Jiwa Proklamasi

anekacerita/rakyatpunyacerita

Kembali kepada jiwa proklamasi… kembali kepada sari intinya yang sejati…yaitu pertama, Jiwa Merdeka Nasional…, kedua, Jiwa Ikhlas…ketiga, Jiwa Persatuan…, keempat, Jiwa Pembangunan, (Bung Karno, Pidato 17 Agustus 1952).

Bulan Agustus belum lagi usai menutup harinya, semangat kemerdekan masih terbakar dalam dada, kibaran merah puth berdiri tegak dalam sapuan angin merdeka. Senandung lagu terngiang keras oleh generasi enerus kemerdekaan. Masihkah rasa kemerdekaan itu bersemayam dalam hidup keseharian kita sebagai bangsa merdeka?

Terkejut mendengar, melihat, membaca ada noda kemerdekaan yang kembali berputar-putar jelas dalam jendela merdeka. Sudah Tujuh Puluh Empat tahun membawa arti merdeka selama hayat dikandung badan. Mengapa goresan tinta itu kembali mencoret ruang demokrasi. Nasional membangun keseluruh pelosok negeri, demokrasi menjadi harapan bersuka cita menemukan perbedaan sebagai harta kekayaan kemerdekaan.

Mimpi bersama, kerja bersama, hidup bersama, meneropong rasa kemerdekaan yang sama juga. Mungkin dahulu adalah cerita kemerdekaan, perlu diambil makna, bahwa rakyat merdeka itu berbeda tetapi tetap satu jua. Inilah kebebasan bangsa, tak perlu membakarnya dalam SARA. Susahnya merawat satu kesatuan, tapi akan terasa mudah bergandengan tangan dalam mengetahui rasa kencintaan. Tidak ada lagi wilayah istimewa, semuanya adalah sama, satu untuk setiap warga negara, para pengacau kemerdekaan memang selalu ada dimanapun itu selalu berencana.

Benteng pertahanan menjaga kesatuan daerah, merupakan jiwa patriot kemerdekaan, bersanding erat dengan para pahlawan pendiri bangsa. Permasalahan bangsa merupakan awal dari kekuatan bernegara, berkembang, kembali kuat, membuat rakyat cerdas bersikap. Belajar dari para rakyatnya menjadi ciri khas karakter hidup negeri. Banyak bangsa ingin membeli negeri, banyak bangsa ingin membeli jati diri, tetapi tidak bisa dibeli karena kita negeri surga untuk dibagi , dijaga oleh generasi pewaris negeri. Lindungi pewaris negeri, jaga harta alam negeri, sebarkan pancasila karena itu universala. Semoga keturunan bangsa selalu hadir membawa kearifan lokal, sebab kita bangsa yang tidak akan punah.

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *