Pentingkah RT/RW?

rakyatpunyacerita

Melihat partisipasi warga dalam peristiwa pemilihan Rukun Tetangga dan Rukun Warga dalam ruang lingkup kota. Banyak terjadi permasalahan besar dalam menggendong tugas sebagai pembantu lembaga kota ataupun desa. Terlihat bahwa RW/RT tidak begitu populer dihadapan para warganya. Masihkan fungsi ini penting, apabila partisipasi warganya sangat rendah?.

Sumber terkait: http://hukum.unsrat.ac.id/men/mendagri2007_5.pdf

Sungguh dilema pendidikan politik yang sangat rendah, apabila warga sudah tidak lagi, tertarik ataupun tidak peduli dengan satuan lembaga RT/RW. Lalu bagaimana rencana sistem pemerintahan ini menjembatani permasalah satuan warga yang paing terkecil?.

Tidak hanya di kota, permasalahan ini juga nantinya akan menghinggap ke desa, apabila kepentingan RW/RT tidak mendapatkan perhatian khusus oleh para pejabat tingginya. Padahal kumpulan data administrasi itu terkumpul oleh tugas para struktur warganya yaitu RT/RW. Apakah tugas RT/RW tidak penting lagi?.

Kalau hal tersebut tidak berguna di masyarakat, kenapa tidak di buatkan saja susunan kelembagaan tangan-tangan pemerintah yang baru, mungkin saja nama RT/RW sudah terlalu kuno di jaman Milenial ini. Coba saja di lihat, di diskusikan berapa banyak para mileneal yang mengetahui tugas dan fungsi lembaga aspirasi masyarakat tersebut. Bagaimana membuat para milenial ini, ikut berpartisipasi dalam kemajuan lingkungannya dan memberikan pembelajaran politik?

Semoga saja tingkat kerukunan tetangga serta rukun warga tetap selalu ada serta mendapatkan perhatian khusus dari para pelaku pejabat pemerintahan. Karena apabila aspirasi warga ini mengalami kemunduran, secara tidak langsung akan membuat karakter politik dan tanggung jawab menjadi sangat rendah mutu kualitas bersosialnya.

Agar terus semangat, mungkin ini adalah pemahaman visi, misi dan moto RT/RW. Lalu silahkan anda tulis dalam kolom komentar, “apakah kita masih perlu dengan lembaga masyarakat yang bernama RT?”.

Visi :

“Bekerjasama dengan warga RT 04 membentuk lingkungan yang memberikan, Kenyamanan, Kebebasan, Kebersamaan, Kesehatan serta Keindahan. Sehingga menciptakan tingkat partisipasi tinggi bagi warganya untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan.”

Misi:

-Membentuk kerjasama dari seluruh warga dalam menjaga tingkat kebersihan, kenyamanan dan keamanan lingkungan. 
– Menjalin kerukunan berkomunikasi antar warga umat beragama dan  bernegara. 
– Menghadirkan musyawarah & mufakat dalam melakukan ekspresi kebebasan dengan sikap santun dalam segala hal permasalahan. 
-Membuat ruang publik bagi warga dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan serta kebahagian. 
-Menggali potensi warganya dalam aspek ekonomi. 
-Meningkatkan mutu pelayanan warga dalam hal administrasi kependudukan
-Bersikap objektif, jelas, transparan dalam pengelolan administrasi warga. 
-Melaksanakan program-program, serta tata tertib yang berlaku oleh pemerintahan pada khususnya. 

Program Kerja:

-Melaksanakan Laporan administrasi keuangan secara berkala dengan terbuka dan dapat diketahui oleh seluruh warganya. 
-Mengadakan  program dan kegiatan berjangka, seperti berikut:


1. Gotong Royong. 


2. Pendidikan untuk anak, remaja, orang tua dan manula. 


3. Pelayanan kesehatan dan sosial kemasyarakatan. 


4. Membuka ruang-ruang publik untuk kepentingan bersama.


5.Pengurusan jenazah dan penyediaan perangkatnya bagi warga. 


6. Pemberdayaan sosialisasi produk ekonomi warga. 


7. Menjalin kerjasama yang baik dengan lembaga/kemitraan/institusi/personal, secara internal ataupun eksternal agar kelak  terwujud dan terlaksana kegiatan serta program di atas. 


Moto:”Datang dari kita untuk bersama”

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *