Pentingkah Taman Bermain Untuk Anak ?

rakyat punya cerita

 

 

 

Pertunjukan untuk anak – anak, menjadi sangat penting diperhatikan sebagai proses tumbuh kembang kreatifitas serta membuat pengalaman baru dalam masa pengenalan pendidikan, bermain serta wawasan.  Dimana saja mereka dapat bermain, disekolah, lokasi dalam ruangan serta luar ruangan. Apakah sarana tersebut sudah menjadi nyata dalam kehidupan pergaulan anak-anak ?

Seberapa penting menurut anda tempat bermain bersama tersebut dapat merubah perkembangan anak menjadi lebih baik dari pada bermain sendiri dirumah dengan mengunakan gawai, silahkan unutk klik disini unutk mengetahui kedatangan gawai https://id.techinasia.com/talk/kejadian-penting-perkembangan-smartphone atau hanya menonton TV.

Masihkah teringat dengan masa kanak-kanak anda, sebelum masa gawai datang secara tiba-tiba ditengah meja makan anda. Kalau anda merasa jaman anda merupakan proses  pengenalan permainan terbaik dalam pengembangan kepercayaan tinggi, maka oleh itu berikanlah hal yang sama ataupun lebih untuk anak-anak anda. Karena seperti peribahasa berikut ini, ” Air cucuran atap, jatuh kepelimbahan juga,”.

Taman bermain bukanlah sekedar pemenuhan falisitas sosial dan fasilitas umum, tetapi bagaimana permainan edukasi tersebut menimbulkan sebab akibat ataupun efek kerjasama, agar anak-anak mudah menerima terhadap hal menarik unutk diselesaikan dalam kelompok ataupun perkembangan mental secara personal. Seberapa banyak saat ini, dalam perumahan, cluster, komplek, hutan kota, taman kota ataupun taman desa memberikan fasilitas bermain untuk anak anda. Bagaimana dengan fasilitas tempat bermain anak-anak di tempat anda?

Dalam membangun ruang tempat tinggal bersama, komunitas, keluarga, serta ruang publik, sangat jarang sekali memperhatikan hal – hal seperti ini. Kita hanya sibuk dan selalu menginginkan tempat hal-hal yang bersifat sepele peruntukannya bagi generasi anak-anak, contohnya adalah peremajaan taman kota, sudahkan sekarang lebih baik lagi kondisinya untuk manfaat perkembangan anak-anak ?. Taman kota seperti ini, mungkin menjadi harapan anda https://travelingyuk.com/taman-kota-di-indonesia/4188/ 

Tetapi bukan ini maksud saya dengan pengenalan taman bermain bagi anak-anak, orangtua, serta keluarga. Dengan jumlah luas daerah wilayah, tidak sebanding dengan apa yang disebut taman pendidikan bermain. Seberapa sering anda pergi ke luar negeri melihat taman-taman publik diadakan oleh segenap komunitas perumahan, pemerhati lingkungan serta pemerintahannya untuk menjaga fasilitas tersebut. Mereka mengurusnya dengan senang hati, penambahan biaya dari warga-warganya dan juga merawat lokasinya dengan menanam sayuran produktif serta pemeliharaan hewan unutk pengenalan bagi anak-anak.

Dari pada ribut-ribut terus membangun karakter politik, dari pada obrol-obrol tentang kebencian, dari pada memperebutkan kekuasaan tanpa daya dan upaya hanya menyebarkan hoaks, apakah tidak lebih baik lagi membangun taman-taman bermain berjumlah ratusan, ribuan bahkan jutaan banyaknya bagi anak-anak Indonesia, orang tua / manula  dan keluarga. Apakah anda berani mencobanya, inilah waktu yang tepat untuk memberikan hal terbaik bagi perkembangan alam serta penambah wawasan generasi masa depan.

Bagaimana menurut anda tentang taman bermain seperti ini, berhakkah kita mendapatkannya ?

https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g227599-d7758060-Reviews-Legeparken_in_Kolding-Kolding_South_Jutland_Jutland.html

https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g1193037-d8436085-Reviews-Family_Farm_Fun_Park-Lokken_Bronderslev_North_Jutland_Jutland.html

https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g2480046-d8445722-Reviews-Havtyren_The_Sea_Bull-Liseleje_Halsnaes_Municipality_Copenhagen_Region_Zealand.html

https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g189530-d3601010-Reviews-Botanical_Garden_and_the_Greenhouses-Aarhus_East_Jutland_Jutland.html

Semoga perkembangan  mutu kualitas pendidikan publik menjadi salah satu bahasan pertanyaan  dalam pemilihan capres serta cawapres, agar kelak mempunyai ruang bermain bagi anak-anak  secara gratis, tidak hanya bermain di Mall dan di dalam ruangan dengan gawai serta hanya melihat TV, oh sungguh kasihan generasi masa depan. Kita akan tutup dengan peribahasa Jawa seperti ini, Alam iki sejatining guru. [fiq/rid]

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *