Bahasa IndonesiaEnglish

Pada tahun 1781 Túpac Amaru dikapak menjadi empat di tengah Plaza de Armas di Cuzco.


Dua abad kemudian, seorang turis bertanya kepada seorang anak penyemir sepatu tepat di tempat tersebut, apakah ia pernah bertemu Túpac Amaru.

Si kecil tukang semir, tanpa mengangkat muka, mengatakan ya, ia tahu Túpac Amaru. sambil melanjutkan pekerjaannya, ia menggumam pelan, praktis berahasia,

"Dialah sang angin."


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]



Buah coklat tidak membutuhkan matahari, karena ia punya mataharinya sendiri. 

Kemilau dagingnya menghasilkan kenikmatan dan euforia rasa coklat.


Para dewa di langit tinggi memonopoli eliksir ini, dan kita manusia dikutuk untuk tidak mengetahuinya.


Quetzalcóatl mencurinya dari Toltecs. ketika dewa-dewa yang lain sedang tidur, ia mengambil beberapa biji dan menyembunyikan di jenggotnya. lalu ia merayap turun ke bumi lewat rajutan benang panjang laba-laba dan memberikan biji-biji itu ke kota Tula.


Persembahan  Quetzalcóatl itu dikuasai oleh para bangsawan, para  imam, dan para panglima perang.


Hanya lidah mereka yang pantas mengecapnya. 


Sebagaimana pemilik langit yang melarangnya dinikmati manusia, demikian pula pemilik bumi melarangnya dinikmati orang biasa.


Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Cermin

Sebuah kisah yang nyaris universal

[1]
Cermin penuh dengan orang. yang tak nampak melihat kita. Yang terlupakan mengingat kita.saat melihat diri, kita melihat mereka.saat kita berpaling, Mereka jugakah?.



Hidup sendirian, tanpa nama, tanpa memori. ia punya tangan, tapi tidak menyentuh.

Ia punya lidah, tapi tak ada yang diajak bicara. hidup satu, dan satu itu suwung.


Lalu Birahi mengangkat panahnya.

Anak panahnya membelah Hidup tepat di tengah, dan Hidup menjadi dua.

Saat mereka saling melihat, mereka tertawa. saat mereka saling menyentuh, mereka tertawa lagi.


Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Abad duapuluh satu sudah berjalan beberapa tahun sekarang ini, dan jumlah orang yang tidak punya rumah layak mencapai satu milyar.


Untuk memecahkan masalah ini, para ahli sedang melihat contoh Kristiani yang diberikan oleh Santo Simeon Stylites, yang selama tigapuluh tujuh tahun tinggal di atas sebuah tiang.


Pagi hari Santo Simeon akan turun untuk berdoa dan malam hari ia mengikat badannya, supaya ketika tidur tidak jatuh.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Ikan kerapu dan ikan2 lain,

dolfin,

angsa,

flamingo,

albatros,

penguin,

kerbau,

burung unta,

beruang koala,

orangutan dan berbagai kera lainnya, kupu2 dan serangga,dan banyak sanak keluarga kita lainnya di kerajaan binatang melakukan hubungan homoseksual, betina dengan betina, jantan dengan jantan, dalam hubungan sekilas atau untuk selamanya.  


Alangkah beruntung, mereka bukan manusia, yang jika demikian akan segera dilempar ke tempat sampah busuk. 


Sampai hari ini tahun 1990, di daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) homoseksualitas dinyatakan sebagai gangguan mental.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]


Eugène François Vidocq meninggal di Paris tahun 1857.
mulai dari saat ia mengurus toko roti ayahnya di usia empatbelas, Eugène adalah seorang pencuri, badut, preman, desertir, penyelundup, guru yang suka merayu anak2 kecil, idola bordil2, pebisnis, informan, mata2, ahli kriminologi, ahli balistik, direktor Sûreté Générale (FBInya Prancis), dan pendiri paling pertama agen detektif.

Duapuluh kali duel. lima kali menyamar biarawati atau veteran lumpuh agar bisa lari dari penjara. ia ahli menyamar, penjahat berperan polisi, polisi berperan penjahat, dan kawan dari musuhnya dan musuh dari kawan2nya. 


Sherlock Holmes dan literatur detektif ternama Eropa mengambil banyak ketrampilan dari trik2 yang dipelajari Vidocq dari kehidupannya sebagai penjahat, yang di kemudian hari digunakannya untuk melawan kejahatan.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: indonesiadetective.com

[fiq/RID]

Sumber Foto: www.wikipedia.org

Para ilmuwan tidak serius menanggapi dia. Antonie van Leeuwenhoek tidak bisa bahasa Latin dan tidak punya gelar, dan penemuan2nya adalah buah ketidaksengajaan. 


Untuk bisa melihat lebih jelas rajutan kain yang dijualnya, Antonie  bereksperimen dengan mengombinasikan kaca pembesar; dan dengan cara menaruh kaca pembesar di atas yang lainnya ia menemukan mikroskop berlensa limaratus yang di setetes air memperlihatkan kumpulan mikroba yang berenang-renang cepat. 


Di antara remeh temeh lainnya, pedagang kain ini menemukan sel darah merah, bakteri, spermatozoid, ragi, siklus hidup semut, kehidupan seksual kutu, dan anatomi lebah penyengat.


Di kota yang sama, Delft, di bulan yang sama tahun 1632, Antonie dan pelukis Vermeer lahir. dan di kota itu, keduanya mendedikasikan hidupnya untuk melihat yang tak nampak. Vermeer mencari cahaya yang tersembunyi di balik bayangan, Antonie mengamati rahasia keluarga kita yang paling kecil di kerajaan dunia ini.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Hari ini tahun 1929, hukum untuk pertama kalinya mengakui bahwa perempuan Kanada adalah manusia.


Sebelumnya, walaupun perempuan berpikir begitu, hukum tidak setuju.


Definisi hukum tentang orang tidak mencakup perempuan, demikian dekrit Mahkamah Agung.


Emily Murphy, Nellie McClung, Irenb. e Parlby, Henrietta Edwards dan Louise McKinney minum teh bersama dan menyusun rencana perlawanan. 


Dan mereka pun menggempur Mahkamah Agung.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Pada 1967, saat Che Guevara terbaring kaku di gedung sekolah di La Higuera, dibunuh atas perintah para jendral Bolivia dan komandan mereka yang berada di tempat jauh, seorang perempuan menuturkan apa yang dilihatnya. ia satu dari banyak buruh tani yang masuk ke gedung sekolah itu dan berjalan pelan mengitari jasadnya. 


“Kami berjalan di sebelah sana dan ia memandangi kami. kami berjalan di sebelah sini dan ia memandangi kami. ia sungguh sangat baik.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber foto: www.babylonbee.com

[fiq/rid]


Pada 1967, seribu tujuh ratus serdadu mengepung Che Guevara beserta sejumlah kecil gerilyawan Bolivia di sebuah jurang bernama Quebrada del Yuro. Che ditangkap dan dibunuh keesokannya. 

Pada 1919 Emiliano Zapata ditembak mati di Mexico.


Pada 1934 Augusto César Sandino terbunuh di Nicaragua.


Mereka bertiga berumur sama, menjelang empat puluh tahun. 


Tiga orang Latin Amerika dari abad dua puluh itu berasal dari peta dan era yang sama.


Dan ketiganya dihukum karena mencoba menciptakan sejarah, alih2 mengulangnya.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang : Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.radiolaprimerisima.com

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down