Bahasa IndonesiaEnglish

Santriwati berbagi jumat berkah

 

#santrinusantara

#santriwatiindonesia

 

Sumber & Foto : (Yayasan Pulau Harapan Cendekia)

 

[RID/fiq]

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka pengajuan bantuan untuk pesantren. Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa pengajuan proposal bantuan dibuka hingga 4 Oktober 2021.

 

Kami informasikan bahwa Kemenag saat ini membuka pengajuan proposal bantuan untuk pondok pesantren. Pengajuan proposal dibuka hingga 4 Oktober 2021,” ujar Waryono di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

 

Menurutnya, ada dua jenis bantuan yang akan diberikan pada tahun 2021. Pertama, bantuan Penanggulangan Covid-19 di Pesantren. Kedua, bantuan Peningkatan Digitalisasi Pesantren. “Pesantren yang berminat, diharapkan bisa mempersiapkan dan mengajukan usulan/proposal bantuannya,” kata Waryono.

 

Pengajuan bantuan, lanjut Waryono, disampaikan dalam bentuk cetak (hard copy) dan/atau berkas digital (soft copy) melalui: 1) Pemberi bantuan; 2) Kanwil Kemenag Provinsi dan/atau Kankemenag Kab/Kota yang diteruskan kepada pemberi bantun; dan/atau 3)

Aplikasi bantuan pada laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/layananbantuan

Pengajuan dan pelaksanaan penyaluran bantuan mengacu pada Petunjuk Teknis Bantuan yang dapat diunduh pada laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/arsip/,” jelas Waryono.

“Batas akhir pengajuan bantuan pada 4 Oktober 2021,” ulang Waryono.

 

Mantan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengingatkan pesantren agar berhati-hati dan waspada terhadap beredarnya informasi hoaks dan penipuan yang mengatasnamakan pemberi bantuan. Dia menegaskan bahwa pelaksanaan penyaluran bantuan diinformasikan secara resmi melalui website dan media sosial Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

 

Jangan percaya informasi hoaks dan modus penipuan lainnya. Informasi resmi tentang program bantuan ini bisa diikuti melalui website dan media sosial Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren,” tandasnya.

 

link terkait :https://ditpdpontren.kemenag.go.id/layananbantuan/

link terkait : https://ditpdpontren.kemenag.go.id/arsip/

 

Sumber & Foto : (KEMENAG RI).

 

[RID/fiq]

Rakyat.id - Jakarta. -Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Terbitnya Perpres ini diharapkan kian meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia karena ada regulasi baru yang memperkuat bagi pemerintah  daerah untuk membantu dalam hal alokasi anggaran.

Terbitnya Perpres ini adalah sebuah momentum besar bagi dunia pesantren. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang memiliki komitmen dan perhatian besar dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan pesantren,” ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

 

Menag Yaqut  mengungkapkan, Perpres No 82 Tahun 2021 ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 September 2021. Penyusunan Perpres ini dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan melibatkan para pihak dari lintas kementerian/lembaga negara dan stakeholders pesantren.

 

Menag menjelaskan, dengan terbitnya Perpres Nomor 82 Tahun 2021 ini, pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu pesantren. Hal ini menjadi langkah positif sebab selama ini, ada keraguan sebagian pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pesantren lantaran pos pendidikan keagamaan dianggap sebagai urusan pusat  atau Kemenag.  “Dengan terbitnya Perpres ini, Pemda tidak perlu ragu lagi mengalokasikan anggaran untuk membantu pesantren,” tegas Menag.

 

Disebutkan Menag, pada pasal 9 Perpres Nomor 82 Tahun 2021 jelas mengatur bahwa pemerintah daerah dapat membantu pendanaan penyelenggaraan pesantren melalui APBD sesuai kewenangannya. Pendanaan tersebut dialokasikan melalui mekanisme hibah, baik untuk membantu penyelenggaraan fungsi pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat. “Sekarang tidak ada alasan lagi bagi Pemda untuk tidak mengalokasikan anggaran secara khusus untuk membantu pesantren, baik pada fungsi pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan masyarakat,” tegas Menag.

 

Menurut Menag, terbitnya Perpres ini sekaligus menjadi kado jelang peringatan Hari Santri 22 Oktober 2021.  Sebelumnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren juga ditetapkan jelang peringatan Hari Santri 2019.

 

Terkait Dana Abadi Pesantren, Menag Yaqut  mengaku akan segera berkoordinasi dengan Menteri Keuangan selaku pengelola Dana Abadi Pendidikan. Sebab, dalam Perpres diatur bahwa Dana Abadi Pesantren bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan.

Ini akan kami bahas bersama mekanismenya dengan Kemenkeu, baik yang terkait dengan alokasi maupaun prioritas program,” tegas Menag.

Dana Abadi Pesantren khusus untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan Pesantren,” ungkapnya.

 

Sumber & Foto : (KEMENAG RI).

[RID/fiq]

Para santriwati melakukan upacara penghormatan bendera di dalam ruangan belajar. Mereka telah persiapkan dua hari sebelumnya. Untuk semua santriwati telah siap berbagi tugas agar pelaksanaan upacara , hari Selasa, 17/08/2021, berjalan dengan baik.

Pada tahun lalu santriwati juga melakukan upacara kemerdekaan di luar ruangan, Bogor - Jawa Barat. Untuk moment pandemi ini mereka melakukannya di yayasan pulau harapa cendekia saja.

Semangat kesatuan, semangat cinta tanah air merupakan kebangkitan bagi para srikandi-srikandi penerus bangsa. Mereka merupakan santriwati terbaik, bisa membanggakan bangsa, agama, orangtua, dirinya sendiri & lingkungannya.

Semoga apa yang telah mereka persiapkan untuk cita-citanya akan tercapai.

#SANTRIWATIINDONESIA

#SANTRIWATINUSANTARA

#SANTRIWATIKEREN

#SANTRIWATIYAYASANPULAUHARAPANCENDEKIA

Terimakasih untuk semua pihak

#DIRGAHAYUINDONESIA

#INDONESIATANGGUH

#INDONESIATUMBUH

[RID/fiq]

Sangat banyak hadist yang menjelaskan tentang keistimewaan hari jumat bagi umat Islam, paling tidak ada 33 keistimewaan untuk hari jumat. Untuk merayakan hari jumat, biasanya umat muslim seluruh dunia akan bersujud, rukuk  dan mengucapkan takbir bersama-sama.

Hari jumat biasanya toko-toko tutup di beberapa negara muslim lainnya, karena mereka melakukan shalat jumat bersama. Untuk hari istimewa ini, para umat muslim beramai-ramai menuju masjid.

Sumber & Foto: (pulau harapan cendekia)

[RID/fiq]

Dari virus Covid-19 kita banyak belajar tentang kesehatan, banyak hal yang terlupakan untuk dilakukan oleh siapapun terhadap kebersihan. Banyaknya kasus Cov-19 membuat perubahan dalam keseharian serta aktifitas belajar mengajar pada khususnya.

Manusia merupakan mahluk cerdas yang diciptakan oleh-NYA, jadi dengan seizinnya kita harus tetap sehat dan berpikiran positif. Banyak hal untuk melakukan antisipasi sehat dengan menjalankan protokol kesehatan dari luar.

Ingat untuk juga menjaga proteksi dari dalam tubuh kita dengan rajin berolahraga, konsumsi makanan & minuman sehat, istirahat yang cukup, serta berlatih secara rutin. Jadi dengan cara tersebut, kita sebagai manusia cerdas sudah melakukan secara maksimal terhadap kesehatan, proteksi dari luar serta proteksi sehat dari dalam tubuh kita.

Tubuh kita cerdas,

Salam sehat selalu, karena dengan sehat kita bisa melakukan aktifitas sehari-hari & belajar.

Berkeinginan tinggi untuk sehat, jangan pernah tidak punya keinginan sehat di dalam diri.

Sumber & Foto: (Yayasan Pulau Harapan Cendekia).

link terkait: https://www.pulauharapancendekia.or.id/jaga-protokol-kesehatan-dari-luar/

[RID/fiq]

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.[2] Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[3].

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia."

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia."

"Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."

Sumber: Wikipedia

Foto: PHC

[RID/fiq]



© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down