2 Tahun Santriwati Pulau Harapan Cendekia

Tentang Asrama / Rumah Orange 174. Suatu tempat yang membuat senang bagi siapapun yang mampir untuk singgah, belajar untuk berbagi, bercerita, ilmu, suasana, kehangatan, serta tentang bagaimana suatu keluarga ini menjadi keluarga besar untuk semuanya.

Kenapa ada rumah oranye 174?

Senangnya berkumpul di rumah oranye, berbagi cerita, tawa bersama, sampai mengerti arti proses cerita kehidupan serta berbagi pengalaman. Sebelum ada asrama santri untuk mukim,  kami hanya pindah dari satu tempat ketempat lainnya, mencari tempat tinggal kontrakan ukuran secukupnya, karena keperluan tugas pekerjaan orangtua. Bagian terpentingnya adalah, kita semuanya masih bisa berteduh dari cuaca, belajar dan punya ruangan untuk tidur, alhamdulilah cukup.

Mempunyai rumah itu sulit, bahkan orangtua kami baru mempunyai rumah sendiri saat penghujung usia yang tidak lagi muda. Setelah masa pensiun tiba,  itulah nasib pekerja sipil yang mendedikasikan waktu, separuh kehidupan, pembentukan jiwa serta raganya untuk tugas menjadi pelayanan masyarakat. Allhamdulilah sekali lagi, kami berkeluarga jadi mengerti arti proses belajar, bertindak, berbijak dalam setiap keputusan di masyarakat. Pengalaman adalah guru yang paling berharga.

Layaknya harapan sebuah keluarga di seluruh Indonesia, menjadi satu keutuhan di rumah temapt kita tinggal,  penuh suasana hangat, harmonis, canda tawa bersama. Tempat tinggal yang asik itu, selalu ramai di dalamnya, berkumpul anggota  keluarga  seperti layaknya keluarga cemara.

Mungkin anda juga sama memiliki keluarga seperti kami, bukankah itu sangat menyenangkan?

Lalu kemudian, bagian cerita lainnya mengikuti, rumah itu sepi, karena para anggota keluarga harus kembali mencari ilmu serta pengetahuan untuk kemudian kembai berkumpul saling bercerita. Anggota keluarga menggadu nasib di luar perkarangan rumah, kemudian berkeluarga.

Terakhir almarhum orang tua laki [Ayah] sudah terlebih dahulu meninggalkan kita semua, kami berpikir bagaimana menimbulkan keramaian kembali, lengkap, seutuhnya sebuah suasana kekuatan kebersamaan di rumah itu. Maka kami bergegas untuk segera mendirikan rumah quran untuk para santri yatim-dhuafa di rumah tersebut. Begitulah semangat yang kami berikan untuk membentuk sebuah kumpulan keluarga lebih besar lagi dari yang kami miliki dahulunya. Sekarang, inilah keluarga besar kami, kenalkanlah.

Siapa saja anggota keluarga kami?

Menghadirkan para hafidzh – hafidzah dari  ruang lingkup lingkungan, bukan impian kecil tapi bukannya tidak bisa direncanakan, justru hal  ini akan menjadi tonggak ukuran kita bersama untuk mewujudkannya. Sekarang sudah berjalan 2 tahun, kehangatan itu masih ada bahkan lebih jauh mendalam menyelimuti relung – relung jiwa dengan baca bacaan Al-Quran, serta doa, aktifitas harian para santriwati penuh berkah. Tanpa terasa tulisan ini penuh derai air mata kebahagiaan, bahwa kami percaya aktifitas kegiatan ini akan terus menggalir sampai kelak menjadi kumpulan tetesan keberkahan sampai cucu cicit kita kelak. Tentunya juga semua pihak yang telah ikut berpartisipasi.

Menggenal sosok orang tua [Eyang] di asrama santriwati

Sebut saja biasa dipanggil Eyang, beliau sangat menggayomi keluarganya dari dahulu kala, saat masih aktif di kegiatan PNS lalu, menjadi istri sholeha, juga memberikan hal terbaik untuk seorang ayah, terus berjuang, bertutur, untuk kehidupan keluarganya. Kata -katanya selalu menggundang doa, ketegasan, keberanian untuk terus menjalankan aktifitas di asrama. Membuat para santriwati  disiplin, dari bangun tidur, sampai kemudian sarapan, lalu melakukan aktifitas asrama lainnya, menjaga kebersihan bersama, membuat kue, serta memasaknya. Pelajaran yang tidak didapatkan dari sebuah buku catatan Colombus.

Ketegasanya di mata santri, karena beliau selalu menjelaskan sebab dan akibat dalam setiap hal pekerjaan yang akan di lakukannya. Tak jarang kami selalu minta di doakan, dan mendoakanya dalam keadaan sehat dan penuh rahmat dari- NYA. Doa yang mendoakan yang termahal tak ternilai menjadi sayap-sayap kehidupan untuk kita semua.

Teruskan semangat Eyang Uti, perjuanganmu dari saat masih aktif, sampai saat ini terus membasahi jiwa relung perjuangan kami. Dan semoga kita semua dalam kebaikan.

Ada yang luar biasa, siapakah mereka ?.

Santri ini luar biasa, terlanjut istimewa, kami tidak menyebutnya nakal, tapi kami belajar membedakan jenis pendidikan, pelajaran, sikap, tuturkata, lembut, akhlak yang baik untuk mereka semuanya para santri. Sejatinya orangtua adalah peniru terbaik oleh anaknya, segala hal apapun, terucap dan terjalani, itu semua dari orangtuanya. Dengan berat hati beberapa bulan lalu kami memulangkan beberapa anak santri, dengan catatan, anak ini tidak mengikuti peraturan asrama mahad, yang sudah di tentukan. Bahkan sering kali nilai akademik yang sudah di pelajari tidak memenuhi standart kelulusan.

Ini bagian dari pembelajaran, berlaku untuk para anak santri lainnya, agar tetap berada dalam garis aturan untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Mengapa Pulau Harapan dan cendekia?

Rumah Quran, hadir di tengan pemukiman padat wilayah. Lokasi di Cipayung- Cilangkap, Jakarta Timur, mendengar beberapa rumah dari kami ada yang putus sekolah. Mengguatkan kami untuk memulainya rumah quran ini. Pulau harapan, salah satu nama jalan di lingkungan rumah kami, cendekia kalau kita kenal adalah sesuatu kata sifat yang hadir karena keilmuan, kecerdasanya di bidang ilmu pengetahuan. Pulau harapan cendekia, kami mempunyai visi besar kedepan, kelak dikemudian hari. Kami bersama dengan seluruh pihak yang mempunyai niat baik, mempunyai tugas untuk mewujudkan anak-anak tunas bangsa yang kelak akan berperan penuh untuk kemajuan bangsa serta negara. Hal terkecil adalah untuk keluarga dan lingkunganya.

Tidak lain bukan hanya keilmuan dari ibadah agama saja, ilmu sosial dan berbudi pekerti baik dari sisi keilmuan kehidupan lainnya, bisa diterapkan untuk para santri. Itulah keinginan memberikan hal terbaik, bermanfaat untuk masyarakat sekitar, hal yang kecil di mulai dari saat ini dan terus melakukannya.

Di tengah kesulitan ada kemudahan

Berawal dari tulisan sebelumnya, saat kita memulainya tahun pertama. Segala aktifitas kegiatan mahad pulau harapan cendekia di asrama, kami ada kejutan kesulitan yang harus kami lewati bersama-sama. Kesulitan yang sebenrnya kita pahami, bahwa kami semua bisa melalui dan ada kemudahan selanjutnya, bahwa janji Allah swt itu pasti.

Barang siapa yang menjaga agamanya Allah swt (dalam hal ini para santri penghafal Al Qur’an) , maka kemudahan selalu bersamanya.

Kebutuhan sumber daya pangan selalu harus ada, keberadaannya wajib setiap hari. Untuk suguhan terbaik para santri selalu kami siapkan, pernah ketika cerita hari itu. Bagian konsumsi binggung, entah mau masak menu apa?, Keadaan yang terjadi ketika  keuangan bagian konsumsi sedang paceklik di tengah bulan, badai pasti berlalu. Tapi dengan mudahnya berfikir positif,  bahwa nanti ada kiriman konsumsi matang siap saji, dengan lauk lainnya.

Dan yang terjadi benar saja sebutku, hal makanan favorit  yang seketika anak-anak santri mau, itu hadir dan datang dengan sendirinya, ini semua dengan perantaraNYA dan KuasaNYA kami percaya akan hal itu.

Dari situlah kami selalu yakin, dan tidak ada hal yang tidak mungkin kalau Allah sudah berkhendak.

KUN’ FAYAKUN” Terjadi maka Terjadilah.

Bagimana perlengkapan asrama, apakah sudah siap?

Pada saat mulainya asrama, urusan lemari, ranjang, kamar mandi, penyedot udara, serta kipas angin, semuanya harus siap. Rumah asrama mahad pulau harapan cendekia, tersedia hanya 4 kamar, dibawah 3 kamar dan 1 kamar di lantai atas (khusus untuk para ustadzah).

Di saat itu semua kami, berdoa, bergerak, berpikir, mencari solusi untuk mempersiapkan kebutuhan santri lainnya itu, kanal-kanal donasi, melihat gawai untuk mencari kontak person pribadi, mencari solusi bersama untuk melengkapinya. Menyiapkan ruas-ruas kamar untuk di buatkan ranjang kasur dari bahan yang baik dan kuat tahan lama di pakai oleh para santri. Kalau kami dahulu sempat rekam menjadi video, pastinya seru untuk dilihat pada acara ulang tahun.

Disaat kasur ranjang gak cukup, dan ruangan yang terbatas. Satu kamar kami sulap jadi 4 kasur dengan beberapa ranjang tingkat yang kami susun dan siapkan untuk santri. Alhamdulillah semua santri senang, bisa istirahat tidur dengan nyaman di asrama. Kami belajar lagi tentang mereka bahwa kesederhanaan dan terus mengHafal Al Qur’an itu adalah tujuan sejatinya.

Kenapa mau jadi Santri?.

Kami tanyakan hal kegiatan ini, saat sudah mereka bergabung bermukim di asrama. “Kenapa nak kalian mau jadi santri, seloroh jawabnya. Aku ingin menyenangkan membahagiakan orangtua, dan membawa mahkota surga  untuknya”. Jawaban sangat istimewa dari seorang anak, karaker anak – anak yang kita kenal saat ini di luaran sana masih bermain dengan gawainya, berbeda dengan para santri ini. Mereka jauh dari kawan-kawan rumah dan tempat rumah tinggalnya lalu jauh dari orangtua, kakak , adiknya serta kerabat keluarga.

Itulah perjuangan, tidak ada hal mudah lalu sia- sia, dari perjalanan kehidupan yang di lakukan oleh santri santri ini, mereka akan mengenggam dunia dengan Al Qur’an dengan cara-NYA.

Ahamdulillah Ya Rabb kuatkan kami bersama dalam proses program mahad pulau harapan cendekia ini, semoga selalu kemudahan menyertai kita semua.

Ekstrakulikuler santri

Selain mereka mengghafal Qur’an, para anak santri juga melakukan rutinitas tiap minggunya, mereka juga kami berikan pengetahuan dan informasi lainnya di luaran sana.

Kami berikan pelajaran tentang berpanah, menonton film yang bermanfaat tentang perjuangan Nabi – Nabi dan tentang alam raya dunia. Acara nobar ini (nonton bersama di setiap akhir pecan ini), merupakan agenda wajib yang di tunggu para santri.

Selain itu Ekstrakulikuler lainnya class cooking, mereka menggenal bumbu, rempah – rempah dapur, dan bahan – bahan untuk membuat kue. Disini mereka di ajarkan untuk bisa memasak di kemudian harinya. Menggambar, kegiatan ini juga disenangi para santri menumpahkan rasa jiwa dengan menggambar, ada yang menggambar masjid, penggunungan serta kaligrafi. Dan yang paling berprestasi adalah taekwondo, santri kami berhasil menjuarai tingkat Se-jabodetabek kelas pelajar di gedung popki, cibubur tempo hari. Mereka belajar untuk bisa menjaga diri di kehidupan luar sana.

Semoga tidak bosan mendengar cerita-cerita kami dari rumah oranye, Mahad Pulau Harapan Cendekia. Kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan 1441 H. Semoga kami panjang umur dan bisa memberikan hal terbaik untuk para santriwati. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih untuk para pihak yang telah memberikan semangat, doa, serta rejekinya, terimakasih para donatur.

Salam sehat selalu, Wassalamualaikum Wr Wb

[qay/PulauHarapanCendekia]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *