Sirkus Politik, Adu Aksi dan Reaksi

rakyatpunyacerita

 

 

Sirkus Politik, banyak penafsiran terlihat dakam pengartiannya, tapi ini merupakan versi saya sendiri terhadap makna kata-kata “Sirkus Politik”.

 

Sirkus dalam arti sebenarnya merupakan perkumpulan orang-orang, team pengelana yang mempunyai ketrampilan khusus, spesial, memukau serta keberanian tingkat tinggi. Keahliannya di dapat dengan proses pelatihan berturur-turut, tidak mengenal lelah dalam jangka waktu lama. Sampai akhirnya mereka bisa mencapai kepada titik keberhasilan serta kepuasan, sehingga hasil ketrampilannya dapat di pertunjukan kepada khalayak ramai dengan sempurna tanpa ada kesalahan sedikitpun. Sungguh hebat pemain-pemain sirkus internasional memperankan keahliannya. Saya sangat kagum dan menaruh penghargaan tertinggi untuk pemain sirkus, karena mereka menampilkan permainan terbaik yang tidak bisa dilakukan oleh orang biasa-biasa saja.

 

Lalu bagaimana jadinya ketika kata “sirkus” ditambakan menjadi “sirkus politik” dalam sebuah aksi adu kekuasaan, khianat kebenaran, penipuan dalam pelaksaana kekuasaan. ?

Sirkus politik, menurut saya adalah pertunjukan keahlian berwacana yang ditampilkan secara team atau kelompok dengan segala macam aturan rencana aksi serta mempunya akhir acara dalam perjalanannya, biasanya sirkus politik membagi peranan kepada personal ataupun kelompok untuk dimainkan ketika moment kesempatan terjadi. Sehingga akan menghasilkan dampak menguntungkan bagi kelompoknya serta golongannya.

Penampilan tokoh-tokoh sirkus politik merupakan kepintaran dari pada elite politik, membuat para penonton bertepuk tangan serta terhipnotis kepada wacana materi program. Berbeda dengan “Badut Politik”, walaupun “Badut” termasuk anggota Sirkus, tetapi saat ini Badut sudah bisa berbisnis sendiri tanpa perlu satu kesatuan unit sirkus.

 

Sirkus politik tidak menghasilkan tepuk tangan keberhasilan, karena penonton yang hadir merupakan kelompok binaan dari isi pertunjukan sirkus politik itu sendiri, yang pada saatnya nanti akan menguntungkan bagi mereka semuanya, tidak untuk khalayak ramai di luar dari tenda sirkus politik itu sendiri. Perbedaannya sangat berbeda dengan pertunjukan sirkus biasanya, yang menampilkan keahlian positif serta terbaik untuk memukau seluruh rakyat yang menontonnya.

 

Materi dalam “sirkus politik” semua hal yang dapat menggangu semua aturan kebijakan, menciptakan kebohongan, serta mengirimkan pertunjukan menyeramkan bagi semua orang. Karena penyuguhan materi permainan, tidak merupakan hal kebenaran dalam kehidupan nyata serta realitas infrastrukturnya. Membalikan fakta serta data, menjadi pertunjukan atraksi kain menjadi bunga seperti isu kebencian, lalu lempar sepuluh bola dalam dua tangan, seperti penglihatan program tapi tidak sejalan dengan kinerja menjadi kiasan biasa.

 

Apa saja yang tidak terlihat dalam “Sirkus Politik” padahal mempunyai peluang untuk besar dan populer dalam perebutan kekuasaan, tidak adanya seni politik , tidak adanya prospek politik untuk masa depan, tidak adanya pembelajaran politik terhadap generasi kedepan. Tertawa dalam sirkus politik tidak seperti dalam kaca televisi, kita tidak akan mengetahui mereka tertawa dalam keadaan seperti apa dalam memainkan tokohnya dalam sirkus untuk mengambil hati kita sebagai audiens.

 

Dalam putaran politik, harus berani menyambut hal-hal positif untuk membangun suatu peradaban terbaik bagi semesta, apakah bangsa kita siap akan putaran politik yang nantinya kelak akan kita rasakan setiap lima tahun sekali ?

Untuk kadar sirkus politik dapat diukur dalam keberhasilannya menggunakan kebencian, karena sering menggunakan lompatan-lompatan kesempatan negatif untuk mendapatkan hasil reaksi dari penampilan mereka. Seberapa banyak aksi “sirkus politik” berada di putaran politik bangsa kita ?

Tidak ada angin ataupun badai, sirkus politik akan terus bekerja, beraksi, mengambil semua ketidaksukaan tanpa menampilkan solusi kebaikan, hanya tujuan untuk mendapatkan pengikut atau agar penonton sirkus politik menjadi warisan sebagai penerusnya kelak.

Apakah ada demokrasi dalam “Sirkus Politik ?”

Mungkinkah “Sirkus Politik” akan menjadi model penghancur politik-politik lainnya?”

Bagaimana apabila menjadi kenyataan “Sirkus Politik”?

Apabila ” Sirkus Politik” tanpa terasa hadir dalam suasana makam malam keluarga anda ?”.

Siapa sajakah penggemar “Sirkus Politik”?

Apa yang terjadi kelak ketika  Tokoh”Sirkus Politik” menjadi tokoh negeri ?

 

Saya akan kembalikan lagi kepada anda mengimajinasikan sirkus politik  menurut pemikiran anda, karena sirkus politik merupakan tontonan nyata apabila kita bisa melihatnya. Segala bentuk hasil dari pertunjukan merupakan bagian kesepakatan dalam bertindak.

 

Apa saja pillihannya dalam aksi “Sirkus Politik?”

Akankah saya  membeli tiket untuk melihat pertunjukan “Sirkus Politik”  atau hanya menjadi penonton atau saya memaklumi saja dengan pertunjukan seperti ini dalam kancah politik ?.

Beberapa tulisan tentang beragam macam gaya politik,

sirkus politik https://seleb.tempo.co/read/315034/sirkus-politik-dalam-karya-alit-sembodo/full&view=ok

Sumber gambar : Pixabay/[fiq/rid]

 

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *