Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Tangan mungil mengetuk pintu hatiku

Mengajak bermain dalam sinaran surya pagi

Berkata lembut, mari kita bergerak

Tarik tanganku

Berlari kebelakang tubuhku

Melingkarkan tangannya kepadaku

Akhirnya kami berjalan, membuat tarian dalam hangatnya sinaran surya

Tertawa, bergembira, bersyukur diberikan hidup

Ini seperti rekaman ingatan

Bagi manusia sederhana

Tak tergantikan oleh nilai nominal

Semoga hari ini indah

[RID/fiq]

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, penyelengaraan AJK tahun 2020 mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi Covid-19, Menuju Masyarakat Produktif”. Adapun kategori lomba antara lain mencakup liputan media cetak, media online, liputan TV, liputan radio dan foto jurnalistik.

“Karya jurnalistik yang diikutsertakan adalah karya yang memiliki informasi yang bermanfaat, proporsional, mengedukasi publik dan harus memiliki keakuratan data dan memenuhi unsur-unsur jurnalistik,” jelasnya.

Peserta lomba, lanjut Plt Kabiro Humas mengirim jenis karya berupa hard news, soft news atau features, liputan investigasi, indepth reporting, opini dan jenis karya jurnalistik lain. Total hadiah untuk semua kategori lomba dalam AJK 2020 sebesar Rp175 juta.

Sumber: Biro KOMINFO

[RID/fiq]

Merayakan Dies Natalis Udayana Ke- 58 dengan tema "IKAYANA CREATIVE MOVEMENT"

SABTU 26 SEPTEMBER 2020

[RID/fiq]


Dayang-dayangnya memandikannya dengan susu keledai dicampur madu.


Setelah mambalurinya dengan sari bunga melati, lily, dan kamperfuli, mereka membaringkan tubuhnya di atas bantal sutra berisi bulu angsa. 


Di bulu matanya yang tertutup ditaruh selapis tipis aloevera.

Di wajah dan lehernya, campuran empedu sapi, telur burung onta, dan lilin lebah. 


Ketika ia terbangun dari tidur siangnya, bulan telah tinggi di langit. 


Dayang2 memenuhi tangannya dengan sari mawar dan membalur-wangi kakinya dengan eliksir almond dan bunga jeruk. cuping hidungnya menghirup harum jeruk nipis dan kayu manis, sementara kurma dari padang pasir mempermanis rambutnya, yang berkilau oleh minyak kenari.


Saat mengenakan makeup pun dimulai. bubuk kumbang memerahkan pipi dan bibirnya. antimon menggaris alisnya.

Lapis lazuli dan malakit melukiskan selubung bayang biru kehijaun di seputar matanya.


Di istananya di Alexandria, Cleopatra memulai malam terakhirnya.


Firaun terakhir, yang tidak secantik anggapan orang, ratu yang lebih mumpuni dibanding anggapan orang,yang menguasai beberapa bahasa dan paham ekonomi dan berbagai keahlian laki2 sehingga mencengangkan Roma,yang berperang melawan Roma,yang berbagi tempat tidur dan kuasa dengan Julius Caesar dan Mark Anthony,sekarang, mengenakan pakaian paling tidak lazim dan pelan-pelan duduk di singgasananya, sementara tentara Roma merangsek menyerang.

Julius Caesar sudah mati, Mark Anthony sudah mati.

Pertahanan Mesir runtuh.

Cleopatra memerintahkan keranjang jerami dibuka.

Suara berderik menggema.

Ular itu merayap.


Dan ratu sungai Nil itu membuka tuniknya, memberikan kepada ular buah dadanya yang telanjang berkilau berlapis bubuk emas.

Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz
Foto: heritagedaily

[RID/fiq]


Ia gembala di Thrace, serdadu di Roma, gladiator di Capua.


Ia budak yang melarikan diri dengan bersenjatakan pisau dapur.

Di kaki bukit Vesuvius ia membentuk pasukan budak pelarian yang dalam pengembaraan menjadi semakin kuat, dan akhirnya menjadi pasukan tentara. 


Di satu pagi, tujuhpuluh dua tahun sebelum masehi, Roma gemetar. warga Roma melihat orang2 Spartacus menatap mereka. saat fajar, tombak meremang di puncak2 perbukitan. dari sana, para budak mengincar kuil2 dan istana para ratu, penguasa dan pengatur dunia: begitu dekat, terjamah oleh mata mereka, tempat yang telah mengoyak nama dan memori mereka, dan mengubah mereka menjadi benda untuk dicambuk, diperjualbelikan, atau dihadiahkan.


Tidak pernah terjadi serangan. tidak pernah ditahu apakah Spartacus dan pasukannya telah sebegitu dekat, atau mereka sesungguhnya hanya momok yang diciptakan oleh rasa takut. karena ketika itu, di medan2 pertempuran para budak telah banyak mempermalukan pasukan penguasa. 


Perang gerilya membuat imperium tegang selama dua tahun. 
kemudian para pemberontak, dikepung di pegunungan Lucania, akhirnya dilibas oleh serdadu yang direkrut Roma di bawah pimpinan seorang perwira muda bernama Julius Caesar.


Ketika Spartacus tahu bahwa ia kalah, ia merapatkan tubuh ke kudanya, kepala rapat dengan kepala, keningnya menekan gombak pendampingnya di setiap pertempuran itu. ia tusukkan belati panjangnya dan disayatnya jantung kuda itu.


Hukuman penyaliban berlangsung di seluruh Via Appia dari mulai Capua sampai Roma.


Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: wikipedia

[RID/fiq]

VR Run Series Mandalika 2020 berlangsung pada 24-30 Agustus 2020.

[RID/fiq]

Mengutip pagi, tak luka oleh malam

Berikan harapan pada kenyataan

Bernafas bagi kemenangan

Melawan cinta tak kunjung padam

Pada bulan dia bersandar mesra

Ketika sang bintang malu untuk berkata

Awan meniupkan mantra

Ayo segera katakan cinta

Anak-anak manusia bermain cinta

Akhirnya di ranjang penuh asmara

Tawa

Cinta

Duka

Luka

Dusta

Canda

[RID/fiq]

Demosthenes melecehkannya: “anak ini menginginkan altar. ya, sebegitulah yang akan kita berikan kepadanya.”


Anak itu adalah Alexander Agung. ia mengklaim keturunan Heracles and Achilles. ia menyebut dirinya “dewa tak terkalahkan.” ketika itu ia telah terluka delapan kali dan masih sedang lanjut menaklukkan dunia. 


Ia mulai dengan menobatkan dirinya raja Makedonia, setelah membunuh semua sanak keluarganya. begitu besar keinginannya menjadi maharaja, ia menghabiskan tahun2 dalam hidupnya yang pendek berperang tanpa henti.


Kuda hitamnya lebih cepat dari angin. ia selalu menyerang lebih dulu, dengan pedang terhunus di tangan, jambul bulu putih di kepala, seolah setiap pertempuran adalah urusan pribadi:
“saya tidak akan mencuri kemenangan,” ujarnya.


Alangkah selalu ia mengingat ajaran Aristoteles, gurunya:“umat manusia terbagi menjadi yang terlahir berkuasa dan yang terlahir dikuasai.” 
dengan tangan besi, ia memadamkan pemberontakan dan menyalib atau merajam mereka yang melawan, tetapi ia juga penakluk yang tidak lazim yang bahkan senang mempelajari adat istiadat taklukannya.

Maharaja itu menyerbu daratan dan lautan dari Balkan sampai India lewat Persia dan Mesir dan wilayah di antara keduanya, dan di manapun berada ia selalu menebar perkawinan.

Idenya yang cerdas menikahkan serdadu2 Yunani dengan perempuan2 setempat menjadi berita tidak menyenangkan bagi Athena, yang sangat keras menolak, tetapi langkah itu mengokohkan wibawa Alexander dan kekuasaannya di seantero peta baru dunia yang diciptakannya.


Hephaestion selalu bersamanya dalam peperangan dan pengembaraannya. ia adalah tangan kanan di medan perang dan kekasih di malam2 kemenangannya. dengan ribuan kuda tak terkalahkan, tombak panjang, anak panah berapi, dan Hephaestian di sisinya, Alexander mendirikan tujuh kota, tujuh Alexandria, dan ia seakan tak terbendung.


Ketika Hephaestion meninggal, Alexander sendirian meminum anggur yang biasa ia minum berdua. saat fajar, sepenuhnya mabuk, ia memerintahkan pembuatan api unggun sangat besar, nyalanya membakar langit, dan ia melarang musik di seluruh wilyah imperiumnya.


Tidak lama kemudian, ia meninggal di usia tigapuluh tiga tahun, sebelum berhasil menyelesaikan penaklukan atas seluruh kerajaan di dunia. 

Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[RID/fiq]

Cium saja tak sanggup dalam mimpi basah

Apalagi terlena berkelakar berahi

Aduhai melihat kata terucap di bibir bergetah layaknya pesona bunga hati

Senandung bocah kampung di atas broompit

Ayo datang ke hatiku

Ketuk pintu rumahku lalu bersandar di jendela hati

Tak ku kunci tapi tiup lah cinta dalam lubang suci

Rampas aku dalam imajimu

Asmaraloka

Caping ini sebagai penutup cinta sejati

Membawa cintamani

Tertidur mesra dalam amerta

[RID/fiq]

Raja Sulaiman bernyanyi kepada yang paling perempuan dari para perempuannya. ia bernyanyi kepada tubuhnya dan kepada pintu masuk ke dalam tubuhnya dan kepada gairah peraduan berdua.


Kidung segala Kidung sama sekali tidak seperti kitab2 Injil Yerusalem lainnya. kenapa begitu?.


Menurut para rabbi, ia adalah alegori cinta Tuhan kepada Israel. menurut para pastur ia adalah sembah bakti gembira atas perkawinan Kristus dengan Gereja. tetapi pada hal tak satu baitpun darinya menyebut Tuhan, apalagi Kristus atau Gereja, yang baru ada lama setelah Kidung dinyanyikan.


Yang lebih mungkin nampaknya, kebersamaan raja Yahudi dan perempuan kulit hitam itu adalah sebuah perayaan gairah nafsu dan keragaman warna kulit kita.


“Ciummu di bibirku lebih menggairahkan dari anggur," nyanyi sang perempuan. 


Dan dalam versi yang sampai sekarang kita kenal, ia juga bernyanyi:"saya hitam, tetapi indah." 


Dan ia memberi penjelasan, kulitnya hitam karena ia bekerja di alam terbuka, di kebun anggur.


Namun versi lain menekankan bahwa "tetapi" itu sisipan. sesungguhnya ia bernyanyi:"saya hitam, dan indah."


Sumber Buku: Mirrors

Penulis: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down