Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

 

 

"Ibu pertiwi mempunyai konde yang harus kita hias dengan bunga-bunga kataku.

Engkau harus menyumbang bunga kepada konde daripada Ibu pertiwi ini. Engkau bisa menyumbang apa, bisa menyumbang melati, berilah melati kataku, engkau bisa menyumbang apa, bisa menyumbang mawar, berilah mawar kepada ibu pertiwi, engkau bisa menyumbang apa, bisa menyumbang melur kepada Ibu pertiwi, engkau bisa menyumbang apa kepada ibu pertiwi, engkau bisa menyumbang bunga cempaka, berilah bunga cempaka kepada Ibu pertiwi.

Engkau Sukatmo bisa memberi bunga apa, engkau bisa menyumbang bunga Kamboja kepada ibu pertiwi , sumbanglah bunga Kamboja kepada Ibu Pertiwi".

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

 

"Sungguh Tuhan hanya memberiku hidup satu kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau hidup tiga. Tetapi hidup satunya akan kuberikan, insya Allah subhanahuwata'ala, seratus persen kepada pembangunan tanah air dan bangsa. Dan ... dan jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa. Maka aku minta kepada kita kalian, marilah kita sekalian bersama-sama mengabdi kepada tanah air dan bangsa ini. Inilah amanatku kepadamu sekalian". Terimakasih.

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

Saya berkata” Mensitir Gandhi”, Gandhi berkata”,,,my nasionalism is humanity…”itu kata Gandhi, Nasionalismeku adalah perikemanusiaan. Yes Sir, my nasionalism is also humanity.

Malah ini adalah kerangka nomor tiga daripada revolusi Indonesia, malahan ini adalah unsure ketiga daripada pancasila; Ketuhanan Yang Maha Esa, satu;Kebangsaan,Dua;Perikemanusiaan tiga;saudara-saudara”.

(Pidato Hari Pramuka/Bung Karno)

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

"Kita adalah satu bangsa yang menghadapi beberapa challenge sebagai yang sudah sering saya ceritakan kepada mahasiswa-mahasiswa.

Tetapi dalam pada menghadapi beberapa challenge itu tadi, tantangan-tantangan, baik tantangan internasional, maupun nasional, maupun tantangan pribadi.

Internasional kataku, ialah international cooporation atau total destruction global social juctice atau exploitation de l’homme nasional tetap setia kepada proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 atau tidak”.

(Pidato Peringatan Hari Pancasila/1950/Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

"Saya ini baru keluar, baru pulang dari luar negeri, dan saya berkata kepada saudara-saudara, belum pernah nama Republik Indonesia begitu tingginya seperti mercusuar daripada umat manusia di dunia ini, terutama sekali di dalam kalangan new emerging forces.

Satu Bukti bahwa dunia mendengarkan Republik Indonesia, bahwa dunia menerima merasa menerima dari Republik Indonesia itu konsepsi-konsepsi Republik Indonesia, tegas mengeluarkan konsepsi Pancasila".

(Pidato Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW/1965/Bung Karno).

Sumber & Foto:Yayasan Bung Karno

"Apakah Indonesia punya biji besi. Ada. Di mana? Di situ, kata saya. Di situ, di situ, di situ, di situ.

Dia lantas berbisik kepada saya. “Paduka yang mulia, sebut tidak, tidak, sebutkan satu tempat yang lebih kaya lagi, di mana”.

Jadi beliau memberitahu kepada kami bahwa di satu tempat Indonesia adalah biji besi, biji besi. Jadi beliau lebih lengkap arsipnya daripada kami.

Begitu pula Jepang saudara-saudara, coba kalau saudara datang di Tokyo, di situ mereka punya arsip, persis mengetahui di situ biji besi, di situ biji besi, di situ biji besi, di situ biji besi,di situ bauksit, di situ bauksit, di situ bauksit, di situ asbes, di situ asbes,di situ asbes,, di situ asbes, di situ mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, di situ mangan, disitu maghan, manghan, manghan”.

(Pidato di Universitas Airlangga/Surabaya/1959/Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

"Ayo bangsa Indonesia dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjalan terus, jangan berhenti. Revolusimu belum berakhir.

Jangan berhenti,sebab siapa yang berhenti akan diseret oleh sejarah, dan siapa yang menentang sorak dan arahnya sejarah, tidak peduli dia bangsa apa pun, dia akan digiling.

Digilas oleh sejarah itu sama sekali.Kalau pihak Belanda menentangnya, dengan misalnya tetap tidak mau menyudai kolonialisme di Irian Barat, satu hari akan datang, entah besok, entah lusa, yang dia pasti digiling oleh sejarah. Orang hidup harus makan, yang dimakan hasil kerja.

Jika tidak bekerja tidak makan,jika tidak makan pasti akan mati. Inilah undang-undangnya dunia, inilah undang-undangnya hidup, mau tidak mau semua makhluk harus menerima undang-undang ini.

Terimalah undang-undang itu dengan jiwa yang besar dan merdeka, jiwa yang tidak menengadah melainkan kepada Tuhan.

Sebab kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, merdeka, merdeka, merdeka buat selamanya”.

(Pidato Hut RI/1953/Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

"Tatkala kami meninggalkan tanah air pada tanggal 1 april yang lalu, kami menyerahkan keselamatan negara, tanah air dan bangsa ini kepada seluruh rakyat Indonesia.

 

Selama kami di luar negeri, kami memperhatikan benar-benar segala kejadian-kejadian di tanah air, dan kami memperhatikan pula segala perjuangan, segala sikap daripada rakyat Indonesia untuk mempertahankan keselamatan daripada tanah air dan bangsa itu.

 

Dan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama sekali kepada rakyat sebagian besar yang berdiri tegak di atas manifesto politik yang telah menjadi dasar politik daripada negara dan bangsa Indonesia.

 

Mari kita berjalan terus, berjuang terus di atas dasar manifesto politik, agar supaya segala cita-cita Negara Republik Indonesia, baik cita-cita di lapangan politik maupun di atas lapangan sosial dapat tercapai untuk kebahagian kita semuanya”.

Terima Kasih.

(Pidato Usai Keliling Dunia/Bung Karno)

Sumber & Foto : Yayasan Bung Karno

 

 

Surat Perintah 11 Maret itu mula-mula dan memang sejurus waktu membuat mereka bertempik sorak sorai kesenangan, dikiranya SP 11 Maret adalah satu penyerahan pemerintahan, dikiranya SP 11 Maret itu satu transfer of authority, padahal tidak.

SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan jalannya pemerintahan, pengamanan jalannya any pemerintahan. Demikian kataku pada waktu melantik kabinet.

Kecuali itu, juga perintah pengamanan keselamatan pribadi presiden, perintah pengamanan kewibawaan presiden, perintah pengamanan ajaran presiden, perintah pengamanan beberapa hal”.

(Pidato Jasmerah/HUT RI/1966/ Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

"Tak lupa saya menutup sambutan saya ini dengan memanjatkan do’a kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, agar supaya Allah member berkat rahmat kepada seluruh bangsa Indonesia, memberi berkat rahmat kepada seluruh perjuangan rakyat Indonesia ini, member berkat rahmat kepada perjuangan bangsa Indonesia yang hebat-hebatan di segala bidang untuk memasukan Irian Barat ke dalam wilayah kekuasaan negeri".

Sekian Terima kasih.

(Pidato Peringatan Nuzulul Qur’an/1962/Bung Karno)

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down