Bahasa IndonesiaEnglish

Aku tak menunggu pelangi

Yang datang menipu sesukanya

Indah sesaat lalu menghilang mengejar hujan

Tanpa bisa tergenggam bahkan sekejap

Menyisakan harap yang tak pernah dipedulikannya


Leonna...

Duduklah disampingku

Lupakan pelangi

Nikmati saja hitam putih kita

Hitam putihmu lebih masuk akal buatku

Sederhana dan bukan pendusta

Nyata bukan fatamorgana


Leonna...

Tak pernah kurindukan pelangi lagi

Biarkan saja...

Bahkan saat dia menggodaku diantara titik hujan

Biarkan saja...

Pelangi sesungguhnya telah kutemukan

Tersembunyi di antara nafasmu

Hidup diantara detak jantungmu

Menari di tawa dan tangismu.


Kamu, hitam putihku. 


Pengarang & Foto : NA 180820

[RID/fiq]

Terbang bahagia menari bersama angin...

Tertawa di antara kicauan burung

Sejenak lupa kalau aku hanya sebuah kertas tipis ...

Tiba-tiba bisa ditarik kuat

Tanpa daya

Bisa menukik terluka

Sebuah kertas tipis

Terkena hujan akan senyap

Bukan angin yang bisa menari

Bukan burung dengan sarang indah

Pengarang: NA

Foto: aneka cerita

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down