Udaraku Polusi

Tanpa ruang terhimpit sesak

Tanpa daya menghisap racun

Tanpa rasa melaju deras menghujam dada,

Akhirnya aku terhempas dalam lapisan asap

Menghirupnya dalam lamunan sunyi

Menghembusnya perlahan terasa Luka

Ini bukan udaraku

Ini kematian perlahan untuk bumi

Tak cukup untuk bersembunyi

Tak mampu untuk menggali

Tak kuasa untuk menutup Mata

Asap itu Tak hilang entah sampai kapan

Aku Tak perlu kotamu

Aku Tak perlu peraturan berengsek

Aku Hanya mau udaraku

Untuk generasi penerusku

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *