Terperangkap Corona

Malam terlewati seperti kereta melaju dalam lintasan rel

Meraung-raung mebawakan kabarnya kepada gelap malam yang sakral

Terus menambah kecepatan mengadu nasib dengan peruntungan hidup

Tidak mengetahui apa yang siap menghadang di kerumunan gelap

Duduk di bangku penuh kutu

Berkelambu menanti tamu

Tak pikir menyajikan menu

Atau tamu akan menjadi debu

Jam terus berputar hingga pagi datang bersama kelam

Suara lokomotif, peluit, derap langkah, bau rem terbakar, barang bawaan, akhirnya ketakutan dimulai perlahan dalam barisan kusam

Tak beribu kata terucap, tak ada jabat tangan erat, tak ada pelukan hangat, tak ada ciuman, semuanya terbungkam

Senyap bertelungkup lembab tak jadi hujan tadi malam

Tak sempat berdandan

Kaget terbangun

Lalu berderet menyusuri jalan

Berharap nasib baik tak terkena tulisan di papan

Otak tertekan

Tak melawan

Suara pengatur suhu mendarat pelan

Ya anda boleh lewat

Selamat

Entah hari esok

Dalam kesempatan terdesak

Terhimpit deru nafas corona, awas jaga jarak

[fiq/RID]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *