Reuni Besar SMUN 58 Tampil Dengan Karya Batik, Lurik Dan Tenun

anekacerita/rakyatpunyacerita

 

 

Reuni besar SMUN  58 berlokasi di Jakarta Timur, Minggu (30/06), angkatan yang ikut hadir dalam acara bahagia ini dari tahun 1983-2006. Setiap angkatan membawakan kreatifitas serta kemampuan berkarya, berusaha kembali mengingatkan serta mengenang memori jaman, tetapi tidak lupa juga pada kesempatan ini menampilkan kreatifitas kekinian. Pada hari istimewa, angkatan tahun 1997 SMUN 58 menampilkan beragam hal menarik, dengan menampilkan kegiatan pentas pengenalan pakaian, motif, tenun, lurik tradisional yang diperpadukan dengan gaya kekinian dalam ajang Fashion Show dan juga olah kreasi musik serta gerak Zumba dengan lagu Black Pink di bawakan oleh ZIN Dwi

Busana yang dikenakan merupakan karya dari salah satu Alumnus 58-97  bernama Linda, mempunyai produk kreatif  dengan nama “MLK Batik”, beralamat Jl Diponegoro No.31 Yogyakarta (Tugu Yogya ke Barat 50 meter). Sungguh perpaduan menarik, warna, corak lurik, serta gaya pakaian yang dihadirkan MLK Batik pada acara Reuni 58.

Mulailah para alumnus ini berjalan di atas panggung dengan busana tenun, batik, serta topi menarik. Dari dua belas macam pakaian yang digunakan terlihat sekali banyak arti motif terlintas, pasti anda tidak bisa menghafalnya dan mengartikan arti dari motif tersebut. Sangat mempunyai nilai, arti, serta kebanggaan tersendiri dapat menyuguhkan karya batik tersebut kepada khalayak ramai.  Tampak tidak terlihat canggung menggenakan pakaian favorite masyarakat Indonesia, mereka semua tersenyum, bergaya, serta dengan cukup santai ikut bergoyang dalam irama lagu, langkah dan kegembiraan. Dalam ajang pengenalan produk tradisional kekinian dibawakan oleh lima pria serta tujuh wanita dari berbagai macam profesionalitas karier.

Pakaian batik merupakan warisan dunia yang diberikan kepada Indonesia, sangatlah tepat para desainer-desainer ini menjaganya, berkreasi, memadukan serta menyuguhkan kepada semua masyarakat agar selalu mencintai, mengenal, menggunakan serta merawatnya sampai ketangan para generasi muda selanjutnya. Tidak perlu malu, tengsin, mokal, atau merasa norak menggunakan karya agung berpola batik ataupun bermotif lurik, karena dalam motif serta gambar tersebut mempunyai arti kehidupan, kenangan, cerita yang nyata dari para leluhur.

Sudah banyak merk terkenal dengan menggunakan kreatifitas batik ataupun lurik, tetapi semangatnya harus selalu ditampilkan dalam kegiatan masyarakat, pesan ini akan menjadi acuan penting dalam pengenalan batik ke generasi muda. Dalam waktu cepat, motif batik menjadi trendy di seluruh dunia karena menghadirkan motif-motif unik dan lucu, jadi memakai batik merupakan trend sepanjang masa. Menjaga pakaian batik tetap dalam keadaan baik merupakan salah satu tips kepada konsumen agar para pecinta batik ini dapat merasakan proses menjaga kualitas performa pakaiannya tetap terbaik sepanjang masa kenangan.

Mulai saat ini, berbicanglah tentang arti motif, warna, kreasi, kualitas, model, filsafat pakaian tersebut, karena batik, tenun merupakan cerita kehidupan bagi bangsa masyarakat Indonesia dimanapun berada. Salam berkarya, sukses selalu unutk para penggiat batik, terimakasih untuk “MLK BATIK”.

[fiq/rid]

Sumber Foto: Alumnus 58-97 (Wahyu Wicaksono & Kelik)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *