Sumpah Pemuda, Kini & Nanti

Sumber Foto: pixabay.com

Sumpah pemuda sudah terlewat beberapa hari yang lalu pada tanggal 28/10, banyak hal saya lihat dan dapatkan dari perjalanan teriak sumpah pemuda. Bila kembali membayangkan proses terjadinya sumpah pemuda pada jaman sejarah dan kini, banyak perlintasan dalam pikiran saya tentang sakralnya kata “SUMPAH”. Agar kita kembali ingat, apa yang mereka ucapkan, saya akan kembalikan lagi kata-kata tersebut;

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU TANAH INDONESIA

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU TANAH INDONESIA

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENJUNGJUNG BAHASA PERSATUAN BAHASA INDONESIA

Bersumpah dengan penuh kebanggaan merupakan rasa nasionalisme, kekuatan, kesatuan negeri.

Banyak hal peristiwa menarik pada saat hari sumpah pemuda terjadi waktu itu, ketika saya melihat wawancara media televisi kepada para pelajar serta mahasiswa di suatu tempat, mereka mewawancarainya dengan durasi yang cukup panjang untuk mengartikan apa itu sumpah pemuda, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan pemikiran kami semuanya yang sedang menonton acara tersebut.

Apakah ini merupakan salah satu kemunduran dari sebuah sumpah ? .

Bagaimana sumpah pemuda, masihkah relevan pada negeri yang katanya akan revolusi industri 4.0 ?.

Ketika apa sumpah pemuda kembali menjadi sumpah suci untuk kesatuan negeri ?.

Mereka putra dan putri, mungkin sudah mempunyai sumpah lain yang tidak bisa kita catat dalam kenyataan di negeri ini ?.

Banyak hal mengalami perubahan, bertanda jaman bergerak dalam keputusan, pertimbangan dan menetapkan. Mempertahankan segala hal, Janji, Sumpah, Satu tekad, memang sangat sulit diterapkan. Tetapi kenapa para terdahulu, bisa menjaganya sampai kita merasakannya saat ini, pudar, tergores jaman, termakan waktu, akhirnya hilang.

Apakah kita harus berbuat sumpah lebih suci lagi untuk menggantikannya menjadi baru ?.

Saya yakin, waktu sekarang ini adalah bukan waktu yang tepat untuk bersumpah, karena sudah banyak sumpah, sudah banyak kita lihat sumpah lebih mengerikanyang dilakukan para penguasa, terlewati begitu saja, mereka bahkan melanggarnya dengan penuh keberanian tanpa malu lagi untuk disiarkan.

Banyak kutipan dari berbagai media yang mengikutsertakan pengagas kebangsaan,

Dan hanya semangat kebangsaan, yang dipikul oleh perasaan keadilan dan kemanusiaan, yang dapat mengantar kita maju dalam sejarah dunia” ungkap Sutan Syahrir.

Kita ini turunan bangsa besar, yang sejarahnya gilang-gemilang pada masa dahulu, dan kini harus menebusnya kembali” ungkap Mohammad Hatta.

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya, dan tanpa kecerdasan cinta itu tidak cukup” B. J Habibie.

Semoga saja peristiwa besar sumpah pemuda pada waktu ini, ketika semua pihak-pihak bersatu dari berbagai partai, profesionalitas, karakter, sudut pandang, berkumpul dalam Kabinet Indonesia Maju, bisa membuat perubahan, pencerahan, kejayaan untuk bangsa dan negara, kami berharap banyak. Semoga berhasil, Tuhan bersama kalian semuanya.

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *