Film Bentuk Potret Kehidupan

aneka cerita

 

 

Film merupakan gambar bergerak, mempunya inspirasi, nilai pembelajaran, kisah kehidupan , pesan amanat, latar belakang serta ide gagasan kenapa film tersebut dibuat. Dalam projek membuat sebuah kisah fillm layar lebar dibutuhkan, sudut pandang, sikap, karakter, olah karya, karsa dan cipta. Banyak film-film tidak diterima oleh khalayak ramai, tetapi bukan berarti bahwa film itu tidak disukai oleh banyak pihak lainnya, karena sebuah film memilih audiensi penontonnya sendiri, menyuguhkan pembelajaran serta pengalaman bagi setiap penonton. Hal seperti ini merupakan hak dari penonton untuk suka terhadap filmnya, jalan cerita, tokoh cerita, ataupun ide cerita.

Dalam pembuatan film membutuhkan seni serta industri, agar mendapatkan apresiasi serta pengakuan dari pihak profesional terhadap suatu karya film. Di jaman seperti sekarang ini, membuat film merupakan hal menarik untuk diceritakan, digambarkan serta di pertontonkan kepada pihak lainnya agar suatu film memberikan pesan karya moral, hiburan, keberanian, serta akhirnya film-film tersebut mendapatkan penghargaan dari pihak pencinta film.

Banyaknya genre film membuat para pembuat naskah film memilih dengan cerdas, untuk film-film bagus ke masa depan kelak, banyaknya genre film membuat para insani film ini mencoba unutk menggabungkan genregenre terebut ke dalam alur cerita film. Dari genre humor, horor, drama, dokumenter, persahabatan ,komedi, animasi, film noir, keluarga, petualangan , percintaan, persahabatan serta perdamaian.

Jaman sudah semakin canggih , pengalaman kehidupan sudah dapat di filmkan sebagai realita kenyataan peristiwa, jadi hal yang difilmkan merupakan potret imajinasi naskah tertulis  digambarkan menjadi adegan oleh para pemeran film. Untuk jaman seperti ini menurut saya terhadapa sudut pandang kreatifitas, cerita nyata, ataupun pengalaman hidup, merupakan sebagai bentuk ekspresi dari pengungkapan karya. Jadi tidak bisa dalam sebuah film terjadi penghambatan dalam penayangannya karena bentuk karya adalah ekspresi kreatifitas kebebasan yang sudah melalui norma-norma. Asalkan tidak bertentangan dengan SARA.

Peristiwa dalam film, bukan hal yang tabu bagi para penonton melihat tayangan tersebut karena kecanggihan teknologi serta imajinasi sudut pandang telah memberikan kebebasan dalam penciptaan karya, coba kita ingat-ingat tentang sebuah film yang dimana adegannya belum pernah kita lihat, kita dengar ataupun kita baca terkait gambar-gambar bergeraknya.

Persamaan persepsi, cara berpikir, pengkekalan moral, karakter diri, perbedaan pengalaman, potret sisi kehidupan berbeda, hal ini tidak bisa disamakan untuk menilai dari sebuah film tersebut baik atau tidak bagi khalayak ramai, karena karya film akan menemukan penontonnya sendiri menurut nalar persepsi pribadi-pribadi.

Beberapa film populer di dunia dan tidak boleh diputar di bioskop , menurut berbagai data yang telah dipublikasikan yaitu :

  1. Lady Terminator (1988)
  2. Merdeka 17085 (2001)
  3. Something In The Way (2013)
  4. Act Of Killing Jagal (2012)
  5. Look Of Silence Senyap (2015)
  6. About A Woman (2014)
  7. Siti (2015)
  8. Babi Buta Yang Ingin Terbang (2018)
  9. Parts Of The Heart

Menontonlah dengan bijaksana serta mengambil sudut pandang cerita, pengalaman para pemeran film hanyalah potret-potret peristiwa. Karya film merupakan ekspresi kebebasan para pembuat film, tokoh film untuk kembali menuturkan kisah-kisah kehidupan yang memang sudah ada kenyataannya dalam perilaku kehidupan manusia. Disinilah letak para penonton untuk menilai mana  baik dan tidak baik, karena studio tempat kita menonton akan mempunyai kategori umur para penontonnya, jadi menontonlah dengan sesuai tingkatan umur, cara berpikir serta kemampuan menilai film. [fiq/rid]

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *