Bahasa IndonesiaEnglish

Rakyat.id - Jawa Tengah. -Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Adira Finance memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM di lima destinasi super prioritas, yaitu Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang melalui “Gebyar Adira Kreasi 2021”. Para pelaku UMKM dinilai layak diapresiasi karena tetap bersemangat dalam menciptakan karya, melahirkan inovasi, dan meningkatkan kualitas produknya di tengah pandemi dan tantangan ekonomi.

Gebyar Adira Kreasi 2021 di gelar di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu 13 November 2021 malam. Gebyar Adira Kreasi sendiri menjadi acara puncak dari perhelatan Festival Kreatif Lokal 2021 dengan tema #TumbuhBersamaSahabat.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, dalam keterangannya, di Magelang, Sabtu (13/11/2021) mengatakan acara ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dengan pihak swasta dalam memberikan pendukungan dan apresiasi kepada pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Awarding Festival Kreatif Lokal yang akan diberikan pada malam Gebyar Adira Kreasi sebagai ajang pembuktian diri bagi pelaku UMKM yang bergerak di subsektor kuliner, fesyen, dan kriya, untuk menjadi yang terbaik, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas jenama lokal Indonesia tidak kalah dari jenama luar negeri.
Harapan kami, para pemenang ini dapat menjadi local heroes terbaik di tiap destinasi super prioritas, yang dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah setempat dan juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Nia Niscaya.
Nia Niscaya juga mengatakan bahwa semangat tumbuh bersama sahabat di Festival Kreatif Lokal 2021 yang ingin disampaikan oleh Adira Finance, sesungguhnya bukan hanya untuk pelaku UMKM di destinasi super prioritas saja, tetapi semangat itu harusnya selalu ada pada diri setiap insan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Setelah menjalani proses seleksi serta coaching camp pada 1 September hingga 2 November 2021 lalu, terpilih 45 nominasi UMKM yang akan menjadi local heroes pada kategori bidang usaha fesyen, kuliner, dan kriya di tiap destinasi super prioritas.
Kriteria penilaian dalam pemilihan UMKM terbaik akan berdasarkan inovasi dan orisinalitas produk, visi dan misi, model bisnis, serta strategi bisnis yang dikembangkan. Pemenang akan mendapatkan hadiah senilai ratusan juta rupiah berupa modal usaha, pelatihan bisnis, eksposure di media mengenai produk dan usaha mereka, hingga diikutsertakan pada pameran UMKM diaspora.
Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli menjelaskan tahun 2021 menjadi tahun kedua Adira Finance menjalin kemitraan dengan Kemenparekraf/Baparekraf dalam menyelenggarakan Festival Kreatif Lokal 2021. Ini merupakan wujud dukungannya sebagai pihak swasta terhadap kampanye nasional #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia.
Melalui penyelenggaraan ini, kami ingin menunjukkan komitmen perusahaan yang senantiasa mendukung para UMKM untuk tumbuh, sesuai dengan visi Adira Finance dalam menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Hafid.
Hafid pun berharap ajang tahunan ini menjadi jalan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi para UMKM, agar produknya semakin diakui secara nasional dan memiliki kesempatan untuk bersaing di kancah global.
Sumber & Foto: (KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF).
[RID/fiq]

Rakyat.id - Jakarta. - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebut kesiapan penyelenggaraan event internasional World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 di Pertamina International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat sudah mencapai 100 persen.

Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan weekly press briefing secara virtual, Senin (8/11/2021) menjelaskan, pemerintah telah memberikan panduan protokol kesehatan bagi penyelenggaraan kegiatan itu dan nantinya diharapkan 25 ribu penonton dapat menyaksikan event balap internasional yang terbagi dalam tiga kategori tiket.

Panitia juga telah berdiskusi dengan ITDC, Pemerintah Daerah, dan Forkopimda NTB. Untuk tiket yang ditawarkan bagi masyarakat terbagi dalam tiga klasifikasi, untuk masyarakat yang ingin membeli di hari pertama sebesar Rp150 ribu. Rp200 ribu untuk hari kedua, dan Rp300 ribu untuk hari ketiga. Sementara untuk masyarakat yang ingin membeli paket selama tiga hari seharga Rp770 ribu.
Pertamina International Street Circuit juga rencananya akan menggelar ajang balap Idemitsu Asia Talent Cup pada 12 November 2021.
Selanjutnya ajang World Superbike pada 19 November dan MotoGP di tahun depan. Tentunya event-event tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, yang terintegrasi aplikasi PeduliLindungi. 
Saya juga sudah melihat dan meninjau langsung bagaimana antisipasi crowd control agar tidak terjadi penumpukan dan kerumunan. Ini dilakukan dengan koordinasi bersama pihak Kepolisian, TNI, Satgas COVID-19 setempat. Koordinasi ini kita harapkan belajar dari penyelenggaran PON Papua sehingga tidak memunculkan kasus COVID-19 yang baru,” katanya.
Menparekraf Sandiaga juga berharap, gelaran ini menjadi kesempatan untuk kebangkitan ekonomi. Dimana kemudian akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
Harapan kita event ini memberikan peluang untuk membuka lapangan kerja sehingga ekonomi bangkit. Produk ekonomi lokal juga bisa mendapat limpahan peningkatan omzet. Serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Mandalika, Lombok dan NTB meningkat,” katanya.
Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan keprihatinan atas musibah dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air, khususnya Kota Wisata Batu di Jawa Timur. Ia menyampaikan pihaknya melalui Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan asesmen dan pemantauan informasi di tengah fase tanggap darurat. 
Dimana pada fase tanggap darurat ini merupakan fase krisis yang memerlukan tindakan penanganan sesegera mungkin. Ada 5 hal utama yang dilakukan, asesmen dan Pemantauan Informasi, membentuk Pusat Krisis Kepariwisataan (Tourism Crisis Center/TCC), strategi komunikasi, pelayanan wisatawan dan analisis dampak.
“Kemenparekraf telah membuat Tim Krisis, sebelumnya kami sangat prihatin dan menggarisbawahi satu penanganan khusus penuh empati yang harus kita lakukan dengan segera. Kota Batu ini sedikit dari kota yang memasukan ‘wisata’ pada nama kotanya, sehingga kota ini sangat bergantung pada sektor pariwisata,” katanya.
Sumber & Foto : (KEMENPAREKRAF RI).
[RID/fiq]
Rakyat.id - Gorontalo. - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meresmikan Rumah Kreatif Gorontalo di Desa Langge, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Dalam peresmian yang dilaksanakan pada Minggu (7/11/2021) ini, Sandiaga mengatakan pembentukan Rumah Kreatif Gorontalo diinisiasi oleh Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Kabupaten Bone Bolango dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
"Jadi bukan pemerintah yang membangun, tapi justru komunitas," kata Sandiaga.
Menurut Sandiaga, pemerintah berperan memberikan kebijakan dengan mendukung UMKM dan kearifan produk-produk lokal. Sehingga, pola ini akan dikembangkan di destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bone Bolango.
"(Tujuannya) Agar pariwisata yang berbasis masyarakat, berkualitas, dan berkelanjutan. Sehingga membuka lapangan kerja seluas-luasnya," katanya. Sektor pariwisata, lanjut Sandiaga, terbukti enam kali lipat lebih cepat dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, ia berharap dengan diresmikannya Rumah Kreatif Gorontalo ini bisa menjadi sinyal kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Gorontalo, khususnya di Kabupaten Bone Bolango.
"Kita harapkan nanti kolaborasi antara Pak Bupati (Bone Bolango) dan pentahelix semua bisa menjadi awal dari kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Sandiaga.
Dalam peresmian ini, Sandiaga didampingi oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi, Irjen Pol. Krisnandi; Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan.
Selain itu, turut hadir pula Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim; Bupati Bone Bolango, Hamim Pou; Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli; Ketua Gemawira Bone Bolango, Yunilia Asra Uno; Kadispar Provinsi Gorontalo, Rifli Katili; Kadisparekraf Bone Belango, Lukman A. Daud, dan Pendiri Rumah Kreatif Gorontalo; Syaiful Suga.
Sumber & Foto : (KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF RI).
[RID/fiq]
Rakyat.id - Jakarta, 1 November 2021 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusung tema ‘Wonderfull Journey’ dalam upaya mempromosikan Indonesia di ajang World Travel Market (WTM) London 2021, salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia sejak 1980.
World Travel Market (WTM) London 2021 dilaksanakan secara hybrid (offline dan online) pada 1–3 November 2021 di Excel Centre, London, dan 8–9 November 2021 secara virtual.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf menjadikan WTM London 2021 sebagai ajang potensial untuk memasarkan pariwisata Indonesia ke mancanegara, dan menyambut kedatangan kembali wisatawan. Upaya ini juga merupakan aktivitas perluasan pasar dan menjaga eksistensi Indonesia sebagai salah satu destinasi utama di Asia Tenggara untuk pasar Inggris. Yang di mana sebagai program unggulan di Kemenparekraf yang menjadi benang merah dari upaya pemulihan pasar.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa dalam event WTM London 2021, Indonesia tidak hanya mengangkat tentang 5 Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang yang telah berjalan sejak 2020, tapi juga akan menyikapi perubahan peta bisnis pariwisata yang dipengaruhi perubahan permintaan dan selera pasar.
Indonesia juga akan menyoroti program InDOnesia CARE, atau I DO CARE, untuk menunjukkan bahwa protokol kesehatan diterapkan hampir di seluruh rangkaian perjalanan wisatawan saat memasuki destinasi di Indonesia.
“Hal ini merupakan implementasi dari tiga strategi utama yang diterapkan dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.
Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam WTM London 2021 juga menjadi bagian dari persiapan Bali menjadi proyek percontohan pembukaan kembali perbatasan bagi wisatawan internasional.
Situasi pandemi mengubah konsiderasi, behavior, dan tujuan berwisata selama ini. Untuk menjawab shifting market demand yang mengutamakan rasa aman wisatawan, kami akan totalitas mempersiapkan ‘Wonderful Journey’ yang akan didapatkan wisatawan saat berkunjung ke Indonesia. Persiapan mencakup hal-hal yang memungkinkan wisatawan tetap dapat menikmati dan menjelajahi dengan aman selama menerapkan sistem protokol kesehatan,” ucap Sandiaga.
Pandemi ini tentunya sangat memukul kita semua, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Namun, kita tidak bisa hanya berdiam diri menunggu situasi membaik. Kita harus mampu bertahan dan berjuang dalam situasi pandemi ini, kita harus bergerak bersama guna memastikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia untuk Restart, Reborn dan Rebound kembali”, tambah Sandiaga.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran, Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, menjelaskan Kemenparekraf telah mempersiapkan QR code, yang terhubung dengan microsite owned website www.indonesia.travel, yang akan terpasang pada beberapa sisi booth Indonesia. Para pengunjung on-site dapat mengakses langsung dengan men-scan QR code bertuliskan ‘scan and find out what we offer’.
Secara umum, pesan utama yang akan dibawa ke negara pasar melalui aktivitas Sellers meet Buyers dalam WTM London 2021, selain Penerapan protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) di setiap destinasi wisata sebagai fokus utama; juga kampanye #ItstimeforBali yang menunjukkan kesiapan Bali untuk menerima wisatawan mancanegara dengen tingkat vaksinasi tinggi yang telah dilaksanakan untuk para pekerja sektor parekraf, dan vaksinasi lengkap dilakukan secara bertahap kepada masyarakat Indonesia.
Pemanfaatan platform digital juga menjadi warna terbaru dalam format Smart Space dan Activation Package di dalam pameran WTM London 2021. Pengunjung pameran dapat menggali lebih jauh informasi mengenai produk dan pelayanan industri pariwisata Indonesia yang berpartisipasi melalui QR Code,” ujar Nia Niscaya.
Kemenparekraf memfasilitasi 70 industri pariwisata Indonesia yang berperan sebagai co-exhibitor. Di antaranya perusahaan yang bergerak di bidang Travel Agent/Tour Operator, Hotelier, Destination Management Company (DMC), dan Dive Operator yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia.  Pelaku industri yang tergabung sebagai co-exhibitor pun mendapat kesempatan untuk bergabung dalam meeting format 1-2-1 menggunakan event platform virtual, dan conference program.
Melalui masa yang sangat menantang tahun lalu, saya percaya masyarakat global sudah tidak sabar untuk bepergian dan menjelajahi setiap sudut dunia sesegera mungkin. Kami berharap hadirnya Indonesia dalam WTM London dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi terbaru yang dibutuhkan untuk merencanakan kunjungan Anda ke Indonesia,” ujar Nia Niscaya.
Sumber & Foto : (KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF RI).
[RID/fiq]
Rakyat.id - Palembang, 23 Oktober 2021 - Penyelenggaraan Festival Sriwijaya XXIX diharapkan tidak hanya meningkatkan kembali gairah pariwisata di Sumatra Selatan, namun juga mendorong geliat UMKM khususnya di subsektor ekonomi kreatif.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri acara pembukaan Festival Sriwijaya XXIX.
"Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, hari ini kita gagas Festival Sriwijaya ke-29 tahun 2021 yang juga menghadirkan pameran produk-produk UMKM ekonomi kreatif dari seluruh subsektor. Harapannya bisa membuka kembali lapangan kerja dengan meningkatnya penjualan UMKM," kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat (22/10/2021) di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Uno berkesempatan melihat produk-produk ekonomi kreatif yang dihadirkan. Ia pun mengajak masyarakat yang datang untuk membeli produk-produk UMKM.
"Kita tahu saat ini UMKM sedang kesulitan, kita harus mensupport sektor parekraf dengan menjadi Rojali yaitu rombongan jadi beli, jangan hanya jadi rohali atau rombongan hanya lihat-lihat. Ayo kita gercep, ‘begancang’ membantu UMKM agar usaha kreatif kembali menggeliat dan membantu terciptanya lapangan pekerjaan," kata Sandiaga.
Festival Sriwijaya XXIX berlangsung secara hybrid dari Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring, Palembang, mulai 22 hingga 28 Oktober 2021. Mengangkat tema "Harmoni Sumsel dalam Gelora Sriwijaya", Festival Sriwijaya tahun ini menghadirkan gelar budaya 500 seniman dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Selatan.
Untuk pelaksanaan tahun 2021, seluruh tampilan seni akan dilaksanakan dalam satu kali kesempatan yang di dalamnya sudah terdapat seni tari, lagu, dan teater. Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow tentang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Di ajang ini juga terdapat 17 pameran subsektor ekonomi kreatif diantaranya berbagai macam kerajinan tangan dan kain khas Sumatera Selatan serta tidak ketinggalan kuliner.
Ajang yang kerap disebut sebagai hajatan besar warga Sumatra Selatan ini juga paling ditunggu karena tahun lalu festival ini ditunda karena pandemi COVID-19.
Menparekraf Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf akan terus mendukung penyelenggaraan Festival Sriwijaya. Salah satunya dengan meningkatkan skala penyelenggaraan dalam lingkup internasional.
"Acara ini teradaptasi dan berhasil. Harapannya ini jadi kebangkitan dan kepulihan dari sektor ekonomi serta pariwisata kreatif. Saya apresiasi kegiatan ini. Tahun depan kami sudah rencanakan kolaborasi dengan praktisi event internasional, kita akan membawa festival Sriwijaya ke tingkat internasional sehingga kita akan undang partisipan-partisipan dan pengunjung dari negara-negara luar, seperti negara-negara yang memiliki hubungan dengan Kerajaan Sriwijaya dulu," kata Sandiaga.
Gubernur Sumatra Selatan, Herman Daru, mengatakan, saat ini Sumatra Selatan sedang dalam tahap pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggiatkan kembali tempat-tempat wisata dan seni budaya.
"Keanekaragaman seni budaya di Sumatra Selatan sudah sangat lama dikenal. Bersama DPRD, kita juga telah keluarkan perda kearifan lokal, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2021 untuk mengembalikan ciri khas dari Sumatra Selatan," kata Herman Daru.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani.
Sumber & Foto: (KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF)
[RID/fiq]

Rakyat.id,-Jakarta, 18 November 2020 - Sebanyak 18 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) meraih penghargaan dalam ajang Festival Kreatif Lokal (FKL) 2020 karena telah dianggap berhasil dalam menciptakan prestasi kinerja mengagumkan di tengah pandemi COVID-19.

Festival yang terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) tersebut memberikan penghargaan melalui 6 kategori, mulai dari kategori fashion, kuliner, fotografi, pertunjukan, kriya, dan video.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (17/11/2020), menjelaskan Kemenparekraf berkomitmen untuk memberikan pendampingan usaha dan mengikutkan para finalis dalam program-program yang tersedia luas di Kemenparekraf, seperti program "BeliKreatifLokal" maupun program lain. Peserta juga berkesempatan besar untuk mendapatkan eksposure pemasaran pada berbagai pameran maupun event baik di dalam maupun luar negeri. 

"Melalui FKL ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik bahwa mereka bisa menjadi pejuang negeri dengan #BanggaBuatanIndonesia dengan cara mengkonsumsi dan membeli produk kreatif lokal. Dengan mengkonsumsi produk kreatif lokal, maka mereka telah membantu UMKM menjadi tulang punggung pertahanan laju perekonomian Indonesia” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, menjelaskan penghargaan Kreatif Lokal Award 2020 diberikan kepada para pemenang bertepatan dengan puncak perayaan HUT ke-30 Adira Finance pada Jumat, 13 November 2020.

Lewat Kreatif Lokal Award 2020, sebanyak 18 pelaku wirausaha telah menunjukkan prestasi kinerja mengagumkan dengan memberdayakan masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan kreativitas, sehingga meningkatkan taraf hidup dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. 

"Kami berharap mereka dapat menginspirasi kita semua, serta memberikan semangat untuk bersama-sama bangkit dan bersinergi dalam memajukan perekonomian Indonesia,”  kata Hafid Hadeli.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli, serta jajaran Direksi Adira Finance lainnya, I Made Dewa Susila, Ho Lioeng Min, Swandajani Gunadi, Niko Kurniawan Bonggowarsito, Harry Latif, dan Jin Yoshida yang mengikuti acara secara virtual. 

Turut pula para mitra pendukung acara ini, yaitu Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti, kemudian Presiden Komisaris Adira Finance sekaligus Direktur Utama Bank Danamon, Yasushi Itagaki.

Beberapa kepala daerah ikut berbangga dan menunjukkan apresiasi mereka dengan memberikan motivasi sekaligus dukungan secara live melalui aplikasi Zoom, agar para pemenang semakin bersemangat untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. 

Di antaranya adalah Gubernur Banten, Wahidin Halim, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, serta perwakilan Gubernur Kalimantan Timur, Isnan Noor. Selain itu, ada juga pengusaha ternama Sandiaga Uno yang hadir secara virtual dan memberikan selamat kepada para pelaku UKM dan industri kreatif.

Sumber & Foto: ( Biro Komunikasi 
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif )

[RID/fiq]

Rakyat.id, -Jakarta, 4 November 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan kajian penerapan strategi pemulihan “Bounce Back Quickly” pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi.

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu, dalam sambutannya, Rabu (4/11/2020), mengatakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19 adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami penurunan signifikan akibat terhentinya aktivitas pariwisata.

Untuk itu, proses bounce back menjadi sangat penting. Selain merupakan tanda awal dimulainya aktivitas wisata, hal ini juga berdampak pada psikologis yang positif bagi para pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. 

“Melihat hal tersebut, maka diperlukan kajian strategis dari seluruh stakeholder terkait pemulihan bounce back quickly di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh karenanya, Kemenparekraf/Baparekraf menginisiasi kegiatan webinar daring ini untuk mendapat insight mengenai hal-hal yang memperkaya langkah strategis dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Agustini.

Agustini Rahayu menjelaskan dalam upaya pemulihan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf telah melakukan berbagai langkah mitigasi seperti analisis dampak, pelayanan wisatawan, dan SDM terutama dalam pelayanan informasi. 

Karena pelayanan informasi menjadi salah satu hal yang paling penting untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan aktual, supaya publik memahami kondisi saat ini,” ujar Agustini.

Pada bidang pelayanan wisatawan dan SDM, Kemenparekraf/Baparekraf mengeluarkan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam  upskilling dan reskilling kompetensi serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ekraf, seperti memberikan pelatihan daring. Hal ini dilakukan agar pelaku usaha tetap produktif dan berkarya di tengah pandemi.

“Sehingga, ketika sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit kembali, para pelaku usaha sudah memiliki kompetensi diri yang justru jauh lebih mumpuni,” kata Agustini.

Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf  juga telah membuat program pemulihan destinasi wisata seperti penguatan sapta pesona di destinasi wisata, revitalisasi amenitas di destinasi wisata, sosialisasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di setiap destinasi wisata di Indonesia, dan sertifikasi CHSE.

Ada juga program seperti Hibah Pariwisata dan BIP (Bantuan Insentif Pemerintah). Selain itu, untuk membangun trust of destination bagi wisatawan nusantara dan mancanegara melalui aspek penerapan protokol kesehatan CHSE, Kemenparekraf/Baparekraf membuat kampanye kampanye "Indonesia Care" atau disingkat “I Do Care”.

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Rusiawan, menjelaskan pada penerapan strategi nantinya, Kemenparekraf memerlukan kerja sama dengan stakeholder terkait, sehingga kebijakan dan program yang dibuat dapat menjangkau pelaku usaha parekraf yang terdampak secara merata.

“Hal ini dilakukan agar bisa mempercepat upaya pemulihan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wawan.

Webinar daring ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Vaccine Advocate & Internist dr. Dirga Sakti Rambe, Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Maulana Yusran, dan Asia’s Next Top Model Cycle 5 & Travel Influencer Valerie Krasnadewi.

Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia, Maulana Yusran, menjelaskan strategi yang dapat dilakukan oleh industri hotel dan restoran untuk dapat bertahan di masa pandemi ini adalah melakukan negosiasi ke pihak perbankan dalam bentuk restrukturisasi bagi yang memiliki kewajiban, mengurangi biaya utilitas, menutup sebagian atau seluruh fasilitas yang tidak berfungsi karena demand-nya tidak ada untuk sementara waktu, serta dapat memanfaatkan media promosi melalui digital dan media sosial.

“Terkait meningkatkan demand pemerintah bisa menjadi trigger dengan melakukan bussines tourism seperti, melakukan perjalanan dinas, akomodasi, penyewaan ruang pertemuan, serta memperbanyak kegiatan di hotel dan restoran. Selain untuk meningkatkan permintaan, hal ini juga dimaksudkan untuk menggerakkan ekonomi serta meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata,” ujar Maulana.

Maulana juga mengusulkan untuk membuat incentive traveller dalam memicu pergerakan atau aktivitas wisata serta bubble tourism untuk membuka sekaligus mengembalikan wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Vaccine Advocate & Internist dr. Dirga Sakti Rambe, memberikan rekomendasi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan wisata untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak melakukan perjalanan jika dirasa sedang tidak sehat, sebisa mungkin melakukan kegiatan outdoor, dan menghindari kerumunan.

“Jika ingin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif segera pulih, yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan dengan disiplin dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Jadi, tanamkan di setiap diri masing-masing untuk selalu menjaga kesehatan,” kata Dirga.

Sumber & Foto: (Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

[RID/fiq]

Rakyat.id,- Labuan Bajo. - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar kegiatan aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam upaya menciptakan produk kreatif unggulan di subsektor seni musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan. 

Aksilarasi merupakan program pendampingan yang diinisiasi Kemenparekraf dalam penciptaan produk ekonomi kreatif unggulan di bidang musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan penerbitan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Labuan Bajo.  

Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas, Josua Simanjuntak, mengatakan dengan adanya program aksilarasi diharapkan akan membangun talenta yang ada di Manggarai Barat dan Labuan Bajo, untuk menciptakan karya-karya baru yang berangkat dari akar budaya sebagai value proposition global. Sehingga menjadi daya tarik turis mancanegara untuk berkunjung. 

Dalam hal ini, dengan adanya kegiatan aksilarasi akan terbentuk ekosistem ekonomi kreatif Labuan Bajo untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan peran aktif warga sekaligus mendukung pengembangan destinasi pariwisata,” ujar Josua. 

Kegiatan aksilarasi ini juga menjadi salah satu komitmen Kemenparekraf dalam mendorong pariwisata melalui komunitas lokal. 

Josua berharap aksilarasi di Labuan Bajo akan menjadi media transformasi segi sumber daya manusia untuk menjadi aktor utama membangun destinasi pariwisatanya. 

"Melalui aksilirasi ini masyarakat setempat menjadi aktor utama. Inilah yang nanti akan dilakukan oleh teman-teman dari Manggarai Barat, Labuan Bajo. Misalnya nanti ada yang memproduksi tari-tarian. Pokoknya seniman kreator ini jadi aktor utamanya dan nilai ekonominya meningkat. Jadi ada social effect. Dengan adanya sinergi semua pihak, kita harus bersama menyukseskan sinergi akselerasi ini," ujar Josua. 

Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa aksilarasi Labuan Bajo terdiri dari masa inkubasi selama 14 hari yakni pada 3-16 November 2020, lalu adanya konferensi pers pada 18 November 2020, dan uji publik secara daring karya-karya yang telah dihasilkan pada 19 November 2020. 

"Jadi proyeksi karya yang dihasilkan program aksilarasi Labuan Bajo T.A 2020 ini  terdapat 16 karya. Seni musik sebanyak 3 karya, seni pertunjukan sebanyak 8 karya, seni rupa sebanyak 1 karya site specific, dan penerbitan sebanyak 4 karya atau 3 dummy buku 'Mengenal Labuan Bajo' dan1 Peta Jelajah," ujar Amin. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus, berharap masyarakat setempat dapat terlibat dalam pengembangan pariwisata Manggarai Barat secara massive melalui kegiatan aksilarasi ini.

"Saya berharap kegiatan aksilarasi ini bisa membuat masyarakat tergugah untuk meningkatkan destinasi wisata Labuan Bajo," ujarnya. 



Sumber & Foto: (Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

[RID/fiq]


Rakyat.id, -Yogyakarta. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penyelenggaraan Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 sebagai wujud inovasi dari pelaku industri kreatif subsektor musik untuk tetap konsisten berkarya di tengah pandemi COVID-19.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 berlangsung pada Sabtu (31/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020), merupakan festival musik jazz yang digelar setiap tahun sejak tahun 2015 secara offline. Namun kondisi pandemi COVID-19 membuat Prambanan Jazz Festival (PJF) tahun 2020 ini mengubah konsepnya menjadi virtual musik. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Prambanan Jazz Festival. Hal ini menunjukkan semangat dan komitmen dari para pelaku industri kreatif untuk tetap mewujudkan suka cita dan inovasi di tengah pandemi COVID-19.

"Apresiasi setinggi-tingginya juga kepada Rajawali Indonesia, serta para pihak yang turut dalam pelaksanaan prambanan  jazz virtual. Besar harapan para pelaku ekonomi kreatif dapat senantiasa bekerja sama mewujudkan suka cita dan komitmen untuk tetap berkarya, ciptakan inovasi, kreativitas, dan menampilkan karya-karya kebanggaan bangsa kita," ujar Wishnutama dalam sambutannya secara virtual, Sabtu (31/10/2020). 

Wishnutama menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan menjadi standar penyelenggaraan sebuah event di fase pandemi saat ini. 

"Protokol kesehatan yang dilakukan Prambanan Jazz Festival ini diharapkan bisa menjadi konsep experience dan alternatif penyelenggaraan event  festival musik di masa pandemi ini," ujar Wishnutama. 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, mengatakan, sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf bersama industri dan pihak terkait lainnya telah menyusun buku panduan pelaksanaan event yang merujuk pada protokol kesehatan, keselamatan, dan kelestarian  lingkungan. Mulai dari sisi event supplier (produksi/vendor), event organizer, hingga pengisi acara serta crowd control-nya. Kemenparekraf/Baparekraf juga sebelumnya telah melakukan simulasi dalam penyelenggaraan event. 

"Penyelenggaraan kegiatan diharapkan dapat terus berjalan dan pekerja seni dapat produktif lagi namun tetap aman COVID-19 di era adaptasi kebiasaan baru," kata Rizki Handayani. 

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan, tidak mudah menyelenggarakan perhelatan di tengah situasi pandemi. Sebab, proses panjang terkait perizinan penyelenggaraan harus dilalui demi terwujudnya Prambanan Jazz Festival 2020 di masa pandemi COVID-19. 

Usaha keras kami akhirnya bisa membuat Prambanan Jazz Festival 2020 tetap dapat terselenggara,” ujar Anas. 

Menurut Anas, keputusan menggelar Prambanan Jazz Festival 2020 secara virtual ini adalah langkah terbaik demi menekan angka penularan virus COVID-19. "Ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh saat ini. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers karena belum bisa menggelar perhelatan secara offline," ujarnya. 

Hari pertama gelaran Prambanan Virtual Jazz Festival diisi deretan musisi, yakni Joko In Berlin, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Pusakata, Tompi dan Tulus. 

Vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana, di sela-sela penampilannya mengaku bangga bisa tampil di gelaran Prambanan Jazz Festival 2020. "Jaga kesehatan semua, semoga pandemi ini segera berakhir," kata Ari. 

Hal senada dikatakan Is "Pusakata". Ini adalah kali kedua dirinya tampil di gelaran Prambanan Jazz Festival. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya yang dihadiri ribuan penonton, kali ini justru tanpa kehadiran penonton dan disiarkan secara daring. 

"Namun saya sangat berupaya menyesuaikan diri dalam situasi saat ini. Pasti banyak kerinduan akan musik tanah air, kerinduan untuk menghargai musisi-musisi tanah air. Dan ini cara kita untuk mengapresiasi atmosfer musik kita," kata Is. 

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk dapat disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

"Kerinduan-kerinduan bisa kita wujudkan bersama selama kita bisa patuh terhadap protokol kesehatan," kata dia. 

Prambanan Jazz Festival 2020 masih akan berlangsung pada Minggu (1/11/2020) dan akan diisi deretan musisi lainnya seperti Andmesh, Pamungkas, Ardhito Pramono juga Yura Yunita. 

Sumber & Foto: Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

[RID/fiq]

Rakyat.id, - Yogyakarta. - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung pelaksanaan SAEXPO Furniture & Craft Exhibition 2020 yang dilaksanakan di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, sebagai ajang untuk membangkitkan semangat pengusaha mebel dan kerajinan tangan yang terdampak pandemi COVID-19.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Yuana Rochma Astuti dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020) mengatakan pameran yang diinisiasi oleh Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Yogyakarta ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi para pengusaha mebel dan kerajinan tangan untuk memasarkan dan memamerkan hasil karyanya. Menurutnya, pengusaha mebel dan kerajinan juga menjadi salah satu pelaku usaha yang terdampak oleh pandemi COVID-19.
 
Pameran ini bertujuan membangkitkan kembali gairah dan semangat para pelaku UKM terutama di sektor mebel dan kerajinan tangan, sebagai langkah pemulihan dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Pandemi ini menyebabkan pasar mebel sepi, banyak penundaan, dan pembatalan order dari konsumen. Sehingga, acara ini diharapkan memberi harapan bagi para pengusaha mebel dan kerajinan tangan untuk terus berkarya di masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Yuana.
 
Yuana menilai pameran ini juga dapat menjadi salah satu langkah membangun pasar domestik yang potensial atas produk mebel dan kerajinan berkualitas ekspor dengan harga terjangkau. Selain itu, pameran sekaligus menjadi ajang untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor UKM mebel dan kerajinan tangan.

Pameran SAEXPO ini juga diharapkan menjadi salah sebagai satu upaya menumbuhkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri serta mengantisipasi banyaknya produk impor yang masuk ke pasar domestik,” katanya.

Yuana menuturkan, pameran yang dilaksanakan dari Selasa (27/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) ini diikuti oleh 50 produsen dan pengusaha mebel dan kerajinan tangan berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya. Pengunjung yang hadir diharapkan dari kalangan masyatakat umum, pengelola hotel, restoran/kafe, dan perkantoran. “Peserta pameran ini juga melayani pengadaan barang mebel dan kerajinan pemerintah dan BUMN, selain itu barang-barang yang dipamerkan dalam acara ini juga memiliki kualitas yang baik dan harga yang terjangkau,” ujar Yuana.

Selain didukung oleh Kemenparekraf/Baparekraf, pameran ini juga didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta; Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul; serta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo. Produk-produk yang dipamerkan berupa, mebel outdoor-indoor, aksesoris, home furnishing, rumah kayu, kerajinan kayu, batik, gerabah, dan lainnya.

Sumber & Foto: Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down