Bahasa IndonesiaEnglish
Isi kepala kita adalah akumulasi data dan informasi yang kita kumpulkan. Adalah sebuah kewajaran ketika masuk data yang baru, data yang lama terlihat ‘outdated’ dan bisa saja menjadi tidak relevan lagi.
Namun demikian kita selalu menyadari begitu banyak data dan informasi yang ada di luar kepala kita yang jauh lebih berbobot, lebih akurat sehingga menyenangkan apabila kita memilki sikap terbuka untuk terus bersedia belajar, dan mengevaluasi apa yang selama ini sudah ‘nyangkut’ di kepala kita Be a student for life ya Fitmessmania...
#alliswell ♥️

Link : https://youtu.be/qSdNvJC5ucI

[RID/fiq]

Informasi ini digunakan untuk memberikan wawasan & pengetahuan terkait kesehatan mandiri kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengatakan akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi. Presiden menegaskan, bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat, maka dari itu masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan Covid," ujar Presiden usai meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul, pada Jumat, 10 September 2021.

Namun Presiden tetap mengingatkan agar masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai akan protokol kesehatan utamanya memakai masker.

"Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya, masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu megintip kita sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama memakai masker," jelas Presiden.

Dihubungi secara terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa dalam masa transisi ini masyarakat sudah dapat memulai beraktivitas dengan menyesuaikan level PPKM di daerah masing-masing.

Masyarakat juga harus menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan juga segera divaksinasi bagi yang belum. Testing, Tracing, Treatment termasuk isolasi terpusat harus digalakkan agar identifikasi potensi kasus baru dapat segera dimitigasi,” ucap Menkes di Jakarta (Jumat, 10/9).

Selain itu, Menkes mengatakan bahwa hidup bersama dengan Covid-19 merupakan kenyataan yang harus dihadapi bersama.

Setelah mendengarkan masukan dari para epidemiolog yang mengingatkan bahwa covid tidak akan hilang dalam waktu dekat. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk bersiap hidup bersama Covid, menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan vaksinasi merupakan kunci dalam mengendalikan covid ini,” ucap Menkes.

Sumber & Foto: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

Pemerintah terus bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di Tanah Air. Untuk itu, pemerintah mulai membagikan sejumlah bantuan baik berupa bahan pokok sembako melalui Program Keluarga Harapan (PKH) maupun lewat Bantuan Sosial Tunai, serta bantuan paket vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Pemerintah mulai hari ini akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri gratis di wilayah-wilayah yang berisiko," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat membagikan paket obat isoman gratis untuk rakyat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 15 Juli 2021.

Untuk tahap awal ini, pemerintah akan membagikan sejumlah 300 ribu paket berisi vitamin dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak di Pulau Jawa dan Bali. Selanjutnya, pemerintah juga akan membagikan 300 ribu paket serupa bagi masyarakat terdampak di luar Pulau Jawa dan Bali.

Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang dibagikan oleh Presiden, masing-masing untuk tujuh hari. Paket 1 berisi vitamin untuk warga dengan hasil swab PCR positif tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif dengan keluhan panas demam dan kehilangan penciuman. Adapun paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering.

"Nah untuk paket ini (paket 2 dan 3) membutuhkan konsultasi dan resep dokter. Ini terutama nanti dokter puskesmas," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, empat orang perwakilan warga menerima paket obat isoman gratis sesuai dengan keperluannya masing-masing. Mereka adalah Sigit Tri Widodo mewakili Sumarno yang mendapat paket 3, Satria Abdi Surya yang mendapat paket 2, serta Okki Oktaviani dan Martini yang keduanya mendapat paket 1.

Presiden menegaskan bahwa ketiga paket isolasi mandiri tersebut tidak diperjualbelikan. Pasokannya akan disiapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dan diproduksi oleh BUMN farmasi. Sementara untuk pendistribusiannya, paket obat tersebut akan dikoordinasikan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Nanti tentu saja akan berkoordinasi dengan Pemda maupun desa, puskesmas, Babinsa, dan pengurus RT/RW," tambahnya.

Presiden juga meminta agar program pembagian obat isoman gratis ini diawasi dengan ketat di lapangan sehingga bisa membantu pengobatan warga yang terpapar Covid-19.

"Saya minta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan agar program ini betul-betul bisa maksimal mengurangi risiko karena Covid dan membantu pengobatan warga yang menderita Covid-19. Saya minta juga agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi Covid-19 di apotek maupun di rumah sakit," tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri BUMN Erick Thohir dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sumber & Foto: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

Presiden Joko Widodo meminta percepatan pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai wilayah di Indonesia agar pada bulan Juni ini dapat menyentuh angka 700 ribu penyuntikan dosis vaksin per harinya. Adapun untuk bulan Juli mendatang, Presiden telah menetapkan target sebanyak satu juta penyuntikan dosis vaksin per hari.

"Kita berharap pada bulan Juni ini target untuk vaksinasi per hari 700 ribu itu betul-betul bisa tercapai sehingga di bulan Juli kita sudah masuk ke target vaksinasi per hari satu juta," ujarnya saat memberikan keterangan selepas peninjauan pelaksanaan vaksinasi massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kota Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam kunjungan kerja pada Rabu, 9 Juni 2021, ini Kepala Negara meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang tengah digelar di RSUI Kota Depok, Jawa Barat. Vaksinasi tersebut diperuntukkan bagi kurang lebih 1.500 orang yang terdiri atas kelompok warga lanjut usia (lansia), pelayan publik, tenaga kependidikan, dan penyedia layanan transportasi (pengemudi ojol dan ojek pangkalan).

Pihak RSUI membagi penyuntikan dosis vaksin ke dalam dua proses, yakni secara lantatur (layanan tanpa turun) atau drive thru yang diperuntukkan bagi para pelayan publik dan penyedia layanan transportasi serta vaksinasi bagi warga lansia di lobi utama gedung RSUI.

"Tadi saya juga melihat langsung pelaksanaan vaksinasi drive thru untuk para pengemudi ojek. Kita harapkan proses vaksinasi ini tidak hanya berjalan di sini saja, tetapi di daerah-daerah lain di provinsi-provinsi yang lain juga bergerak secara cepat," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut meninjau pelaksanaan vaksinasi serupa yang juga digelar di Korps Brimob dan kantor-kantor polsek di wilayah Kota Depok melalui konferensi video.

Turut serta dalam peninjauan itu antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, dan Direktur Utama RSUI Astuti Giantini. 

Sumber & Foto: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

Setahun sudah negara-negara dunia berjibaku untuk menangani pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi pandemi yang membutuhkan dukungan dan kebersamaan dari seluruh pihak.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 4 Maret 2021, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa prioritas pemerintah dalam penanganan pandemi ini sangatlah jelas, yakni keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Prioritas pemerintah sejak awal pandemi sudah sangat jelas: keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah yang utama. Untuk itu, pemerintah terus melakukan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dan masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," ujarnya.

Vaksin yang belakangan ditemukan juga menjadi harapan baru dalam upaya penanganan pandemi tersebut. Namun, vaksin dalam jumlah sangat terbatas itu berangsur menjadi rebutan seluruh negara. Presiden menjelaskan, Indonesia cukup beruntung karena berkat pendekatan-pendekatan yang dilakukan sejak jauh hari kepada beberapa perusahaan farmasi global yang memproduksi vaksin Covid-19, stok vaksin bagi masyarakat Indonesia dipastikan akan terpenuhi.

"Hingga kini kita telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19, (dengan rincian) 3 juta dosis vaksin jadi dan 35 juta bahan baku vaksin. Insyaallah di bulan Maret ini akan datang lagi vaksin dari AstraZeneca (sebanyak) 4,6 juta dosis vaksin," ucapnya.

Jumlah dosis vaksin tersebut tentunya akan semakin meningkat di waktu-waktu mendatang seiring dengan komitmen penyediaan vaksin yang telah diperoleh pemerintah Indonesia dari berbagai produsen. Selanjutnya, vaksin tersebut akan digunakan untuk mendukung jalannya program vaksinasi massal yang diberikan pemerintah secara gratis kepada 181,5 juta rakyat Indonesia.

Pada tahap pertama program vaksinasi bergulir, tenaga kesehatan menjadi prioritas karena mereka lah garda terdepan dalam penanganan pandemi di Indonesia. Kelompok lanjut usia (lansia) dan petugas atau pekerja publik menjadi sasaran vaksinasi tahap berikutnya yang telah dimulai beberapa waktu belakangan.

"Sudah dimulai juga vaksinasi untuk guru, awak media, juga untuk pedagang pasar. Kita ingat di Tanah Abang sudah dilakukan, juga di Pasar Beringharjo dan di kawasan Malioboro Yogyakarta juga telah dimulai," tuturnya.

Presiden menekankan agar pemerintah daerah turut menyambut program vaksinasi tersebut dengan segera menggelar vaksinasi massal serupa untuk memacu kekebalan kelompok yang dapat menjadi perlindungan awal terhadap virus korona.

Program vaksinasi massal ini akan menjadi salah satu kunci bagi pengendalian pandemi di samping penegakan terhadap protokol kesehatan yang juga harus berjalan beriringan.

"Semuanya akan memulai secara besar-besaran proses vaksinasi yang tentunya kita harapkan juga didukung oleh distribusi vaksin yang baik. Hingga hari ini sudah lebih dari 2 juta orang yang sudah disuntik vaksin dan sebanyak 12 juta vaksin telah kita distribusikan ke 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota," kata Presiden. 

Sumber: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

Transfusi plasma Konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bergejala berat dan kritis. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian pada pasien Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dan rasa solidaritas yang tinggi masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya tersebut.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, solidaritas yang tinggi sangat diperlukan di masyarakat. “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk saling bahu membahu dan tolong menolong sesama sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” imbau Wakil presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (18/01/2021).

Lebih lanjut Wapres menjelaskan, transfusi plasma konvalesen merupakan metode yang dilakukan dengan mendonorkan antibodi SARS-Cov-2 yang terbentuk secara alami dalam tubuh para penyintas Covid-19.

Terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 sudah dilakukan di Tiongkok, Argentina dan Amerika Serikat. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada Agustus 2020 juga sudah mengizinkan penggunaan plasma konvalesen sebagai salah satu terapi bagi penderita Covid-19. Hasil penelitian maupun praktik penggunaan plasma konvalesen di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kementerian Kesehatan, serta beberapa Rumah Sakit utama di Jakarta, Yogyakarta dan Malang juga menunjukkan efikasi yang tinggi, yaitu antara 60% – 90%,” tambah Wapres.

Selain itu, Wapres menyampaikan, perlunya strategi yang tepat dalam pelaksanaan donor plasma konvalesen melalui dukungan sistem data yang terintegrasi antara Rumah Sakit dan PMI untuk mengetahui data penyintas Covid-19 atau potensi calon donor, serta penambahan peralatan/mesin apheresis untuk pengolahan darah di Unit Donor Darah (UDD) yang menerima pelayanan donor plasma konvalesen.

Hal ini sebagai wujud peduli kemanusiaan dalam membantu menyelamatkan nyawa manusia sehingga diharapkan mampu menekan angka kematian akibat Covid-19,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atas terselenggaranya acara ini, serta apresiasi kepada PMI dan UDD PMI di daerah yang telah berperan aktif mendukung pelaksanaan layanan donor plasma konvalesen.

Saya juga mengimbau kepada pihak-pihak terkait untuk  mendukung pelaksanaan donor plasma konvalesen. Kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk ikut berperan aktif dalam sosialisasi kepada kabupaten/kota  dan Kepada Direktur Rumah Sakit, Organisasi Profesi, dan Mitra Pemerintah lainnya, untuk ikut memberikan informasi, pemahaman, dan edukasi yang baik kepada pasien yang akan sembuh sehingga tergerak untuk memberikan donor plasma konvalesen,” ucap Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berpesan kepada semua pihak untuk menunjukkan kekuatan persatuan dan solidaritas bangsa Indonesia yang telah teruji sebagai upaya bangkit dari pandemi Covid-19 serta secara resmi membuka acara.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim saya membuka secara resmi Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi semua ikhtiar yang kita lakukan untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy melaporkan bahwa inisiasi gerakan ini bersama dengan PMI merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo. Presiden menekankan, perlunya memfasilitasi para penyintas Covid-19 agar dengan sukarela mendonorkan plasma konvalesen.

Peran serta masyarakat itu khususnya daripada penyintas Covid-19 agar bersedia dan tergerak hatinya untuk mendonorakan plasmanya bagi kesembuhan pasien Covid-19. Kesediaan itu merupakan rasa syukur atas kesembuhannya yang telah dapat lepas dari ancaman Covid-19. Bila donor meningkat, diharapkan dapat mengurangi waktu rawat dan kepadatan pasien Covid- 19 dengan gejala sedang sampai dengan berat di rumah sakit, serta dapat mengurangi resiko kematian,” terangnya.

Sementara, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke -12 selaku Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menyampaikan, PMI menyambut gembira atas Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen ini dan siap untuk melayani para pendonor plasma di berbagai daerah.

Setiap hari dari seluruh Indonesia minta kurang lebih 200, yang kita bisa penuhi hanya 40 sampai 50 perhari, karena itulah dibutuhkan pendonor 5 kali lipat, baru kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. PMI siap di 31 UDD PMI dan mempunyai peralatan untuk mengelola plasma ini. Kita mempunyai 60 alat tersebar di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Hadir pula dalam acara tersebut secara virtual para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito, serta para Gubernur seluruh Indonesia. Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Sumber & Foto: (SM/SK-BPMI, Setwapres).

[RID/fiq]

Pemerintah berkomitmen melakukan akselerasi penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia. Hal itu ditujukan untuk mendukung perluasan dan peningkatan kualitas infrastruktur telekomunikasi di bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan upaya itu  merupakan prioritas yang perlu dilakukan untuk percepatan penanganan Covid-19. Khususnya dalam tiga agenda utama yaitu optimalisasi telekomunikasi antar dan intra fasyankes, peningkatan kualitas arus data fasyankes, serta emanfaatan aplikasi kesehatan berbasis digital khususnya di daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Layanan akses internet ini akan mencakup rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang belum memiliki akses internet atau yang sudah tersedia namun kualitasnya belum memadai,” ujarnya dalam Konferensi Pers Virtual Akselerasi Penyediaan Akses Internet di Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia dalam Rangka Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Media Center KPCPEN Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Mengutip data Kementerian Kesehatan, Menteri Johnny menunjukkan hingga 31 Desember 2019 terdapat 2.877 rumah sakit dan 10.134 puskesmas di Indonesia. Dari total 13.011 fasyankes tersebut, BLU (Badan Layanan Umum) BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Kominfo mengidentifikasi 3.126 fasyankes yang masih membutuhkan optimalisasi layanan internet.

Dari 3.126 titik tersebut, di tahun 2019, BLU BAKTI Kominfo telah menyediakan akses internet di 226 titik fanyankes. Sedangkan pada tahun 2020 ini, melalui kerjasama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), BLU BAKTI Kominfo akan melakukan percepatan layanan internet di 2.192 fasyankes,” tutur Menteri Kominfo.

Menteri Johnny menyatakan, akses internet untuk 708 fasyankes sisanya, akan diselesaikan pada kuartal I tahun 2021 mendatang. “Dengan demikian Kementerian Kominfo akan menuntaskan penyediaan akses internet di seluruh fasyankes pada kuartal I tahun 2021,” ungkapnya. 

Dukung Program Kesehatan

Ketersediaan akses internet di fasyankes diharapkan dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang. Baik penurunan angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting, mendukung program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan peningkatan layanan kesehatan melalui telemedicine.

Pemerintah berharap bahwa ketersediaan akses internet dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang. Poin terakhir ini sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam Percepatan Transformasi Digital Nasional, sesuai dengan arahan Presiden Bapak Joko Widodo,” papar Mentri Kominfo.

Untuk merealisasikan arahan Presiden tersebut, menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo sedang menyusun Roadmap Indonesia Digital. “Dimana salah satu program yang termuat dalam roadmap tersebut adalah peningkatan akses layanan kesehatan,” tegasnya.

Beberapa inisiatif yang masuk dalam Roadmap Indonesia Digital khususnya sektor kesehatan hingga tahun 2024 antara lain:

  1. Perluasan jangkauan infrastruktur digital dalam mendukung layanan kesehatan melalui telehealth/telemedicine;
  2. Penerapan registrasi kesehatan digital nasional, termasuk manajemen data dan health record;
  3. Pengembangan hub dan ekosistem teknologi medis;
  4. Penerapan analytics untuk manajemen penyakit (antara lain untuk meningkatkan akurasi diagnosa);
  5. Perluasan pelacakan kontak; dan
  6. Implementasi digitalisasi untuk mendorong hidup yang lebih sehat.

Selain penyediaan akses internet, Menteri Kominfo menyarakan Pemerintah juga terus melakukan peningkatan literasi digital dan penyiapan talenta digital untuk mendukung pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan.

Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan stakeholders terkait juga terus meningkatkan koordinasi dalam penyediaan aplikasi, platform, dan konten digital di sektor kesehatan,” jelasnya.

Optimasi Layanan Kesehatan

Menteri Johnny menegaskan penyediaan akses internet yang mendukung layanan kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah menyediakan layanan yang lebih baik dan optimal.

Dimulai dengan penyediaan akses internet yang merata, kami berharap masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati akses dan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal,” ujarnya.

Menteri Kominfo mengharapkan dengan adanya dukungan teknologi baru dan talenta digital akan dapat mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi layanan kesehatan.

Didukung dengan adopsi teknologi baru dan penyiapan talenta digital, kami juga  memiliki visi bahwa transformasi digital dapat mendorong kreativitas dan inovasi baru di sektor kesehatan,” harapnya.

Di akhir konferensi pers virtual, Menteri Johnny mengajak semua pihak untuk membangun dan mewujudkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan .

Untuk kesehatan pulih dan ekonomi bangkit menuju Indonesia maju: Indonesia Sehat, Indonesia Kerja, Indonesia Tumbuh!” tegasnya.

Dalam konferensi pers itu,  Menteri Kominfo Johnny G. Plate didampingi Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latief, Dewas BAKTI Kominfo Zulfan Lindan, dan Staf Khusus Bidang Digital dan SDM Dedy Permadi. 

Sumber & Foto: (Biro Humas Kementerian Kominfo)

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down