Pangeran Diponegoro (1785-1855)

 

 

 

Pangeran Diponegoro dilahirkan pada tanggal (11/11/1785), di Jogjakarta. Beliau adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III. Panggilan dimasa mudanya disebutkan Antawirja,karena keturunan bangsawan berhak memakai gelar Pangeran.

Sejak kecil beliau diasuh oleh permaisuri Sultan Swargi (Hamengkubuwono I) dengan bimbingan beliau, pangeran dapat mengerti agama islam dan soal-soal primbon dan sastra. Pernah sang ayah Sultan Hamengkubuwono III meminta Pangeran Diponegoro untuk menjadi Pangeran Adipati Anom (putera mahkota) tetapi beliau tidak mau. Begitu pula saat diberikan harta benda ataupun tanah pusaka, beliau menolaknya.

 

Seorang sosok pemimpin dalam pertempuran melawan pihak Hindia Belanda, berlangsung selama lima tahun (20/06/1825)-(28/04/1830). Korban pertempuran dipihak Indonesia maupun pihak Belanda tidak sedikit jumlahnya. Pihak Belanda juga telah mengelurakan dana pertempuran yang tidak sedikit dalam pertempuran ini. Pangeran Diponegoro dalam perperangan bersama pamannya, Pangeran Mangkubumi,mengerahkan rakyat di Jogyakarta, Surakarta, Kedu, Banyumas, Rembang, Pati, Madiun. Pertama kali bergerak adalah daerah Selarong, pusat pergerakan pahlawan Pangeran Diponegoro.

 

Pangeran Diponegoro membentuk Barisan tentara yang teratur dab berkelompok, menjadikan barisan kelompokĀ  tentara berkuda (kavaleri) dan barisan tentara berjalan kaki(infanteri). Untuk pertemupran ini, barisan-barisan berkuda sangat dikenal. Disamping itu terdapat juga pasukan-pasukan rakyat yang dipimpin oleh kepala daerahnya. Tetapi semua pasukan tersebut mempunyai pimpinan langsung serta berkerjasama,dikoordinir oleh Pangeran Diponegoro. Strategi yang digunakan adalah siasat pertempuran gerilya.

 

Apakah itu perang Gerilya? Salah satu metode pertempuran dengan teknik mengepung/mengelilingi musuh dengan cara perlahan-lahan/tidak terlihat pergerakannya oleh lawan. Perang Gerilya tidak terikat dengan ketentuan cara peperangan.

 

Bagaimana perang Gerilya terjadi? Perang Gerilya dilakukan dengan cara menyerang musush secara diam-diam. Dilakukan strategi peperangan seperti ini akan menguntungkan jumlah tentara dan sedikit menghabiskan korban dengan tidak melakukan peperangan secara terbuka. Siasat berikutnya adalah langsung menghilang tidak terlihat pergerakan tentara lawan untuk segera pergi dari medan peperangan ditengah lebatnya hutan,serta kelamnya malam. Lalu strategi ini juga sangat ditakutakan oleh para penjajah, karena strategi ini digunakan para tentara penjuang untuk melawan samabil menyamar dengan para rakyat di desa, Jadi tidak terlihat oleh musuh,mana tentara ataupun rakyat biasa.

 

Pasukan Pangera Diponegoro, membuat putus asa pihak Belanda, lalu mereka mencari cara serta siasat stratgei baru untuk menangkap Pangeran Diponegoro serta pengikutnya. Dengan cerdiknya,penuh dengan perhitungan akhirnya pihak Belanda mengajak berunding,berkumpul,bertemu, yang tentunya hal tersebut adalah hanya suatu bentuk kepura-puraan agar lebih mudah untuk menangkap Pangeran Diponegoro.

Pangeran Diponegoro,akhirnya datang dalam acara perundingan, lalu ditangkap. Di bawa ke Manado, lalu dipindahkan ke Makasar dan disekap selama 25 tahun sampai akhirnya beliau wafat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate Ā»