Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Sumber Foto: www.wikipedia.org

Para ilmuwan tidak serius menanggapi dia. Antonie van Leeuwenhoek tidak bisa bahasa Latin dan tidak punya gelar, dan penemuan2nya adalah buah ketidaksengajaan. 


Untuk bisa melihat lebih jelas rajutan kain yang dijualnya, Antonie  bereksperimen dengan mengombinasikan kaca pembesar; dan dengan cara menaruh kaca pembesar di atas yang lainnya ia menemukan mikroskop berlensa limaratus yang di setetes air memperlihatkan kumpulan mikroba yang berenang-renang cepat. 


Di antara remeh temeh lainnya, pedagang kain ini menemukan sel darah merah, bakteri, spermatozoid, ragi, siklus hidup semut, kehidupan seksual kutu, dan anatomi lebah penyengat.


Di kota yang sama, Delft, di bulan yang sama tahun 1632, Antonie dan pelukis Vermeer lahir. dan di kota itu, keduanya mendedikasikan hidupnya untuk melihat yang tak nampak. Vermeer mencari cahaya yang tersembunyi di balik bayangan, Antonie mengamati rahasia keluarga kita yang paling kecil di kerajaan dunia ini.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Hari ini tahun 1929, hukum untuk pertama kalinya mengakui bahwa perempuan Kanada adalah manusia.


Sebelumnya, walaupun perempuan berpikir begitu, hukum tidak setuju.


Definisi hukum tentang orang tidak mencakup perempuan, demikian dekrit Mahkamah Agung.


Emily Murphy, Nellie McClung, Irenb. e Parlby, Henrietta Edwards dan Louise McKinney minum teh bersama dan menyusun rencana perlawanan. 


Dan mereka pun menggempur Mahkamah Agung.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Pada 1967, saat Che Guevara terbaring kaku di gedung sekolah di La Higuera, dibunuh atas perintah para jendral Bolivia dan komandan mereka yang berada di tempat jauh, seorang perempuan menuturkan apa yang dilihatnya. ia satu dari banyak buruh tani yang masuk ke gedung sekolah itu dan berjalan pelan mengitari jasadnya. 


“Kami berjalan di sebelah sana dan ia memandangi kami. kami berjalan di sebelah sini dan ia memandangi kami. ia sungguh sangat baik.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber foto: www.babylonbee.com

[fiq/rid]


Pada 1967, seribu tujuh ratus serdadu mengepung Che Guevara beserta sejumlah kecil gerilyawan Bolivia di sebuah jurang bernama Quebrada del Yuro. Che ditangkap dan dibunuh keesokannya. 

Pada 1919 Emiliano Zapata ditembak mati di Mexico.


Pada 1934 Augusto César Sandino terbunuh di Nicaragua.


Mereka bertiga berumur sama, menjelang empat puluh tahun. 


Tiga orang Latin Amerika dari abad dua puluh itu berasal dari peta dan era yang sama.


Dan ketiganya dihukum karena mencoba menciptakan sejarah, alih2 mengulangnya.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang : Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.radiolaprimerisima.com


Perayaan seratus tahun telah usai dan semua sampah gemerlap telah disapu bersih.


Revolusi pun mulai.


Sejarah mengingat pemimpin2 revolusi seperti Zapata, Villa dan mereka yang jantan lainnya. para perempuan, yang  selalu hidup dalam diam, tetap terlupakan. 


Beberapa pejuang perempuan menolak begitu saja dihapuskan:


Juana Ramona, “la Tigresa,” yang lewat serangannya, merebut beberapa kota;


Carmen Vélez, “la Generala,” yang memimpin tigaratus lelaki;


Ángela Jiménez, jagoan dinamit, yang menyebut dirinya Malaikat Jiménez;


Encarnación Mares, yang memotong kepangnya dan mencapai pangkat letnan dua dan bersembunyi di balik pinggiran sombrero besarnya, “supaya mereka tidak melihat mata perempuanku”;


Amelia Robles, yang harus menjadi Amelio dan berpangkat kolonel;
Petra Ruiz, yang menjadi Pedro dan menembak lebih banyak dari siapapun untuk membuka paksa gerbang Mexico City;


Rosa Bobadilla, seorang perempuan yang menolak menjadi laki2 dan menggunakan namanya sendiri bertempur di lebih dari seratus pertempuran;
dan María Quinteras, yang membuat perjanjian dengan Iblis dan tidak pernah sekalipun kalah dalam pertempuran. laki2 mematuhi perintahnya. termasuk di antaranya, suaminya.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

foto: https://en.wikipedia.org/wiki/Soldaderas


Jam dua pagi hari ini tahun 1810, Miguel Hidalgo meneriakkan pekik yang membuka jalan bagi kemerdekaan Meksiko. 


Ketika penyuara terkenal itu akan berumur seratus pada 1910, diktator Porfirio Díaz menyelenggarakan perayaan sehari lebih awal supaya bersamaan dengan ulang tahunnya, dan ia merayakan ulang tahun ke seratus itu secara besar2an.


Mexico City, dicat dan dipoles, menerima tamu2 terhormat dari tigapuluh negara: topi sutra, peci berhias bulu, kipas, sarung tangan, emas, sutra, pidato2 . . . Panitia menyembunyikan para pengemis dan memakaikan sepatu ke anak2 jalanan. orang2 Indian diberi celana panjang gratis, sementara baju katun tenunan rumahan dilarang dipakai. Don Porfirio meletakkan batu pertama Penjara Lecumberti dan dengan takzim meresmikan Rumah Sakit Jiwa Pusat, dengan kapasitas seribu pasien. 


Sebuah parade yang menggemparkan menyajikan sejarah negeri. Hernán Cortés, salah satu dari banyak penakluk yang datang pertama untuk memperbaiki ras, diperankan oleh seorang mahasiswa kedokteran gigi, dan seorang Indian yang murung berbaris dengan kostum Moctezuma. khalayak penonton bersorak paling keras untuk kereta yang menggambarkan istana Prancis gaya Louis XVI.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

foto: [fiq/rid]


Kalau saya tidak salah ingat, Sandokan, pangeran dan bajak laut, Macan Malaysia, lahir tahun 1883.


Sandokan, seperti tokoh2 lain yang menemani masa kecil saya, tercipta dari tangan Emilio Salgari.


Salgari lahir di Verona dan tidak pernah berlayar lebih jauh dari pantai Italia. ia tidak pernah mengunjungi Teluk Maracaibo atau rimba Yucatán atau pelabuhan2 budak Pantai Gading. ia tidak pernah bertemu dengan penyelam mutiara Filipina atau sultan2 dari Timur atau perompak2 lautan luas atau jerapah Afrika atau banteng2 Wild West. 


Tapi berkat dia, saya bisa berada di sana, saya bertemu mereka semua. saat ibu saya melarang saya menyeberang jalan untuk bermain, novel2 Salgari justru membawa saya mengarungi tujuh lautan dan lebih banyak lautan lagi.


Salgari mengenalkan saya kepada Sandokan dan kepada Putri Marianna, kekasihnya yang mustahil, kepada Yanez pelaut, kepada Black Corsair dan kepada Honorata, anak perempuan musuh Corsair, dan kepada banyak lagi teman yang diciptakannya supaya mereka bisa menyelamatkannya dari kelaparan dan menemaninya dalam kesendiriannya.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.ebay.com

[fiq/rid]

Hari ini tahun 1921 Amilcar Cabral lahir di koloni Portugis Guinea-Bissau, di Afrika Barat.


Ia memimpin perang kemerdekaan untuk Guinea-Bissau and Cape Verde.


Pesan2nya: “hati2lah dengan militerisme. kami ini militan bersenjata, bukan militer. semua ini kami lakukan dengan gembira.


“Ide tidak hidup hanya di kepala. ide juga hidup di jiwa dan hati dan perut dan lain2nya.”


“Belajarlah dari kehidupan, belajarlah dari rakyat kita. jangan ada yang kau sembunyikan dari mereka. jangan berbohong, ungkapkan kebohongan itu. jangan tutupi kesulitan, kesalahan, kegagalan. jangan mencari kemenangan mudah.”


Pada 1973 Amilcar Cabral dibunuh.
ia tidak bisa ikut merayakan kemerdekaan negara2 yang dengan sepenuh daya diperjuangkannya.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: https://id.wikipedia.org

[fiq/rid]

Diburu: karena mencuri negara.
Diburu: karena mencekik upah dan menghilangkan pekerjaan.
Diburu: karena memerkosa bumi, meracuni air dan mencuri udara.
Diburu: karena memperdagangkan rasa takut

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]


Tindakan itu terjadi pada 1815 ketika Uruguay belum menjadi sebuah negara, belum dinamakan Uruguay.


Atas nama pemberontakan rakyat, José Artigas mengambil alih “tanah2 orang Eropa yang buruk dan orang Amerika Kreol yang lebih buruk lagi,” dan memerintahkan agar tanah2 tersebut dibagi untuk semua. 


Itulah reforma agraria pertama di benua Amerika, setengah abad sebelum Undang2 Homestead yang dicanangkan Lincoln, dan seabad sebelum Emiliano Zapata membubarkan hacienda Meksiko.


“Aturan kriminal,” teriak kelompok2 yang dirugikan. Artegas semakin menambah kemarahan ketika ia menyatakan kepada mereka, “yang paling sengsara harus mendapat paling banyak manfaat.” 


Lima tahun kemudian, Artegas yang kalah pergi ke pengasingan dan meninggal. 


Tanah diambil kembali dari mereka yang paling sengsara, tetapi entah mengapa suara2 mereka yang kalah terus berkata, “tak seorang pun lebih baik dari yang lain.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down