Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Tangan mungil mengetuk pintu hatiku

Mengajak bermain dalam sinaran surya pagi

Berkata lembut, mari kita bergerak

Tarik tanganku

Berlari kebelakang tubuhku

Melingkarkan tangannya kepadaku

Akhirnya kami berjalan, membuat tarian dalam hangatnya sinaran surya

Tertawa, bergembira, bersyukur diberikan hidup

Ini seperti rekaman ingatan

Bagi manusia sederhana

Tak tergantikan oleh nilai nominal

Semoga hari ini indah

[RID/fiq]

"Apabila aku dalam kangen dan sepi

itu berarti aku tungku tanpa api"

Karya: WS RENDRA

[RID/fiq]

Justru itu...

Aku merasa seperti menemukan lilin

Untuk ku...

Bisa melihat jalan setapakku...

Hanya lilin kecil menerangi sebatas langkahku

Tanpa aku ketahui

Kanan-kiriku adalah jurang dalam...

Lilin kecil kujaga agar tak padam...

Karena pagi belum datang menjemput...

Tapi lilinku terenggut....

Bukan hanya tak bisa kulihat setapak...

Bahkan aku seperti seorang buta

tak punya tongkat...

Tapi punya asa tuk melihat mereka dewasa

Menemukan belahan jiwanya

Dan aku...

Menemui belahanku

Yang tak lelah menunggu

Aku rindu

Bersedekap lingkar tanganku

Pada punggung badanmu

Kekasih....

Pengarang: NA

[RID/fiq]

Anginnya teramat kencang

Ketika langit senja makin kelam oleh mendung hitam

Geloranya begitu hebat

Menuang ngeri di cabang pepohonan

Leonna..

Hingga segelap ini aku belum menemukanmu

Tak kudengar suara dan sapa

Aku mulai menggigil

Mataku perih memicing

Menangkap sinar lampu jalan di muka air

Kemanakan kamu Leonna ?

Pisang goreng buatan ibu sudah mulai dingin

Kesana kemari kubawa dalam tas sekolah

Akan kuberikan buatmu

Ini kesukaanku

Hidungku mulai berair

Berharap tak bersin - bersin

Lalu kambuh asmaku

Raga ini tua sebelum waktunya

Bibir membiru

Jemari terasa kaku

Waktu melambat ketika jalanan mulai lengang

Giris hati tersentuh riung sang bayu

Aku ingin terus hidup Leonna

Aku mau hidup

Setidaknya hingga kuberikan pisang goreng buatan ibu

Leonna...

Leonna..

Dimanakah kamu ?

Pengarang: Christyan Agung

Leonna...aku melihatmu tadi

Ditatap mata sendu perempuan tua

Bersimpuh di ujung jalan

Tatapan mata penuh harap

Langkah-langkah kaki bergegas

Lalu lalang di depannya

Leonna...

Aku mendengarmu tadi

Di jerit biSu lelaki tua

Yang nafasnya tersengal

Tangan keriputnya bergetar

Saat menyeka peluh

Jeritan mu mengirisku

Leonna...

Aku menemukanmu

Menari gemulai diantara tawa bocah-bocah kecil

Riang saat hujan memainkan musiknya

Dengan gaduh

Senandung alam yang teramat indah

Leonna...tunggu

Jangan beranjak dulu

Temani aku

Sesaat saja, Leonna

Kita belum selesai

Diantara rintik mu

Pengarang : NA 14/08

Foto: aneka cerita

[RID/fiq]

Angin bergerak melewati musim

Sinar pagi mengoyak kulit tak lagi berwarna

Bukan sawo matang

Tak lagi berwarna hitam

Tak berubah menjadi putih

Jiwa ini terhentak melihat manusia terinjak sepatu boot

Wajah terhempas panas aspal jalanan

Suara terhimpit pasrah

Tak bisa mengemis tuk meminta

Dia berkata

Dia memohon

Tak berdaya kamera melihatnya

Menangis pilu mata hati rasa derita

Hembus nafas akhir

Duka

Mati

Pesan

Manusia

[fiq/RID]

Manusia bertekuk lutut, menghitung kesalahan

Tak ada yang selamat diterjang epidemi corona

Kemiskinan terlihat dalam jurang kenyataan

Tak tenggelam ditendang tantangan

Ilmuwan, dokter, putar berotak cari keajaiban

Gubuk kemiskinan semakin terhimpit sesak

Kebersihan menjadi barang mahal, bau sampah tetap aromatik

Gaji harian meninggalkan kantong celana serta dompet bokek

Lusuh tersisa identitas kematian, entah kapan tunggu giliran

Apalagi akan kau rampas

Tak tersisa untuk dihempas

Tak terkenang karena kau terlalu ganas

Miris, halus tak terbalas

Tapi harapan tidak hangus

Dia ada menatap halus

Tersenyum manis

[fiq/RID]

Melihat kalian berbaris rapi berseragam lengkap

Tak bicara apalagi melawan

Berdiri tegak siap menerima perintah

Menunggu siap berangkat, mau kemana...entah

Sikap bertempur sudah siap sejak lahir

Tak tergoda hancurkan alam raya

Tapi manusia selalu menjadi musuh abadi bagi semesta

Setiap detik super hero membantu manusia, serius tak berkelakar

Kini mereka tertunduk malu tak bisa berbuat

Memberi hormat kepada dokter dan perawat

Hanya memberi pesan untuk jaga jarak

Tapi manusia tetaplah manusia berbuat sesuka kehendak

Mati

Hidup kembali

Melakukan lagi

Tak akan pernah berhenti

[fiq/RID]

Tidak bekerja dihantam epidemik

Ingin berteriak

Tak kuasa menahan isak

Menutup wajah dalam pikiran berontak

Dunia barat rugi berat

Harga minyak melonjak turun murah dari hamburger

Dunia timur menambah hutang

Enggan mencetak uang

Tidak ada yang menang

Tidak ada yang salah

Bersikap

Bertindak

Bergerak

Sehat

Mati

Sepi

Kami hanya orang biasa, tidak tahan terhadap pukulan dan gas air mata

Hanya menyapa kami bisa untuk bermunajat doa

Semoga kalian juga baik saja disana

Masih bisa bersuara

Teringat perlawanan terakhirmu dalam berita dan televisi

Kalian beraksi tidak akan pernah mati

Edukasi untuk para generasi

Itu bukanlah akhir tapi awalan untuk menjadi arti

Kami pun terkena epidemik korona

Semua aksi kemanusiaan berjuang bersama

Tanpa lelah untuk berbagi pengetahuan manusia

Semoga ini cepat berlalu, doa kita bersama

Penindasaan akan mendapatkan karma

Kekerasan memperoleh celaka

Pembunuhan berhibah dosa

perdamaian untuk negeri bijaksana

Kami selalu ingat perjuanganmu untuk demokrasi

Terimakasih berbagi informasi

Ini bukan mimpi

Tapi kelak akan terjadi

Solidaritas

Kemanusiaan

Perdamaian

Kemerdekaan

[fiq/RID]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down