Restaurant Pak Putra Di Malaka

pak putra restauran di Malaka

 

 

Kuliner di Malaka

Kalau kita bepergian ke Malaka, jangan sampai melewatkan makan malam ditempat makan Pak Putra. Tempat makan ini terletak di Jalan Kota Laksamana, Malaka. Untuk bisa makan disini kita jangan sampai datang terlalu malam. Memang Pak Putra buka dari petang sampai tengah malam. Tapi sepertinya jam 10 malam sudah banyak menu yang habis.

 

Pak Putra dan Restorannya

Karena rasa penasaran, aku dan temanku berjalan menyusuri tepi sungai Malaka menuju Pak Putra. Jarak dari penginapan kami ke tempat Pak Putra lumayan jauh. Kurang lebih 5 kilometer. Kami berjalan santai sambil sesekali mengambil foto karena banyak tempat menarik yang bisa difoto. Jadi ga terasa kami sudah sampai ditempat yang dituju.

 

Dimana tempat duduknya?

Sesampai di tempat Pak Putra kami celingukan gak dapat meja dan tempat duduk karena ramai banget. Kami didatangi salah satu pegawainya, orang India paruh baya. Beliau berkata kami disuruh sabar menunggu sebentar, kalau ada kursi kosong segera saja duduk. Tidak lama kemudian kami menunggu ada meja kursi kosong dan kami segera duduk untuk selanjutnya memesan menu.

 

Lapar datang, lalu kenyang kemudian?

Setelah satu jam sabar menunggu, akhirnya pesanan kami datang. Nasi briyani dengan kari ikan. Kuah kari bumbunya terasa banget. Ayam tandoori, kami pesan dua porsi. Seporsinya gede banget potongannya. Ayam tandoori adalah ayam olahan bumbu khas India dan juga dimasak dengan yoghurt. Cara masaknya dengan di oven. Rasa rempahnya kerasa banget dilidah.

Roti naan cheese, rasanya bagaimana ya?

Untuk roti naan cheese, kejunya melted banget. Nyesel banget waktu itu ga mesen sekalian banyak naan cheesenya. Kalo mau mesen lagi harus nunggu antrian lagi. Rasa kejunya masih kerasa sampe sekarang. Dan di Surabaya aku belum nemu penjual naan cheese.

Untuk harganya?

Untuk semua makanan yang kami pesan, kami membayar RM 51. Lumayan lah. Ga mahal, ga murah juga. Tapi kenyangnya awet sampai kita harus berjalan kembali ke penginapan yang jauhnya kurang lebih 5 kilometer, perut masih terasa kenyang.

Penulis: Anisfa/rid

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *