Tanah Air Ku & Teknologi

Terbentur kepalaku dengan energi kecanggihan zaman teknologi, hampir melupakan hal yang sederhana yaitu mengabadikan tanah air. Berbicara teknologi masa depan dengan generasinya, kehebataannya, manfaatnya, serta ingin menguasainya tanpa batas. Entah nanti akan menjadi seperti apa generasi selanjutnya?.

Berbicara, berpikir, bertindak dengan modal dasar pemuda/pemudi produktif dengan gagasan kecerdasan tingi untuk memacu sebuah satuan bentuk kata yang bernama teknologi, merupakan sebuah tantangan, kesempatan, kekuasaan atau kemunduran jaman, penghabisan karakter kepribadian bangsa. Sangat tidak masuk akal, ketika teknologi bisa menghabiskan semua hal yang tadinya berjalan normal, kelak akan menjadi suatu kecepatan tinggi dalam melakukan proses perubahan.

Tapi kenyataannya, ingin membicarakan teknologi tingkat tinggi, boleh_boleh saja melakukan hal itu, tidak ada yang salah. Tetapi harus diingat, ketika teknologi itu sudah datang, habis pula obrolan tentang tanah air.

Kemana Tanah Air?

Bagaimana kehancuran tanah air bisa terjadi?

Apa yang menyebabkan kehancuran tanah air?

Kami rindu tanah air?

Kembalikan tanah air kami?

Sampai saat ini, untuk hal diatas tersebut, tidak membutuhkan teknologi tinggi, kecerdasan program ataupun era industri 4.0.

Tanah air, berbicara tanah kelahiran, identitas negeri, kesatuan semesta warisan dari leluhur yang perlu dijaga.

Apakah tanah air perlu teknologi era industri 4.0?

Apakah tanah air perlu sistem teknologi tinggi, agar tetap seperti semula, dengan keragaman hayatinya hingga lestari?

Apakah tanah air memerlukan pemuda yang cerdas tingkat masif dan bertransformatif industri?

Tanah air sudah sejak dahulu ada sebelum mengenal teknologi, lebih tua umurnya dari industri teknologi 4.0.

Apakah sekarang masih ada tanah air, ketika lubang-lubang sisa pertambangan menjadi hiasan di layar teknologi?

Bagaimana tanah air mulai menjadi aliran limbah beracun, yang berwarna hijau di layar teknologi?

Apa saja yang diberikan tanah air sampai-sampai teknologi tinggi merobek, merusak, menghancurkan puncak-puncak gunung hanya untuk kekayaan?

Aku memilih tanah air daripada aku mati terjerat dalam balutan warna-warni teknologi.

[fiq/rid]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *