Bahasa IndonesiaEnglish

KIP Kuliah Merdeka adalah wujud komitmen Kemendikbudristek dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang merata, berkualitas, dan berkesinambungan. Pendidikan tinggi berpotensi memberikan dampak positif tercepat dalam pembangunan SDM unggul sesuai visi Presiden Joko Widodo.

Kemendikbudristek mengubah skema KIP Kuliah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan (uang kuliah) dan biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Perubahan ini berlaku untuk mahasiswa baru yang menerima KIP Kuliah pada tahun 2021. Anggaran yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat signifikan dari Rp1,3 triliun pada 2020, menjadi sebesar Rp 2,5 triliun.

Selain itu, untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Kemendikbudristek memperluas cakupan beasiswa melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan diluncurkannya Merdeka Belajar Episode 10: Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sumber : KEMENDIKBUDRISTEK RI
Link : https://youtu.be/3Bh1jqday9k

[RID/fiq]

Informasi ini digunakan untuk memberikan motivasi  kepada SDM masyarakat luas.

PENGUMUMAN !!
PEMENANG LOMBA FOTO BERCERITA MODERASI BERAGAMA

Salam #SahabatReligi,

Terima kasih untuk atensinya mengikuti Lomba Foto Bercerita Moderasi Beragama ya.cSetelah melalui serangkaian tahap penjurian, dengan bangga Kementerian Agama mengumumkan Pemenang Lomba Foto Bercerita sebagai berikut:
1. Juara I : Ence Abdurokhim (@abdire_rca), judul foto: Outing Class Toleransi Beragama Ditanamkan Sejak Usia Dini
2. Juara II : Suratman (@suratmanalimuddin), judul foto: Tradisi Maulid Cikoang
3. Juara III : E.Riduan Tawaqqal (@One_kepri), judul foto: Toleransi Dan Ramah Terhadap Budaya Tionghoa
4. Harapan I : Agus Kurniawan (@focusfeelsecond), judul foto: Simbol Keberagaman Masyarakat Lombok Dalam Tradisi Perang Topat
5. Harapan II: M Joko Apriyo Putro (@apry_aje), judul foto: Toleransi Kotaku
6. Harapan III : Irsam Soetarto (@irsamphotography), judul foto Ritual Pindapatta
Dan 14 pemenang hiburan lainnya, dapat dilihat daftarnya pada video di atas ya.

Selamat kepada seluruh pemenang ! Panitia akan menghubungi untuk tahapan penyerahan hadiah. Oiya, seluruh hadiah akan dipotong pajak sesuai ketentuan berlaku ya.

Dan terima kasih kepada ratusan #SahabatReligi yang sudah berpartisipasi dalam Lomba Foto Bercerita Moderasi Beragama. Mari beragama dengan moderat, taat pada Tuhan, cinta tanah air dan kemanusiaan!

#ModerasiBeragama
#LombaFotoBercerita

Sumber Youtube : KEMENAG RI
Link terkait :https://youtu.be/iRTvHqYsciI

 

[RID/fiq]

Informasi ini digunakan untuk wawasan & toleransi umat beragama

Rakyat.id - Yogyakarta, 14 Oktober 2021 --- Dalam rangka meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah bangsa dengan menggunakan teknologi robotika, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional ke-18, secara daring. Ajang ini merupakan wujud nyata dalam menyiapkan talenta unggul yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam membantu urusan manusia di dunia agar lebih efektif dan efisien.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti memberikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil lolos hingga tahap nasional. Sebanyak 136 tim dari 59 perguruan tinggi berhasil maju ke tahap nasional. “Jadi untuk kami semuanya para juara,” tutur Sesjen Suharti, dalam pembukaan yang dilakukan secara daring, Kamis (14/10).

Selain itu, Suharti berpesan bahwa kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik saja. “Tetapi juga menjadi individu-individu kreatif, inovatif, berdaya saing, mampu bekerja sama dan memiliki karakter yang kuat,” pesannya.

Senada dengan itu, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi, menyampaikan apresiasi juga kepada para peserta. “Walaupun kita masih berada di tengah pandemi, namun saya begitu senang melihat peserta KRI yang tetap bersemangat dalam berkreasi dan berkarya. Ini adalah bukti bahwa generasi muda kita adalah generasi yang tangguh dan pantang menyerah,” katanya.

Sebelumnya, KRI tingkat wilayah I dan II telah sukses dilaksanakan pada akhir September 2021 dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah evaluasi administratif, dilanjutkan dengan evaluasi kesiapan tim mencakup kesiapan robot, lapangan dan infrastruktur konferensi video, tahap selanjutnya dilakukan melalui kontes KRI tingkat wilayah dan terakhir yaitu tingkat nasional.

Ketua panitia KRI, Suharyadi melaporkan jumlah peserta yang akan berkompetisi di tingkat nasional. “Peserta KRI Nasional 2021 terdiri dari 136 tim dari 59 perguruan tinggi dengan rincian Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid sebanyak 30 tim; Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Roda sebanyak 22 tim; Kontes Robot Seni Tari Indonesia sebanyak 18 tim;  Kontes Robot SAR sebanyak 42 tim, dan Kontes robot Tematik 24 tim,” lapornya.

Suharyadi juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menghasilkan juara saja, namun memberikan kesempatan mahasiswa untuk kreatif dan mewujudkan inovasi.

Dalam kesempatan yang sama, wakil rektor bidang pendidikan dan pengajaran UGM, Jagal Wiseso berharap ke depannya terdapat kontes robot dengan konteks yang lebih luas di mana robot menjadi bidang kajian ilmu teknologi yang harus dikembangkan.

Sumber : (KEMENDIKBUDRISTEK RI).

Foto: RID/tps

[RID/fiq]

 

 

Rakyat.id - Bandung, 15 Oktober 2021 - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menutup Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), Jumat (15/10). Festival yang telah berlangsung selama lima hari secara virtual tersebut, sukses menelurkan inovasi dan karya kewirausahaan siswa di jenjang SMA/MA dan SMK. Dalam kompetisi ini, Provinsi Jawa Tengah berhasil mengungguli peserta dari provinsi lain dengan merebut total 12 medali dari kedua kelompok, SMA/MA dan SMK.

Dalam sambutannya, Mendikbudristek menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi. Ia menuturkan, Kemendikbudristek akan selalu mendukung siswa untuk berkontribusi dalam inovasi. Salah satunya terwujud dengan adanya kebijakan Merdeka Belajar.

Harapannya lewat program kewirausahaan kampus merdeka dapat meningkatkan kapasitas berwirausaha para siswa, dalam mengembangkan kewirausahaan utamanya kewirausahaan sosial. Selamat kepada para peraih medali dan seluruh finalis yang telah berpartisipasi. Sesungguhnya kalian semua telah menjadi juara. Saya yakin cita-cita Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh akan tercapai jika para pelajar kita merdeka dalam belajar. Mari terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” ujarnya sesaat sebelum resmi menutup FIKSI secara daring, Jumat (15/10).

Saat diumumkan, Provinsi Jawa Tengah merebut dua medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu, di kelompok SMA/MA. Sedangkan di kelompok SMK, provinsi ini meraih dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Selain Jawa Tengah, provinsi dengan perolehan medali terbanyak adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta yang sama-sama merebut masing-masing enam medali.

Peraih medali perak untuk kategori pariwisata, industri seni, dan kreatif, asal Provinsi Jawa Tengah, Rival Ardiansyah, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menantang dirinya untuk menyelami bakat yang dimiliki. Siswa SMKN 1 Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah, ini mengikuti FIKSI dengan kemampuannya menggambar sketsa wajah. Kemampuannya menggambar ini membawa Rival untuk menerima beragam pesanan sketsa wajah.

Tantangannya kalau menggambar itu misalnya pas ada order sekarang, tapi mau selesainya sekarang atau besok. Padahal pengerjaan sketsa dalam satu hari itu hanya bisa dua wajah,” tuturnya.

I Putu Angga Saputra, siswa SMK Negeri 1 Petang Bali, yang meraih medali emas pada kategori Agri Bisnis dan Agro Teknologi, mengungkapkan bahwa motivasi dari inovasi yang dia kembangkan berasal dari lingkungan daerahnya yang mengelola lahan pertanian lemon. Dengan judul Lemon California dan ECO Enzim, Angga menciptakan produk recycle dan produk turunannya.

“Saya pilih (ide) ini karena memang saya anak pertanian. Tantangan dalam melakukan inovasi ini ada pada cuaca. Kalau cerah, bisa, kalau hujan akan terganggu,” jelasnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, yang hadir secara daring dalam acara penutupan FIKSI mengungkapkan kebahagiaannya dapat menyapa para calon wirausaha muda Indonesia yang berlaga di FIKSI 2021. Ia berpesan kepada para para peserta yang telah berpartisipasi, agar paham makna kewirausahaan karena pasar Indonesia maupun dunia terus berkembang hingga tahun 2045.

Perkembangan dunia yang bergerak dengan cepat harus disikapi dengan tepat. Hanya generasi yang berjiwa entrepreneur lah yang bisa melihat dan memanfaatkan peluang tersebut,” tuturnya.

Wikan mengungkapkan, di masa mudanya ia sudah pernah mencoba 14 jenis bisnis, mulai dari ternak ikan, percetakan, jual sayur di pasar, mengembangkan koran online, hingga jual apartemen. Dari 14 bisnis itu, kata dia, hanya tiga yang bisa bertahan sampai sekarang, salah satunya jadi pembuat konten di Youtube. Wikan mengatakan, jika melihat orang yang sudah sukses jangan hanya lihat suksesnya, tapi harus belajar dari gagalnya. Negara ini butuh wirausahawan baru yang berani mencoba menjadi pebisnis di masa depan.

Jadi harus berani ambil risiko,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Asep Sukmayadi dalam laporannya menyebut ada 50 medali yang diperebutkan dalam kompetisi kali ini. Medali tersebut dibagi atas 17 medali emas, 17 medali perak, dan 16 medali perunggu.

Selain perolehan medali, terdapat penghargaan khusus atau special award yang akan diberikan para mitra kepada tim terpilih menurut kriteria dari mitra. Special award yang diberikan para mitra bagi tim terpilih dapat berupa pelatihan, inkubasi usaha, bantuan permodalan, bantuan pendidikan, dan lain sebagainya. Nama-nama para peraih special award selanjutnya diumumkan secara terpisah pada media sosial Pusat Prestasi Nasional.

Di kelompok SMA, ada lima bidang inovasi yang dilombakan, yaitu Bidang Boga, Bidang Aplikasi, Permainan/Game, Video, dan Animasi, Bidang Desain Grafis, Bidang Budidaya dan Lintas Usaha, Bidang Fashion, dan Bidang Kriya. Tema yang diusung pada kelompok ini adalah Vokasi Berbasis Kearifan Lokal Menuju Persaingan Global. Kemudian bidang yang dilombakan pada jenjang SMK yaitu Bidang Agribisnis dan Agroteknologi, Bidang Kemaritiman, Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial, Bidang Pariwisata, Industri Seni, dan Kreatif, Bidang Teknologi Rekayasa dan TIK.

Sebelum ditetapkan sebagai juara, peserta FIKSI telah menjalani beberapa tahap seleksi. Di tahap pertama, pada seleksi administrasi dan rencana bisnis, terdapat 1.942 siswa SMA/MA yang dan 476 siswa SMK yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 rencana bisnis karya SMA/MA dan 50 rencana bisnis dipilih untuk mengikuti seleksi tahap akhir. Di seleksi tahap akhir inilah, peserta melakukan presentasi, wawancara, dan pameran, yang disebut dengan Expo FIKSI, di Bandung, Jawa Barat.

Sumber & Foto: (KEMENDIKBUDRISTEK RI).

 

[RID/fiq]

Rakyat.id - Paris, 13 Oktober 2021 --- Duta Besar (Dubes) Arrmanatha Nasir menekankan urgensi UNESCO untuk turut serta menjadi bagian dari solusi dunia dalam menjawab tantangan multi-dimensional, khususnya sektor-sektor yang menjadi mandat kerja UNESCO. Terdapat lima kunci yang disampaikan delegasi Indonesia untuk menjaga relevansi UNESCO khususnya terhadap kebijakan pendidikan di tanah air. Hal tersebut disampaikan Dubes Nasir pada Sesi Debat Dewan Eksekutif UNESCO ke-212 di Paris, 11 Oktober 2021 lalu.

 

Rancangan Strategi Jangka Menengah UNESCO perlu diimplementasikan secara konkret agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari UNESCO. Relevansi UNESCO perlu dijaga di tengah meningkatnya tantangan global akibat pandemi Covid-19,” demikian   pernyataan inti National Statement Indonesia yang disampaikan oleh Dubes Arrmanatha Nasir, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.

 

Untuk itu, Indonesia memberikan lima masukan kepada UNESCO. Pertama, UNESCO perlu mengintensifkan kolaborasi lintas sektoral. Kedua, penggunaan sumber daya UNESCO secara efisien. Ketiga, berfokus pada prioritas dan keunggulan komparatif UNESCO. Keempat, berorientasi pada hasil kerja yang berdampak panjang di tingkat Nasional. Kelima, melakukan pendekatan yang lebih terkoordinasi kepada para pemangku kepentingan nasional.

 

Lebih lanjut, Indonesia meminta UNESCO untuk memprioritaskan pemulihan pendidikan global, yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19. “Pendidikan yang berkulitas dan inklusif, disertai kebijakan pendidikan yang bersifat responsif dan fleksibel terhadap kebutuhan pelajar dan tenaga pendidik, merupakan kunci solusi,” ujar Dubes Nasir.

 

Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan perkembangan dunia pendidikan di tanah air, yaitu kebijakan Pemerintah Indonesia dalam menjalankan program Guru Belajar dan Guru Berbagi, Sekolah Penggerak, dan Guru Penggerak. “Ketiga program ini, utamanya untuk meningkatkan kapasitas guru, yang sangat vital perannya dalam pemulihan dan transformasi pendidikan selama pandemi,” ungkap Nasir.

 

Indonesia juga mengapresiasi kepemimpinan UNESCO dalam mereformasi mekanisme kerja sama pendidikan global, dan meminta UNESCO untuk menaruh perhatian pada urgensi kesenjangan teknologi intra dan antarnegara. Hal ini antara lain dapat dijembatani melalui peningkatan kapasitas literasi digital, dan peningkatan kolaborasi sektor sains, serta teknologi, dan inovasi.

 

Selain itu, penyusunan standard-setting untuk Etika Artificial Intelligence dan Open Science yang diinisiasi UNESCO, diharapkan dapat sejalan dengan proses multilateral lainnya. “Hal terpenting adalah, bagaimana implementasi dari kedua instrumen dapat membantu negara-negara dalam mengurangi kesenjangan ekonomi, sosial, digital, pembangunan, dan gender,” ucap Dubes Nasir.

 

Sebelum mengakhiri, Dubes Nasir menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dengan semua Negara Anggota UNESCO dalam upaya menuju pemulihan pasca pandemi Covid-19.

 

"Selain peran penting guru, dalam penanganan dan pemulihan dari Covid-19, peran UNESCO bagi pengiat kebudayaan, ilmuwan, serta profesional dalam informasi dan komunikasi juga menjadi bahasan yang mendalam. Hal-hal ini juga sejalan dengan apa yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan berbagai kementrian/lembaga di Indonesia,” imbuh Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Ismunandar di akhir pernyataannya.

 

Sumber & Foto: (KEMENDIKBUD RI).

[RID/fiq]

Rakyat.id - Jakarta. - Penguatan Moderasi Beragama menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

 

Peta jalan penguatan sudah disusun termasuk di dalamnya adalah penguatan moderasi beragama melalui lembaga pendidikan, baik madrasah, sekolah, maupun perguruan tinggi.

 

Alhamdulillah, penyiapan pedoman penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan sudah selesai. Hari ini kita rilis bersama agar bisa dijadikan panduan baik di madrasah, sekolah, maupun perguruan tinggi,” terang Menag di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

 

Rilis pedoman penguatan moderasi beragama ini berlangsung secara daring dan luring, dipusatkan di gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta. Rilis ini dilakukan Menag Yaqut bersama  Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, serta Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

 

Ada empat pedoman yang dirilis, yaitu buku saku moderasi beragama bagi guru; buku modul pelatihan penguatan wawasan moderasi bagi guru; pedoman mengintegrasikan moderasi pada mata pelajaran agama; dan buku pegangan siswa.

 

Menag menilai institusi pendidikan menjadi salah satu ruang strategis dalam menyemai penguatan moderasi beragama. Apalagi, jumlah pendidik dan peserta didik pada semua jenjang, secara nasional mencapai 61,3 juta. “Jumlah ini adalah 22,6% dari total populasi di Indonesia,” jelas Menag.

 

Dari jumlah itu, lanjutnya, sebanyak 51 juta adalah peserta didik pada jenjang dasar dan menengah, dan sebanyak 7,3 juta adalah mahasiswa. Sementara jumlah guru adalah 2,6 juta dan dosen mencapai 308 ribu orang.

 

“Kemenag serius dalam penguatan moderasi beragama yang juga menjadi amanat Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. Secara operasional, Kemenag sudah menerbitkan Peraturan Menteri Agama No. 18 Tahun 2020 tentang Renstra Kementerian Agama 2020-2024,” tuturnya.

 

Peluncuran empat buku ini dikemas dalam gerakan “Aksi Moderasi Beragama: Menyemai Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Kebhinekaan”. 

 

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani melaporkan bahwa sebagai dari aksi moderasi beragama ini, Kementerian Agama juga telah menyiapkan portal buku elektronik pendidikan agama yang memfasilitasi visi penguatan moderasi beragama.

Buku elektronik ini bisa diakses melalui http://cendikia.kemenag.go.id,” jelasnya

 

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Rohmat Mulyana menambahkan, untuk tahap awal, implementasi penguatan moderasi beragama akan dilakukan dengan menunjuk sekolah atau madrasah sebagai laboratorium moderasi beragama. Menurutnya, ada sejumlah madrasah dan sekolah di provinsi NTT, NTB, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, dan Banten yang ditetapkan sebagai pilot project.

 

Untuk tahun pertama, kami menetapkan sejumlah sekolah atau madrasah di provinsi NTT, NTB, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, dan Banten sebagai laboratorium moderasi beragama,” tandasnya.

Sumber & Foto: (KEMENAG RI).

 

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down