Bahasa IndonesiaEnglish

Team Astronaut China berhasil berada di luar angkasa. Dimulai 12/Oktober /2021, terdapat Astronaut wanita pertama yang berhasil menuju angkasa luas.

Bagaimana kisah selanjutnya, klik jendela tautannya di bawah ini.

Sumber : CGTN

Link : https://youtu.be/BhiwiE5yTtU


[RID/fiq]

Informasi ini digunakan untuk menambah wawasan, pengetahuan dunia serta ilmu teknologi bagi warga, masyarakat luas.

 

"Yak" Robot penjelajah yang bisa melewati route perjalanan berat dengan kondisi apapun.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik & buka jendela tautannya.

Sumber : People's Daily China

Link: https://youtu.be/FDAKDKj5PtU

--

[RID/fiq]

Informasi ini digunakan untuk menambah, wawasan, pengetahuan dunia serta ilmu teknologi bagi warga, masyarakat luas.

Semoga suka.

Rakyat.id .-Pengembangan ekosistem startup digital menjadi kunci percepatan transformasi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan hal itu diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di seluruh pelosok wilayah Indonesia.  Oleh karena itu, Menteri Johnny menyatakan Kementerian Kominfo memfasilitasi sinergitas ekosistem digital di Indonesia untuk menggerakan inisiatif-inisiatif yang mendorong pertumbuhan dan memperkuat startup digital di Indonesia.

Sinergitas dan kolaborasi menjadi prinsip penting dalam transformasi digital sehingga dapat menempatkan Indonesia sebagai changer di pasar ekonomi dunia dan mendorong penguasaan teknologi mutakhir untuk seluruh putra-putri anak bangsa Indonesia,” ujarnya dalam Demo Day HUB.ID 2021 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Menurut Menteri Johnny, dalam mengembangkan startup digital Indonesia diperlukan adanya dorongan percepatan melalui akses network yang lebih luas. Lewat Program HUB.iD, Kementerian Kominfo terus berupaya memfasilitasi pelaku startup digital berkolaborasi dengan inovator dan investor.

Hadirnya program HUB.ID sebagai salah satu jawaban untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dari para inovator dalam menghadirkan terobosan di ekosistem ekonomi digital Indonesia,” ujarnya.

Menkominfo menjelaskan HUB.ID dirancang sebagai program business matchmaking yang mempertemukan startup digital dengan pihak yang memiliki kebutuhan inovasi dan strategi bisnis yang sama.

Melalui kegiatan demo day HUB.IB hari ini, saya mengharapkan agar startup digital mendapatkan komitmen investasi yang akan membantu peningkatan kemampuan startup digital dalam memperluas layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

Selain itu, HUB.ID juga membuka ruang bagi startup untuk memperoleh akses pendanaan kerja sama bisnis dan kemitraan. Hal itu berlangsung dalam tahapan proses speed mentoring, business matchmaking, networking dan demo day atau sesi presentasi.

“Untuk melengkapi usaha dalam penguatan bisnis startup tersebut, pada hari ini diundang investor-investor dari dalam dan luar negeri untuk mengenali inovasi serta model bisnis dari startup yang terpilih, serta memberikan kesempatan untuk berinvestasi,” papar Menteri Johnny.

Menkominfo menyatakan keberadaan peluang akses investasi dan sinergitas ekosistem akan menjadikan dunia startup digital di Indonesia akan lebih berkembang dinamis.

Untuk siap menghadapi dunia startup digital yang dinamis, juga mengidentifikasi kebutuhan dari pelaku startup digital di Indonesia bagaimana bisa mendapatkan peluang akses investasi, atau bersinergi dengan berbagai stakeholders seperti korporasi, swasta, BUMN, bahkan dengan pemerintah,” tuturnya

Bahkan Menteri Johnny berharap makin banyak mitra dan investor yang bergabung seiring dengan terselenggaranya HUB.ID. “Dengan semangat dari network startup HUB.ID, kami, saya pribadi, berharap makin banyak mitra dan investor yang bergabung di dalam pelaksanaan kegiatan ini, makin banyak startupIndonesia yang tumbuh, akseleratif, resilient, demi mewujudkan Indonesia yang terkoneksi, semakin digital semakin maju,” ungkapnya.

Dalam Demo Day HUB.ID kali ini, terdapat 43 startup digital yang terpilih. Masing-masing startup digital  terbagi ke dalam 7 sektor bisnis, yaitu pertanian dan kemaritiman, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, keuangan dan smartcity.

Saya ucapkan selamat kepada 43 startup digital yang terpilih menjadi peserta dalam program HUB.ID Startup Digital Kominfo dan telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan hingga tiba pada acara hari ini, Demo Day,” tutur Menkominfo. 

Menteri Johnny mengharapkan pengembangan startup digital akan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Secara khusus, Menkominfo mendorong generasi muda untuk mengembangkan inovasi di ruang digital agar menjadikan Indonesia Maju.

Terus bertumbuh, tumbuh kembangkan inovasi-inovasi anak negeri kita untuk mengisi ruang digital, untuk menjadi pemain-pemain utama di dalam ekonomi digital untuk menjadi startup digital yang terus berkembang demi kejayaan negeri kita dan masa depan generasi muda, generasi milenial Indonesia,” tegasnya.

Selain Program HUB.ID, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komifo juga menyiapkan fasilitasi untuk pelaku startup digital berupa Sekolah Beta, 1000 Startup Digital dan startupstudio.id.

Program Sekolah Beta merupakan tahap awal untuk memberikan pengetahuan dan keahlian mendasar yang dibutuhkan dalam dunia startup digital. Melalui program itu, peserta mengikuti serangkaian kelas pembekalan pengetahuan dasar terkait konsep startup teknologi dan model bisnis untuk para pemula industri startup.

Selanjutnya, melalui Program 1.000 Startup Digital, Kementerian Kominfo bersama ekosistem berupaya memfasilitasi pencarian dan mengkurasi ide kreatif serta tim untuk membuat produk-produk yang inovatif.  Ada pula Program startupstudio.id sebagai sekolah bagi founders startup digital guna menyiapkan wawasan dan kemampuan teknis secara lebih intensif.

Dalam acara Demo Day HUB ID itu, Menkominfo diidampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan serta CEO MDI Ventures, Donald Wihardja.

Sumber & Foto : (KEMENKOMINFO RI).

[RID/fiq]

Rakyat.id - Tokyo, 18 Oktober 2021 -- Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia terus diupayakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Upaya kolaborasi yang digagas Joshibi University of Art and Design (JUAD) pun disambut baik Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Yusli Wardiatno.

 

Rektor JUAD, Fumiko Ogura, mengungkapkan harapannya untuk bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, khususnya Fakultas Seni Rupa dan Desain. Fumiko juga mengusulkan sejumlah program kerja sama, seperti pertukaran mahasiswa dan staf hingga kompetisi desain seni rupa.

 

Menanggapi hal tersebut, Atdikbud Yusli menyambut baik inisiatif JUAD. “Saya yakin, melalui seni dan budaya, kita dapat lebih mengeratkan hubungan Indonesia dan Jepang. Saya sudah menghubungi Kepala Biro Kerja Sama ITB, Bapak Taufiq Hidayat, yang juga menyambut gembira informasi tersebut,” ungkap Atdikbud Yusli dalam kunjungannya ke JUAD, Kamis (14/10). Kunjungan ini difasilitasi dan dilakukan bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Republik Indonesia di Tokyo, Nuning Heri Akhmadi.

 

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Atdikbud juga menjelaskan tentang Program Indonesian International Mobility Awards (IISMA), yaitu program magang bagi mahasiswa Indonesia selama satu semester di luar negeri, dan meminta JUAD untuk mendaftarkan diri sebagai mitra Kemendikbudristek untuk pelaksanaan program tahun 2022.

 

Senada dengan itu, Rektor Fumiko mengatakan, “Kerja sama bidang seni rupa dan desain sangat potensial dan harus terus didorong, sama seperti halnya bidang sains, teknologi dan matematika.” Uniknya, dipaparkan dia, JUAD merupakan universitas yang hanya menerima mahasiswa wanita untuk program S1, namun untuk program master dan doktoral diperkenankan mahasiswa laki-laki.

 

Ketua DWP Nuning Heri Akhmadi, dalam kesempatan ini menyampaikan harapan agar kerja sama yang terjalin nanti dapat menjadi wadah pertukaran keilmuan seni rupa dan desai. “Tidak hanya dengan ITB, tetapi juga dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkap Nuning yang juga sangat menyukai produk seni Indonesia dan Jepang. Ia pun mempresentasikan sejumlah produk tradisional Indonesia kepada Rektor Fumiko seraya menyampaikan tanggapan positif atas usulan program JUAD.

 

Kehadiran Atdikbud dan ketua DWP diterima langsung oleh Rektor Fumiko yang didampingi oleh Direktur Kantor Hubungan Internasional Akiko Hayashi dan jajarannya. Pada akhir kunjungan, Delegasi KBRI Tokyo diberi kesempatan berkeliling melihat fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, bengkel dan studio yang memproduksi produk seni berbeda, seperti kain batik, keramik, gelas tiup, dan kayu.

 

Sumber : (KEMENDIKBUDRISTEK RI).

 

[RID/fiq]

Rakyat.id -Jakarta, 3 Juli 2021. Kementerian Keuangan tengah menjadi tuan rumah Kongres Dunia Asosiasi Ekonomi Internasional ke-19 (International Economic Association/IEA). Dalam kongres ini, para ekonom dari seluruh dunia membahas tantangan ekonomi seperti krisis ekonomi global sebagai dampak dari pandemi covid-19. Pada hari kedua kegiatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berdiskusi mengenai laporan ADB bertajuk “Asia’s Journey to Prosperity”, dengan panel berisi para ekonom seperti Kaushik Basu (Cornell University), Muhamad Chatib Basri (Universitas Indonesia), Takehiko Nakao (Mantan Presiden ADB), dan Yasuyuki Sawada (Kepala Ekonom dan Direktur Jenderal ADB) sebagai moderator.

Negara-negara di Asia memiliki struktur ekonomi yang beragam. Perbedaan struktur ekonomi ini terkait dengan situasi politik di masing-masing negara. Asia telah menjadi salah satu mesin pertumbuhan dunia sejak sebelum pandemi Covid-19 muncul. Dari 1960 hingga 2018, misalnya, Negara Berkembang Asia (Developing Asia) saja meningkat pesat kontribusinya dari 4,1% menjadi 24,0% dari PDB dunia. Hal ini didukung oleh transformasi struktural, yang tercermin dari menurunnya kontribusi sektor pertanian dan meningkatnya sektor bernilai tambah seperti sektor pengolahan dan jasa. “Transformasi struktural di Asia terus berlangsung dan telah menunjukkan kemajuan yang baik, seperti terlihat dari peningkatan produktivitas. Hal ini terjadi karena negara-negara Asia mampu menjaga stabilitas ekonomi dan terus berupaya meningkatan investasi untuk modal Sumber Daya Manusia”, tutur Wamenkeu saat menyampaikan paparannya. The World Economic Forum bahkan pernah memprediksi bahwa di tahun 2030, ekonomi Asia akan berkontribusi kepada 60% pertumbuhan dunia.

Saat pandemi Covid-19, terjadi perlambatan ekonomi di dunia termasuk Asia. Oleh karena itu, beberapa hal harus diperhatikan oleh negara-negara Asia untuk dapat membangun kembali dengan lebih baik pasca pandemi. Dalam penanganan pandemi, ketersediaan vaksin bagi semua orang di dunia sangat penting, karena SDM berperan penting dalam ekonomi, dan berhubungan erat dengan kesejahteraan negara. “Tapi kapankah vaksin bisa tersedia untuk semua orang? Ini menjadi pertanyaan karena lebih cepat vaksin tersedia, lebih cepat pula kita bisa pulih (recover). Jika tidak, recovery ini akan berlangsung lebih lama,” lanjut Wamenkeu.

Teknologi dan inovasi juga berperan penting, apalagi saat pandemi, hampir semua aktifitas dilakukan secara daring. Menurut studi ADB, peningkatan digitalisasi akan berdampak luar biasa pada pertumbuhan, ekspor, dan lapangan kerja di Asia. Hal ini dikarenakan digitalisasi yang cepat, PDB akan meningkat lebih dari $1,7 triliun per tahun (6,1% dari PDB dasar 2020); transaksi lintas batas diperkirakan meningkat lebih dari $1 triliun per tahun (6,8% dari perdagangan regional Asia pada tahun 2020); dan lapangan kerja di Asia diproyeksikan meningkat lebih dari 65 juta per tahun dari tingkat dasar (3,9% dari pekerjaan dasar tahun 2020).

Kaushik Basu sepakat mengenai bagaimana teknologi digital dapat menjadi pijakan ke atas bagi pembangunan kembali. Namun Chatib Basri mengingatkan mengenai kesenjangan digital. Perlu diingat bahwa banyak negara di Asia mengalami keterbatasan pada akses kepada teknologi, seperti komputer dan internet. Oleh karena itu, di Indonesia sendiri, percepatan adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) menjadi salah satu program prioritas utama pemerintah. Pemerintah telah mulai berinvestasi lebih banyak pada pengembangan infrastruktur ICT, salah satunya alokasi anggaran untuk membangun Base Tranceiver Station (BTS) di pelosok Indonesia, akses internet di area publik, dan menginisiasi pusat data digital nasional.

Asia harus membangun kembali dengan lebih baik setelah keluar dari pandemi, utamanya dalam hal pembangunan yang “lebih hijau”. Takehiko Nakao setuju bahwa ada tantangan baru terkait perubahan iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, Asia telah mengalihkan perhatiannya ke pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup menghadapi ancaman dari tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Pertumbuhan yang memberdayakan dan menguntungkan seluruh penduduk tetap merupakan tugas yang terus berjalan.

Kongres IEA ini adalah kesempatan untuk meningkatkan diskusi dalam bidang ekonomi ke tingkat global yang akan dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Keuangan, sebagai masukan dalam perumusan kebijakan ke depan.

Sumber & Foto: (KEMENKEU RI)

[RID/fiq]

Rakyat.id - Jakarta, 29 Juni 2021. Pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pembelajaran digital sehingga Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi harus mampu mengadopsi pendekatan-pendekatan inovatif dan beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring.

Sehubungan dengan itu, untuk memperkuat pengembangan keterampilan digital di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan Pemerintah Australia menyelenggarakan seminar bertajuk “Menggali Kemitraan antara Indonesia-Australia dalam Pengembangan Keterampilan Digital”, pada Selasa, (29/6).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, menegaskan bahwa Indonesia sedang membangun infrastruktur digital terpadu sebagai upaya mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0. Namun, lanjut Wikan, peningkatan kualitas keterampilan digital juga penting mengingat permintaan dan ketersediaan talenta digital masih belum berimbang.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Australia ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya untuk keterampilan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) agar dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan berdaya saing sejalan dengan kebutuhan industri serta pertumbuhan wirausaha baru di bidang TIK,” tegasnya.

Senada dengan itu, Komisioner Victoria untuk Asia Tengara, Rebecca Hall, menyatakan Australia menyambut baik kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia. “Kami menyambut baik kesempatan untuk dapat meningkatkan potensi sumber daya manusia Indonesia dengan berbagi pengalaman kami dalam mengembangkan komponen keterampilan digital ke dalam lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia,” ujar Rebecca.

ILO pun telah mengakui semakin besarnya permintaan terhadap keterampilan digital di dunia kerja. Sejumlah prakarsa telah dilakukan baik di tingkat global, regional maupun di tingkat nasional untuk mempersiapkan para negara anggota dalam menghadapi cepatnya perubahan ketenagakerjaan dan usaha.

Saya mengucapkan selamat atas prakarsa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dan Australia untuk bersama-sama menangani cepatnya perubahan dalam perkembangan keterampilan digital yang saat ini merupakan keterampilan yang paling dibutuhkan,” ungkap Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Michiko Miyamoto.

Hal ini sejalan dengan pendekatan yang berpusat kepada manusia agar dapat beradaptasi dengan pekerjaan masa depan. “Saya berharap acara ini dapat menjadi awal yang baik untuk kerja sama di masa-masa mendatang di antara lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi kedua negara,” lanjut Michiko Miyatomo.

Australia telah banyak berinvestasi dalam pembelajaran daring selama beberapa dasawarsa belakangan ini. Oleh karena itu, seminar ini menghadirkan praktik-praktik baik dari Victorian Technical and Further Education (TAFE) dalam membangun sistem pembelajaran jarak jauh dan digital sebagai cara yang efektif untuk menjalankan pelatihan dan pendidikan bagi para siswa secara lebih luas dengan biaya rendah. Kerja sama yang juga mungkin dilakukan adalah siswa-siswi dari Indonesia dapat mengakses pelantar pembelajaran dan konten daring yang ada dari lembaga TAFE di Victoria.

Sumber & Foto: (KEMENDIKBUDRISTEK).

[RID/fiq]

Rakyat.id- Jakarta. Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar serangkaian seminar nasional bertajuk “Transformasi Digital”.

Seminar tersebut diadakan guna meningkatkan kompetensi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) tentang pemanfaatan teknologi dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Melalui seminar-seminar ini, LKP diharapkan dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu memanfaatkan teknologi, sehingga dapat mencapai standar industri.  

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, mengatakan LKP perlu beradaptasi dengan teknologi sehingga tidak ketinggalan zaman, karena industri yang akan dimasuki lulusan LKP terus melaju bersama perkembangan teknologi.

