Partai atau Negara?

 

Dari Dewan Partai Harian sampai Dewan Partai Kebetulan.

Partai berkumpul mencari kekuatan, entah dari mana mereka pikir mendapatkan hati rakyat.

Ramai-ramai bicara kepemimpinan untuk masa depan, entah darimana cepat tersiar dalam surat kabar, televisi serta berita premium.

Lagi-lagi berbicara tentang susunan pemerintahan, kekuasaan demokrasi, keuangan negara, tawar menawar jabatan negara atau pilih untuk menjadi oposisi, buka matamu dewan partai hari-hari.

Tak lelah untuk mencari penguasa dalam negara, apakah kurang puas dengan aturan negara?

Partai itu tidak bau amis korupsi, tetapi bau keringat rakyat, senyuman rakyat dipagi hari, kebahagian rakyat menjadi manusia berbudaya.

Partai itu membangun negaranya, bukan sibuk dengan anggota, bikin aturan sendiri, membela teman berdasi dalam gedung tinggi. Bermain lumpur lanjut pergi ke desa, turun kesawah, lihat kami bergerak seperti apa.

Partai itu bersikap kritis tetap dinamis dengan berpegang teguh terhadap prinsip dan filosofi negara. Bukan berlagak kritis memperjuangkan kepentingan masing-masing.

Partai itu tidak mabuk terkena penyakit musiman dalam periode 4 tahunan sampai dengan 7 tahunan mencari ambisi yang tak pasti untuk golongan sendiri.

Apakah pemimpin-pemimpin itu lebih mendahulukan kepentingan partai dari kepentingan negara?

Apakah desakan rakyat tidak lagi penting, idealism tergusur lunglai?

 Bangkitlah untuk kemajuan jaman, kemerdekaan hampir datang berganti angka, bukan tanpa pemberian penjajahan.

Partai tidak penting, tetapi negara lebih penting?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ┬╗