Suara Peduli Untuk Selamatkan Gunung Tumpang Pitu!

 

Budi Pego bebas demi hukum berdasarkan Berita Acara Pengeluaran Tahanan Demi Hukum Nomor: W15.PAS.PAS 21.PK.01.01.01-/35/ yang dibuat berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor: 559/Pid.B/2018/PN Byw tanggal 1 Juli 2018.

 

Anggota Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Daulat Agraria (Tekad Garuda) Ahmad Rifa’i menyatakan, “Terhitung sejak masa awal penahanannnya, dan merujuk pada putusan PN Banyuwangi dan PT Surabaya, Budi Pego bebas hari ini 1 Juli 2018. Jadi dia harus bebas demi hukum,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Advokat yang berasal dari Pesanggaran ini mejelaskan jika dikemudian hari putusan kasasi lebih dari 10 bulan, terdakwa tinggal melanjutkan penahanannya untuk menghabiskan sisa hukuman itu.

Budi Pego langsung disambut oleh masa aksi, menggenakan kaos putih bertuliskan tolak tambang emas Tumpang Pitu langsung digendong. Masa serentak menyanyikan lagu Mars Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu.

 

Masa gabungan dari Forum Rakyat Banyuwangi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu (ForBanyuwangi-red), WALHI Jatim dan berbagai komunitas mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banyuwangi untuk menyambut bebasnya Heri Budiawan alias Budi Pego pada Minggu (1/7).

 

Masa bergerak dari Patung Kuda dengan menggunakan kendaraan bermotor sambil membentangkan spanduk dan panji-panji perjuangan serta bendera yang berisi tentang penolakan terhadap pertambangan emas yang berada di kecamatan Pesanggaran.

 

Budi Pego dalam orasi menyampaikan pendapatnya, “Telah banyak warga Pesanggaran yang menjadi korban karena adanya pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu oleh karena itu seluruh warga harus bersatu untuk melawan fitnah”.

 

“Saat ini saya menjadi korban atas keberadaan tambang emas di Gunung Tumpang Pitu. Kita jangan sampai ada pertikaian satu sama lain agar tujuan kita tercapai,” ujar Budi Pego.

 

Apresiasi dari teman-teman yang hadir di lokasi, anggota Komunitas Pecinta Alam Pemerhati Lingkungan (Kappala) Rosdi Bahtiar Martadi meyakini bahwa Budi Pego tidak bersalah dan harus dibebaskan dari segala tuntutan.

 

“Urusannya bukan 10 atau 1 bulan, tetapi Budi tak pernah menyebarkan paham terlarang sebagaimana didakwakan, maka Budi menempuh upaya banding dan kasasi. Lagi pula, masalah yang sebenarnya adalah penghambatan sikap kritis warga Tumpang Pitu,” paparnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Affandi,  WALHI Jatim menyakini kasus kriminalisasi ini hanya untuk mengalihkan perhatian publik atas persoalan utama yang sedang dihadapi masyarakat Sumberagung dan sekitarnya. Yakni ancaman krisis sosial-ekologis yang ditimbulkan oleh hadirnya pertambangan di Tumpang Pitu yang memiliki fungsi besar bagi masyarakat.

 

Setelah menyampaikan pendapat di depan Lapas Banyuwangi, masa bersama Budi Pego bergerak dari lapas Banyuwangi menuju Pemkab Banyuwangi. Aksi membubarkan diri pada pukul 14.00 WIB. (terbitco/rfq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »