Bahasa IndonesiaEnglish

Rakyat.id - Jakarta, 10 September 2021 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, yakin bahwa subsektor seni pertunjukan dan kuliner yang ada di Kabupaten Bandung Barat mampu berdaya saing di kancah internasional.

Kabupaten Bandung Barat selama ini menjadi sentra dari berbagai macam produk kuliner yang bervariatif dan berkualitas, seperti cokelat wajit, cokelat kopi, kerupuk gurilem, pia, dan lain-lain. Selain itu, di kabupaten ini juga berkembang seni pertunjukan yang menarik seperti sasapian, tarian jaipongan, dan sebagainya.
“Saya mengapresiasi ide bapak dan ibu semua yang terus berinovasi mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat. Semoga usaha-usaha masyarakat semua naik. Dari skala lokal menjadi regional dan menjadi skala nasional hingga internasional,” ujar Sandiaga saat menghadiri Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif dengan tema “How Can the Creative Industry Be Able To Adapt During This Pandemic”, di Dusun Bambu Resort, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (9/9/2021).
Catatan ; 
Sandiaga menjelaskan Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak produk ekraf yang berkualitas. Sehingga hadirnya program Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Kabupaten Bandung Barat dapat meningkatkannya pendapatan pelaku usaha ekonomi kreatif setempat, meningkatnya pendapatan ekonomi daerah, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk ekonomi kreatif, hingga meningkatkan kreativitas dan inovasi para pelaku ekonomi kreatif.
Kami melaunching KaTa kreatif Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Lembang ini, karena kita meyakini bahwa Bandung Barat adalah pusat talenta-talenta terbaik bangsa di bidang ekonomi kreatif. Program KaTa kreatif ini adalah program yang mengharapkan hasil satu yang konkrit berupa kerja sama antara pemerintah pusat dengan kabupaten kota untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sandiaga.
Bagaimana dengan pelaku seni dan pelaku kuliner ?.
Sandiaga juga mengajak pelaku seni pertunjukan dan kuliner di Kabupaten Bandung Barat untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghasilkan produk unggulan di masa pandemi ini. “Potensi lokal harus kita tingkatkan agar bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ingat, bisnis yang terbaik dimulai saat krisis, di balik kesusahan ada kemudahan,” katanya.
Lebih lanjut, Sandiaga juga mengapresiasi pemilik brand Eiger yang telah mengembangkan bisnisnya tidak hanya di fesyen, namun juga merambah ke sektor pariwisata di daerah Kabupaten Bandung Barat. Sehingga hal tersebut membantu perekonomian masyarakat.
Saya mengapresiasi Eiger yang merupakan ikon Indonesia untuk ekonomi kreatif di subsektor fesyen, tapi sekarang setelah sukses dengan Kampung Daun di akhir tahun 90an, kita akan memulai Eiger Adventure Live, sebuah proyek yang mudah-mudahan bisa menggerakan pariwisata baru yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Produk kuliner apa saja ?.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf mencicipi salah satu produk kuliner chocolanjit, yang merupakan cokelat batang yang berisi wajit. Kuliner khas Kabupaten Bandung Barat ini cukup diminati oleh wisatawan mancanegara karena memiliki rasa yang unik.
“Rasanya enak sekali, keren pelaku ekraf di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Menparekraf juga ikut serta menari jaipong bersama penari mojang priangan. Dengan luwes ia meniru gerakan dari para penari saat menyambutnya.
Siapa sajakah yang hadir ?.
Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Kolonel TNI Ario Prawiseso; Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis, Henky Manurung; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto.
Serta turut hadir Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo.
Sumber & Foto : (KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF RI).
[RID/fiq]

Rakyat.id. Setelah hadir untuk pertama kalinya di tahun 2019, tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar mulai hari Sabtu, 31 Oktober hingga 30 November 2020. Pekan Kebudayaan Nasional yang diselenggarakan dalam format dalam jaringan (daring) ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Pekan Kebudayaan Nasional adalah bukti bahwa budayawan dan pelaku seni tidak tunduk pada pandemi. Di tengah kesulitan dan tantangan yang dihadapi, semua terus berkreasi, terus optimis dan terus bergerak maju membangun memori masa depan yang lebih baik. Tanpa membedakan latar belakang semua berupaya meletakkan batu bata budaya untuk membangun peradaban Indonesia maju,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan PKN 2020, secara virtual, di Jakarta, Sabtu (31/10).

Presiden Joko Widodo melihat bahwa sikap optimis dan pantang menyerah bangsa Indonesia itu terbentuk oleh tantangan alam, dari kondisi geografis nusantara. Selama berabad-abad nenek moyang kita telah bersahabat dengan semua tantangan tersebut, menjaga harmoni dengan alam, membangun kebudayaan dan nilai-nilai keutamaan diatasnya.

Kepada semua pihak, teruslah berkarya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, terus menggali kearifan lokal dalam menghadapi bencana dan menghargai bumi dengan sehormat-hormatnya,” tutup Presiden di akhir pidatonya.  

Dalam pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional bertajuk Napas Bumi tersebut tampil juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim yang membacakan Prolog Napas Bumi, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid yang membacakan sebuah puisi dengan iringan lagu oleh penyanyi cilik, Naura.

Napas Bumi adalah pergelaran pertunjukan kolosal yang menampilkan kolaborasi tarian nusantara, hasil karya seniman dan budayawan Nusantara. Napas Bumi menyisipkan pesan kearifan budaya Indonesia untuk mengalahkan tantangan kehidupan. Indonesia memiliki tradisi yang bisa menjadi benteng ketahanan yang luar biasa yang mampu memberikan kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pergelaran Napas Bumi yang digawangi oleh Rama Soeprapto sebagai penata artistik ini adalah perhelatan budaya lintas generasi yang melibatkan maestro seni seperti Ananda Sukarlan, Rianto Manali, Eko Supriyanto, Danu Kusuma Wardhana hingga Naura yang mewakili generasi milenial. Napas Bumi menghadirkan kekayaan seni tradisi seperti Ritual Nyangahatn dari Kalimantan Barat, Dana Sarah dari Jambi, Tari dan Musik Hu dari Aceh, Tari Ritual Patung Kayu Sigele-gele dari Toba, Joged Lambak dan Pucuk Pisang dan Penampilan spesial tari bersama dengan Mbah Minto dan Ayu Laksmi.

Ananda Sukarlan tampil dengan garapan musik piano yang digubah atas dasar Naskah Proklamasi dengan tema “Kemerdekaan untuk semua insan”. Keseluruhan pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 ini bisa disaksikan di https://pkn.id, pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020, pukul 19.00 – 21.00 WIB maupun di TVRI pada waktu yang sama.

Situasi pandemi Covid-19 membuat Pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional 2020 ini diselenggarakan dalam format daring sebagaimana seluruh program dalam PKN. Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 akan menjadi sebuah perhelatan kebudayaan tradisi melalui daring yang terbesar di dunia. Melibatkan 4791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1477 karya seni rupa dipamerkan secara virtual dalam lima ketegori pameran.

Tema yang akan diusung oleh PKN 2020 dilatar belakangi oleh situasi pandemi yang membawa kita kembali mengingat kekayaan budaya nusantara. Protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan World Health Organization (WHO) memiliki banyak kaitan dengan akar tradisi sehat di nusantara. Tradisi mencuci tangan, tradisi tolak bala, tradisi mengisolasi diri, tradisi bersih desa, semuanya mengajarkan tentang relasi manusia dengan alam, dan pengaruhnya kemudian pada kesehatan dan kekuatan tubuh manusia dan lingkungan sosialnya.

Relasi itu pula yang melahirkan macam-macam pengetahuan tentang bagaimana mengolah, merawat, dan memuliakan alam dan sang Pencipta. Dari sana lahir ragam pangan dan pengolahan pangan, ragam pakaian dari ilmu simpul-ikat serat-serat tanaman, ragam bangunan dan sarana transportasi, sampai dengan ragam ekspresi artistik.

Pekan Kebudayaan Nasional 2020 diharapkan menjadi bentuk interaksi budaya dalam adaptasi baru dengan memberikan lebih banyak akses kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama melakukan upaya pemajuan kebudayaan dan pencapaian strategi kebudayaan nasional.

Sumber & Foto: ( Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

[RID/fiq)

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down