Perang Dagang Terus Berlanjut

Perang Dagang/rid

 

Perang dagang terdengar seru, duel jual-beli barang-barang , mempunyai nilai bombastic, terpikir banyak harga-harga menarik untuk tawar menawar. Menawarkan barang terbagus, tentunya juga murah-murah. Tetapi, apakah hal tersebut yang sedang dibicarakan begitu ramai pada saat ini. Semuanya ingin menganalisa perang dagang antara negara Amerika Serikat dan China,

Bagaimana awal mulanya perang dagang terjadi ?,
Apa saja yang menjadi pemicu perang dagang?
Apakah negara Indonesia akan terkena dampak perang dagang ?
 Siapa saja yang sedang melakukan perang dagang?
Bagaimana negara Indonesia harus bertahan terhadap perang dagang ?
Apa saja barang-barang yang menjadi pertaruhan harga tinggi pada perang dagang ?
Selanjutnya bagaimana untuk menstabilkan perdagangan barang disela perang dagang ini memanas ?

Seperti ungkapan negarawan ekonomi Bung Hatta disebuah tulisan media online kompas dengan judul Bung Hatta sang konseptor perekonomian Indonesia : ” Apabila subyek subyek ekonomi itu kira kira sama kuat kedudukannya,sama cerdik dan sama sama mempunyai kepandaian.Itulah yang tidak ada dari semulanya ( disini),sehingga yang lemah akan dihancurkan oleh yang kuat oleh sendirinya “

 

Sebelum membicarakan tentang perang dagang, sebaiknya kita kembali paham agar lebih tajam lagi mengenal arti perang dagang,  dalam kamus https://kbbi.web.id/dagang , untuk ungkapan pengertian “Dagang “ suatu pekerjaan yang berhubungan dengan aktifitas melakukan jual dan beli barang untuk mendapatkan keuntungan, jual-beli ataupun niaga. Dalam pembicaraan perang dagang, mungkin saja memiliki hal kerjaan sebagi orang “Dagang” lalu mereka juga melakukan “mendagangkan” pengertiannya adalah menjual-belikan secara niaga (biasanya harga jual lebih mahal dari pada harga beli), kalau bicara perang dagang, pasti ada barang “dagangan”  barang-barang yang diperjual-belikan,  pelakunya adalah “pedagang” orang yang mencari nafkah dengan berdagang, untuk melakukan traksaksi kebijakan ekonominya mereka menjalankan prinsip-prinsip “perdagangan” perihal dagang, urusan dagang serta perniagaan.

 

Mendengar kata perang, menjadi tidak nyaman untuk dipopulerkan apalagi dilakukan secara terbuka. Biasanya dengan perlakuan  perang akan menghasilkan kerugian serta dampak terhadap diri sendiri, orang lain, serta pihak tetangga terdekat akan terkena permasalahannya. “Perang” cara menggungkapkan suatu kepentingan ataupun kebijakan uuntuk melakukan konflik antara satu sama lainnya secara diplomasi maupun terus terang dengan menempuh management konflik diantaranya.

 

Menanggapi perang dagang yang saat ini sedang berlaku pemberitaannya antara Amerika Serikat dan China, membuat kekhawatiran terhadap bangsa-bangsa lainnya. Karena mereka berdua merupakan negara-negara besar. Apalah artinya negara berkembang seperti Indonesia terhadap situasi perang dagang, tetapi jangan salah kira terhadap model kehidupan bangsa Indonesia seperti  dalam peribahasa “hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa” walaupun hal yang terjadi akan mempengaruhi kebijakan perekonomian, semua tetap memiliki pedoman kuat, karena kami merupakan bangsa yang mempunyai kearifan lokal serta ketahanan pangan. Karena perang dagang bukanlah suatu momok yang menakutkan bagi bangsa-bangsa yang tahan mental seperti bangsa Indonesia karena kami bisa melakukannya dengan baik sejak dahulu, perdagangan bukan satu-satunya harapan, “ada nyawa ada rejeki”.

 

Seperti ungkapan negarawan Bapak M. Hatta dalam sebuah tulisan di media online kompas : ” Melepaskan rakyat dari kesengsaraan hidup dan memberikan jaminan hidup bagi tiap orang,soal ekonomi yang pertama bagi sosialisme adalah menentukan dan memperoleh barang barang keperluan hidup yang terpenting bagi rakyat Indonesia, berupa makanan,pakaian,perumahan,kesehatan dan pendidikan anak-anak”

Perang dagang, bukan berarti tidak ada obatnya untuk menutupi bekas-bekas luka karena cidera perdagangan, kembali lagi dengan perumusan ekonomi.

Lalu bagaimana dengan pemikiran ekonomi dari bung Hatta : “Koperasi merupakan suasana yang mengutamakan kerjasama dalam suasana kekeluargaan antara setiap anggotanya yang bebas dari penindasan dan paksaan.Setiap anggota memiliki tanggung jawab bersama untuk menjamin kemajuan bersama setiap anggotanya dengan menolak pertentangan dan persaingan di dalam bidang yang sama”

Sehingga didalam pemikirannya, perekonomian dapat dijalankan oleh koperasi yang dimotori oleh rakyat kecil dengan konsep kekeluargaan mencapai kepentingan bersama dengan ongkos semurah murahnya.Dan pemerintah harus ikut turun campur dalam jalannya perekonomian sebagai pembantu kehidupan perekonomian dan pengawas perekonomian. “Mana kala koperasi mulai dihinggapi oleh semangat mencari keuntungan, berarti ia memutar lehernya sendiri”

Konsep perekonomian yang diinginkan Bung Hatta lewat koperasi adalah “Terbantu dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat atas aktivitas ekonomi merupakan tujuan utama perekonomian,sedangkan keuntungan dari aktivitas ekonomi merupakan bonus dari perekonomian”.

 

Selalu mempunyai landasan-landasa ekonomi kerakyatan membuat bangsa dan warganya dapat hidup kuat, sederhana, menjadi manusia seutuhnya, seperti peribahasa “hidup dikandung adat, mati dikandung hayat”. Boleh-boleh saja merasa ada hal-hal yang harus disiapkan dalam periode perang perdagangan, “Perahu sudah di tangan, perahu sudah di air”.  Perlakuan masalah seperti ini pasti akan terjadi lagi seiirng berkembangnya jaman serta persaingan perdagangan, mungkin entah, esok hari ataupun kapan ?.  Yang terpenting adalah, setiap bangsa serta warga negara sudah siap dengan kesejahteraan sederhana untuk bisa hidup lebih baik lagi dengan menghadapi kenyataan baru terhadap model-model perang dagang.

 

Tak diam beribu bahasa, akhirnya pebisnis terkenal Jack Ma berkomentar, “Kalian mungkin menang perang, tapi kalah pertempuran. Jangka menengah, banyak bisnis China yang akan pindah ke negara lain,” ungkapnya. [fiq/rid]

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *