahlian, keseriusan dan tentunya melalui proses sertifikasi handal. Medan baru untuk para pekerja, kelak akan menjadi pihak bernilai tinggi, tidak lagi perusahaan yang kelak hanya menjadi pencari pekerja.

Perusahaan akan menyediakan pengeluaran banyak, karena sekarang para pekerja telah berubah menjadi karakter profesional.
Jangan lagi terlalu cepat berputus asa, banyak cara hidup dalam permasalahan epidemi untuk kita manusia bertahan secara cerdas, waspada dan terarah.

Dalam masa kesulitan, isolasi membuat kelompok, personal menjadi muatan kreativitas yang tidak terukur mulainya menjadi hal-hal baru untuk keberlangsungan hidup.
Saat ini negara demokrasi memulai kembali apa saja kepentingan yang peru ditambahkan, kreatifitas, pelayanan, profesional untuk dimasukan dalam program pekerjaan agar memperkuat jarak kehidupan untuk menghadapi epidemi lainnya dikemudia waktu. Dengan cara, menyusun strategi ketahanan pangan, rancangan ekonomi kebencanaan, pola kesehatan kesatuan, arah stabilitas setelah epidemi.


Kelak negara kami tidak akan terpukul telak, terhempas dalam gelombang angka kematiannya, tercatat dalam bursa paling terpuruk, karena Kami sudah belajar dari kasus epidemi Covid-19 ini. Kelas pekerja, pengangguran, harga merosot, pertanian tidak bisa menjual produknya, pelak pariwisata menjadi sepi, pengalaman ini tidak akan terjadi lagi, apabila perusahaan, pelaku usaha, karakter manusia, sudah siap membuat modul darurat epidemi, agar para pekerja dapat mengerjakannya dari rumah, rutinitas yang Bukan hanya dimiliki oleh pimpinan, pembesar perusahaan saja tetapi kelas bawah juga bisa melakukannya.

Semoga bermanfaat.

[fiq/RID]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *