MELIHAT EROPA DISKUSI

RAKYATPUNYACERITA

Siaran langsung dari beberapa media televisi Internasional memberikan penayangan full, tanpa jeda iklan, tanpa sponsor, tanpa basi-basi. Semuanya disajikan kehadapan para pemirsa dengan baik dan profesional. Apakah para tokoh pejabat elit politik di negara anda seperti ini atau ,bagaimana mereka berdebat dan beragumentasi?.

Para perdana menteri saling mengemukakan pendapatnya dengan baik, serius serta penuh profesionalitas kerja. Tidak lupa mereka selalu tahu bagaimana caranya berbicara, berhenti bicara, mendengarkan orang lain berbicara, menimbang pendapat orang lainnya. Lalu bagaimana dengan para pejabat di negeri anda, pola perilaku ketika mendengarkan pendapat orang lain?. Mereka mengenal kebudayaan negara yang lainnya sangat erat, “Bagai api dengan asap”. Tetapi tidak membuat mereka tidak serius atau hanya bermain-main dengan keputusan serta kebijakan.

Karakter menyakinkan para pejabat-pejabat lainnya tanpa merendahkan, lalu tegasnya moderator memberikan alur-alur pembicaraan,serta sikap para anggota parlemen mengapresiasikan pendapat lainnya sungguh keren. Perlukah negara-negara lain mencontoh cara berpendapat seperti para anggota-anggota parlemen di Eropa?.

Tinggalkan suasana tertidur dalam ruang rapat kerakyatan ketika sedang membicarakan hal-hal penting, apalagi dalam menentukan nasib kehidupan orang banyak. Berikanlah penanyangan jelas kepada masyarakatnya, agar dapat pengajaran politik dari para elite. Bertangung jawablah kepada apa yang disampaikan karena hal berpendapat itu bukan titipan dari beberapa golongan saja. Kalau hanya diam, semua juga bisa diam, tetapi ada diam yang sangat istimewa, seperti dalam peribahasa ini “Air tenang jangan disangka tidak ada buayanya”.

Belum terlambat untuk menjadi seorang negarawan, karena anda beruntung diberikan kesempatan untuk menjadi golongan elite. Suara anda akan di dengar oleh layar-layar media dan juga mempunyai dukungan pengikut yang banyak. Jadi pergunakanlah kekuasaan sementara tersebut dengan baik serta dapat merubah kehidupan, kemajuan, keadilan di negeri ini. Jangan lupa untuk selalu bersikap adil, menjaga kehidupan alam, hutan serta lautan, karena itu adalah sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup.

Belajar dari cara berpendapat orang-orang Eropa atau siapapun yang cocok membuat pertambahan pola pikir dan jangan lupa tetap mengikuti prosesnya, jangan hanya mengambil hal yang enak-enak saja tetapi ketika berproses mengalami kesulitan lalu berpindah gagasan, jalan pintas. Seperti dalam peribahasa” Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi”.

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *