Lakukan Yang Anda Bisa!

Semua bangsa sedang mengalami pandemi Covid-19, negara yang paling terkuat, kuat, kuat sedang, serta tidak kuat. Meringkuk dalam ketakutan epidemi di tahun 2020. Tidak bisa lagi berteriak, merasa paling berkuasa, punya senjata, punya ekonomi tinggi, punya keamanan kelas no 1. Semuanya hancur lebur dalam pesona kesedihan kerasnya cobaan Covid-19.

Entah apa yang akan dikerjakan apabila kita tidak mulai serius dalam menangani permasalahan ini atau mau mencoba-coba adu kekuatan sampai berapa lama kita akan mengalami kelelahan berburu kesembuhan dengan santai-santai saja.

Pastinya sudah banyak tenaga medis berkorban untuk janji sumpah kedokteraanya menolong umat manusia, sampai mereka menjadi korban akan kerasnya ketajaman Covid-19 ini bertebaran di dalam tubuh manusia hidup.

Kalau memang ada tugas berat dan penting halnya, memang harus dikerjakan. Pemerintahan mempunyai banyak target pekerjaan yang memang harus segera tetap terlaksana, karena kita sedang bernegara untuk menjaga seluruH aspek kenegaraan.

Tapi ingat, hal ini sangat membutuhkan dukungan, energi, biaya, serta petugas-petugas super sehat dalam mengerjakan target pembangunan. Semoga pemerintahan berhasil berkonsentrasi penuh mengerjakan paket pekerjaan lainnya, sambil pula berkonsentrasi mengerjakan wabah epidemi di negaranya.

Berbicara energi, mengikut sertakan semua pihak, tetapi ada beberapa pihak saja yang memang berkompeten menangani energi-energi lain, sesuai dengan kapasitas keahlian serta pendidikan. Jadi tidak semua energi itu dapat dikerjakan menjadi kenyataan apabila energi yang dihasilkan berbeda dari bentuk pekerjaannya.

Apakah kita selalu mau berbenturan dengan orang-orang kita sendiri dalam mengerjakan hal-hal yang bersifat penting?

Mana kepercayaan yang anda berikan untuk mendukung menjadi kenyataan perubahan?

Kalau anda yang diberikan tugas tersebut apakah anda mampu melakukannya atau hanya anda mulai berburu kata-kata manis saja membuai tanpa berbuat sesuatu?

Boleh-boleh saja negara lain mempunyai sikap atas agenda kerjanya, tetapi kita juga mempunyai negara, berbeda pula bentuk bersikapnya? . Bisa pula berbeda keputusannya. Karena ada target penghitungan kemakmuran untuk seluruh rakyatnya. Kita sekali lagi kembali mengejar ketertinggalan dari negara-negara lainnya. Kerjakan kalau memang itu adalah bentuk bertanggung jawab kepada rakyat. Itu memang sudah menjadi tugas anda.

Untuk pembatalan acara kegiatan, pastinya sudah ada protokoler kesehatan. Tapi kalau untuk melaporkan kepada masyarakat luas terkait pembangunan, mungkin saja itu merupakan pil kesehatan, kebaikan dalam situasi epidemi ini. Karena nilai kebanggaan bisa menjadi obat percaya diri untuk kesembuhan kehidupan di masa depan bagi generasi.

Kita merupakan negara hebat, masih bisa berbagi tugas-tugas penting dan sifatnya harus dikerjakan dalam masa-masa epidemi ini. Semoga para penentu kebijakan dalam keadaan baik-baik saja untuk mengerjakan keputusan penting bagi bangsa dan negaranya.

Saya yakin, mereka juga mempunyai keluarga harmonis penuh kasih sayang terhadap mereka ketika sedang bertugas, menginginkan orang tersayang di rumah saja bersama mereka, tetapi apa daya tugas kenegaraan memanggilnya sesuai dengan sumpah jabatan ketika menerima tugas bernegara ini.

Silahkan saja kalau mau memberi tangapan kritik ataupun marah kepada keadaan, karena kita sedang melihat masa depan untuk generasi berikutnya, bukan untuk kita tentunya semua proses pembangunan ini. Tetapi untuk para generasi dua puluh lima tahun lagi, akan menjadi garda depan kemajuan.

Tidak usah membandingkan pekerjaan rumah tangga bernegara dengan negara lainnya, karena sekarang kita sedang memulainya. Jadi anda dapat memilih posisi dimana anda sekarang untuk dua puluh lima tahun lagi dari sekarang. Tentukan sikap anda, epidemi memang masih ada dan tetap kita selalu waspada.

Apa yang akan menjadi kebanggaan negara kita, lakukanlah dengan sebaik-baiknya karena hal ini tidaklah mudah dilakukan, saya bangga dengan pekerjaan kalian semuanya untuk kemajuan bangsa ini.

Dalam masa epidemi ini, semua pihak akan berbicara, berkritik, bersosial, bersetiakawan, berjuang, bekerja dalam pembangunan serta menjadi yang terbaik bagi aksi kemanusiaan. Lakukanlah hal positif, jagalah kesehatan. Stop segala hal curiga, marilah membangun masa depan bangsa kita, mungkin ini adalah waktuya kita menambah keharmonisan berbangsa dan bernegara.

Andai saja tidak ada epidemi Corona, pastinya pembangunan kita menjadi yang terhebat di masa keemasan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua umat manusia, Atas Kehendak-NYA.

[fiq/RID]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *