IndonesianEnglish

PERJALANAN USIA JOSEPHINE

Rakyat.id
17/09/21
di usia sembilan tahun, ia bekerja membersihkan rumah2 di St. Louis di tepian sungai Mississippi.
di usia sepuluh, ia menjadi penari pengamen di jalanan.
di usia tigabelas, ia menikah.
di usia limabelas, ia menikah lagi. ia tidak menyimpan ingatan buruk tentang suami pertamanya. dari suami keduanya, ia mempertahankan nama belakangnya, karena suka dengan bunyinya.
di usia tujuhbelas, Josephine Baker menarikan dansa charleston di Broadway.
di usia delapanbelas, ia menyeberang Atlantik dan menaklukkan Paris. “Venus Hitam” itu menari telanjang, tanpa pakaian kecuali ikat pinggang dari buah pisang.
Perpaduan yang langka antara kemampuan melawak dan kemampuan membuat laki2 bertekuk lutut menjadikannya bintang pertunjukan paling dikagumi dan berbayaran tertinggi di seluruh Eropa.
di usia duapuluh empat, ia perempuan paling banyak difoto di planet bumi. Pablo Picasso, berlutut, melukisnya. agar bisa seperti dia, gadis2 berkulit putih pucat mengoleskan krim kenari agar kulitnya menjadi lebih gelap.
di usia tigapuluh, ia mengalami masalah di beberapa hotel karena ia bepergian membawa seekor simpanse, ular, kambing, dua burung beo, beberapa ikan, tiga kucing, tujuh anjing, seekor cheetah bernama Chiquita yang lehernya berkalung berlian, dan seekor babi kecil bernama Albert, yang dimandikannya dengan Je Reviens, parfum buatan Worth.
di usia empatpuluh, ia menerima anugerah Legiun Kehormatan atas jasanya dalam perlawanan Prancis selama pendudukan Nazi.
di usia empatpuluh satu ia bersama suami keempatnya,  mengangkat duapuluh anak berwarna kulit dan latar belakang beragam, yang dinamakannya “suku pelangi saya.”
di usia empatpuluh lima, ia kembali ke Amerika Serikat. di pertunjukkannya, ia mengharuskan setiap orang, putih dan hitam, duduk bersebelahan. kalau tidak, ia tidak akan melakukan pertunjukan.
di usia limapuluh tujuh, ia berdiri di panggung bersama Martin Luther King dan berpidato mengecam diskriminasi rasial di depan massa Pawai Akbar Washington.
di usia enampuluh delapan, setelah pulih dari kebangkrutan parah, di Teater Babino di Paris ia merayakan setengah abad berpentas di dunia ini.
lalu ia mangkat.
Pengarang Buku : Eduardo Galeano
Sumber Buku : Mirrors
Penterjemah : wardah hafidz
Sumber Foto : muckrock.com
Selamat membaca.
[RID/fiq]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
userusersmagnifiercrossmenuchevron-down
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x