Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

 

Saya berkata” Mensitir Gandhi”, Gandhi berkata”,,,my nasionalism is humanity…”itu kata Gandhi, Nasionalismeku adalah perikemanusiaan. Yes Sir, my nasionalism is also humanity.

Malah ini adalah kerangka nomor tiga daripada revolusi Indonesia, malahan ini adalah unsure ketiga daripada pancasila; Ketuhanan Yang Maha Esa, satu;Kebangsaan,Dua;Perikemanusiaan tiga;saudara-saudara”.

(Pidato Hari Pramuka/Bung Karno)

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

"Apakah Indonesia punya biji besi. Ada. Di mana? Di situ, kata saya. Di situ, di situ, di situ, di situ.

Dia lantas berbisik kepada saya. “Paduka yang mulia, sebut tidak, tidak, sebutkan satu tempat yang lebih kaya lagi, di mana”.

Jadi beliau memberitahu kepada kami bahwa di satu tempat Indonesia adalah biji besi, biji besi. Jadi beliau lebih lengkap arsipnya daripada kami.

Begitu pula Jepang saudara-saudara, coba kalau saudara datang di Tokyo, di situ mereka punya arsip, persis mengetahui di situ biji besi, di situ biji besi, di situ biji besi, di situ biji besi,di situ bauksit, di situ bauksit, di situ bauksit, di situ asbes, di situ asbes,di situ asbes,, di situ asbes, di situ mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, mangan, di situ mangan, disitu maghan, manghan, manghan”.

(Pidato di Universitas Airlangga/Surabaya/1959/Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

"Ayo bangsa Indonesia dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjalan terus, jangan berhenti. Revolusimu belum berakhir.

Jangan berhenti,sebab siapa yang berhenti akan diseret oleh sejarah, dan siapa yang menentang sorak dan arahnya sejarah, tidak peduli dia bangsa apa pun, dia akan digiling.

Digilas oleh sejarah itu sama sekali.Kalau pihak Belanda menentangnya, dengan misalnya tetap tidak mau menyudai kolonialisme di Irian Barat, satu hari akan datang, entah besok, entah lusa, yang dia pasti digiling oleh sejarah. Orang hidup harus makan, yang dimakan hasil kerja.

Jika tidak bekerja tidak makan,jika tidak makan pasti akan mati. Inilah undang-undangnya dunia, inilah undang-undangnya hidup, mau tidak mau semua makhluk harus menerima undang-undang ini.

Terimalah undang-undang itu dengan jiwa yang besar dan merdeka, jiwa yang tidak menengadah melainkan kepada Tuhan.

Sebab kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, merdeka, merdeka, merdeka buat selamanya”.

(Pidato Hut RI/1953/Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

Surat Perintah 11 Maret itu mula-mula dan memang sejurus waktu membuat mereka bertempik sorak sorai kesenangan, dikiranya SP 11 Maret adalah satu penyerahan pemerintahan, dikiranya SP 11 Maret itu satu transfer of authority, padahal tidak.

SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan jalannya pemerintahan, pengamanan jalannya any pemerintahan. Demikian kataku pada waktu melantik kabinet.

Kecuali itu, juga perintah pengamanan keselamatan pribadi presiden, perintah pengamanan kewibawaan presiden, perintah pengamanan ajaran presiden, perintah pengamanan beberapa hal”.

(Pidato Jasmerah/HUT RI/1966/ Bung Karno).

Sumber & Foto: Yayasan Bung Karno

 

 

"Tak lupa saya menutup sambutan saya ini dengan memanjatkan do’a kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, agar supaya Allah member berkat rahmat kepada seluruh bangsa Indonesia, memberi berkat rahmat kepada seluruh perjuangan rakyat Indonesia ini, member berkat rahmat kepada perjuangan bangsa Indonesia yang hebat-hebatan di segala bidang untuk memasukan Irian Barat ke dalam wilayah kekuasaan negeri".

Sekian Terima kasih.

(Pidato Peringatan Nuzulul Qur’an/1962/Bung Karno)

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down