Bahasa IndonesiaEnglish

 

 

KEPENGARANGAN
Judul Buku : Tiga Kunci Fundraising
Penulis : Abdul Ghofur
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Kota terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2018

Apa itu Profesi Fundraising ?

 

Mengapa Buku Tiga Kunci Fundraising Penting ?

 

Kenapa Buku Tiga Kunci Fundraising perlu diterbitkan oleh penulisnya ?

 

Dimana sajakah Buku Tiga Kunci Fundraising bisa didapatkan ?

 

Bagaimana cerita atau pengalaman Buku Tiga Kunci Fundraising dapat menjadi sebuah buku ?

 

 

Untuk lebih jelasnya, penulis membagikan beberapa bagian pembahasan utama yaitu :
1. Tiga prinsip pengelolaan lembaga Amil Zakat.
2. Tiga Prinsip Fundraising
3. Tiga syarat menjadi fundraiser handal
4. Tiga langkah menjadi fundraiser

KEUNGGULAN

Buku ini cocok dibaca bagi pendatang baru dan mahasiswa yang tertarik dengan dunia fundraising. Dalam buku ini, penulis yang sudah memiliki pengalaman hampir 14 tahun menggeluti bidang fundraising serta dibuktikan dengan memiliki sertifikat trainer dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu tak hanya membagikan tips-tips, cerita dan teori semata.

Akan tetapi, pembaca diajak untuk mencermati keadaan sekitar yang mana bisa dijadikan pundi-pundi atau ide dalam melakukan fundraising. Banyak kata-kata bijak yang tertuang mengajarkan kita agar tetap semangat, tegar dan konsisten dalam meraih apapun itu.

Disuguhkan pula berbagai testimoni dari praktisi dan pegiat filantropi menjadikan buku yang penyajiannya mudah dipahami itu layak berada pada jajaran rak buku Anda.

Buku ini disusun sederhana. Banyak pemikiran mengenai konsep, model dan pengalaman lain yang tidak tertuliskan. Namun penulis menjanjikan akan senang hati sharing A to Z fundraising tingkat lanjut melalui buku fundraising lanjutan atau forum-forum training, seminar, atau workshop.

 

Adapun materinya seperti:
Risk Management Fundraising, Fundraising Milineal,
Fundraising Metode Blended Finance,
Fundraising Corporate,
Fundraising Komunitas dan model/bentuk fundraising lainnya.

 

Buku Tiga Kunci Fundraising juga bisa didapat melalui market place seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, OLX, dan buku- buku.
Contact Person : 0857-811-80000 (Gilang Ramadhan)
Facebook : https://www.facebook.com/Fundraising-Expert-107175176778861/ Instagram : https://www.instagram.com/fundraisingexpertid/
Twitter : https://twitter.com/FundraiserXpert
www.fundraisingexpert.id
#fundraisingexpert

Semoga bermanfaat.

 

JAKARTA. Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menyelenggarakan Paparan Public (Public Expose) yang bertempat di Rumah Makan Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, (21/02).

Tahun 2017 yang merupakan tahun ketiga berdirinya Mandiri Amal Insani (MAI) telah dilalui dengan capaian kinerja yang signifikan. Pertumbuhan untuk bidang penghimpunan mencapai 43% dari tahun 2016. Sementara untuk penyerapan dana, bidang penyaluran mencapai angka 93% dari target tahun 2017.

Adapun untuk jumlah penerima manfaat dari program yang dimiliki oleh Mandiri Amal Insani mencapai 55.177 jiwa dengan jumlah sebaran sebanyak 43% di Jabodetabek, sedangkan lainnya berada di luar Jabodetabek dan luar negeri (Hong Kong, Myanmar, Malaysia).

Dalam menggulirkan program-program, kata Budi Gunadi Sadikin, Pembina MAI Foundation menyampaikan, MAI berusaha mengimplementasikan program pemerintah yang tertuang dalam 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tujuan yang kami canangkan diantaranya memang menjadi fokus atau tujuan pokok dari sebuah lembaga sosial, khususnya lembaga zakat yaitu pengentasan kemiskinan, kelaparan, tercapainya kesejahteraan, air bersih dan sanitasi serta pendidikan yang berkualitas. Kami meyakini, jika semua program dapat terlaksana dan didukung oleh banyak pihak termasuk lembaga zakat seperti MAI, maka tujuan memakmurkan dunia khususnya Indonesia akan tercapai,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Dalam usaha ekstensifikasi, di tahun 2017, MAI telah membuka kantor wilayahnya di Palembang dan Banjarmasin. Dengan pelebaran ini, menurut Tardi, Anggota Pembina MAI Foundation, mengharapkan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya membayar ZISWAF.

Tentunya, dengan peningkatan tersebut akan berdampak pula bagi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Tardi pun mengungkapkan bahwa tak menutup kemungkinan, di tahun 2018, MAI akan meresmikan kantor wilayah di Papua.

Dalam Public Expose 2018 yang mengusung tema ‘Transformasi Berkelajutan’, MAI melakukan strategi ‘Show Me The Money’. Strategi tersebut mengimplementasikan fungsi transparansi dan tanggung jawab lembaga terhadap para muzakkinya.

“Kami berusaha memperlihatkan kebermanfaatan program yang dikelola MAI kepada muzakki agar kepercayaan mereka dalam menyalurkan dana ZISWAF-nya bisa berkelanjutan,” tutur Tardi.

Untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan, dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas. Untuk itu, MAI melakukan proses pelaporan berbasis Sustainability Report (SR) yang berpedoman pada standar Global Reporting Initiative (GRI), yang disesuaikan dengan karakteristik dan prinsip ketepatan (accuracy), menyeluruh (completeness) serta reliabilitas (reliability) yang disesuaikan dengan lembaga zakat.

“Model pelaporan berbasis Sustainability Report Mandiri Amal Insani ini merupakan yang pertama kalinya di industri zakat. Kami ingin menunjukkan komitmen MAI Foundation terhadap pencapaian tahun 2017 dalam pelaporan berkelanjutan yang didasari atas aspek ekonomi, sosial, lingkungan atau isu-isu sosial lainnya serta kepada para stakeholder,” papar Abdul Ghofur, Direktur MAI Foundation.

 

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down