‘’Maka, untuk bisa menghasilkan lulusan yang cerdas digital, lembaga tempat dia belajar harus melek digital dahulu. Sangat penting transformasi digital mulai didorong pada LKP sehingga diharapkan akan lahir inovasi-inovasi dari LKP agar semakin link and match dengan dunia kerja. Pemanfaatan teknologi juga mendukung semangat merdeka belajar bagi anak-anak kita untuk semakin leluasa memakai teknologi dalam pembelajaran,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto dalam sambutannya yang dilakukan secara virtual, pada Sabtu (5/6). 

Wikan berharap, setelah mengikuti seminar digital ini, pemahaman dan wawasan peserta tentang teknis, prosedur, dan mekanisme branding produk-produk LKP melalui platform digital yang efektif dan strategis dapat meningkat. Ia juga menyebut agar kegiatan semacam ini dapat menginspirasi dan memotivasi peserta seminar untuk mengimplementasikan informasi dan wawasan yang diperoleh untuk meningkatkan mutu layanan dan pencitraan LKP.  

LKP hendaknya menjadi satuan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan kerja untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk bekerja pada dunia usaha dan dunia industri,” terangnya. 

Direktur Kursus dan Pelatihan, Wartanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan transformasi digital dalam program-program yang ada demi merangkul perubahan zaman yang sangat erat dengan teknologi. Ia menyebut, dua program unggulan Direktorat Kursus dan Pelatihan, yaitu Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), saat ini telah menggunakan aplikasi yang membuat mekanisme program dan pengawasannya jauh lebih efisien dan transparan. 

 “Ini adalah contoh awal bagaimana kami juga beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya demi meningkatkan kualitas layanan kami kepada masyarakat karena sekarang ini dimulai dari ujung barat hingga ujung timur lembaga kursus harus memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan program-programnya,” ujar Wartanto.  

Seminar pertama dari lima seri seminar LKP mengangkat tema “Memasarkan Program LKP Secara Strategis di Pasar Global”. Pada tema tersebut, pakar dan praktisi pemasaran digital, Subiakto Priosoedarsono dan Erwin Panigoro, menjadi pembicara di hadapan dua ribu LKP di seluruh Indonesia. Keduanya memberikan pengetahuan bagaimana “branding” juga harus dilakukan LKP-LKP dan pemanfaatan potensi digital. Setelah seminar pertama usai, seminar selanjutnya akan lebih banyak membahas sisi pemasaran (marketing) bagi LKP.

Adapun tema-tema yang diangkat, yaitu: Strategi Pengelolaan Pembelajaran dalam Jaringan,  LKP Dalam Tata Kelola Cerdas Digital, serta Membangun Citra Lulusan LKP Melalui Sertifikasi Kompetensi sebagai Quality Assurance Berbasis Aplikasi. 

 “Melalui seminar ini saya berharap lembaga-lembaga kursus mendapatkan pengalaman dan wawasan untuk meningkatkan branding lembaganya, bisa memasarkan ke pasar global dan lulusan didikannya bisa memanfaatkan, bagaimana produk mereka bisa masuk ke pasar global,” harap Wartanto.

 Rangkaian acara seminar nasional tentang transformasi digital diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, dan dapat ditonton ulang oleh 16 ribu LKP di seluruh Indonesia melalui kanal YouTube KursusKita.  

Rangkaian seminar transformasi digital ini didukung para organisasi mitra pengelola dan penyelenggara kursus dan pelatihan serta uji kompetensi, yaitu: Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP), Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI), Himpunan Seluruh Penguji dan Pendidik Indonesia (HISPPI), dan Forum Lembaga Sertifikasi Kompetensi. “Komitmen mereka dalam rangkaian seminar ini adalah bentuk komitmen dan solidaritas memajukan LKP-LKP di seluruh Indonesia,” imbuh Wartanto. 

Sumber & Foto: (KEMENDIKBUDRISTEK).

[RID/fiq]

Seiring pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi terus melakukan langkah-langkah strategis, utamanya menggiatkan kerja sama satuan pendidikan vokasi yang melibatkan dunia usaha dan industri (DUDI). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan PT Kawan Lama Sejahtera di Kantor Kemendikbud Jakarta, pada Senin (3/5).
 

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menyebutkan bahwa upaya kerja sama ini perlu terus dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan kompeten sesuai dengan perkembangan zaman.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, di antaranya adalah pihak industri. Dengan adanya kerja sama ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan lebih maksimal,” tuturnya.
 
Wikan berharap dukungan untuk mewujudkan link and match dengan PT Kawan Lama Sejahtera ini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui penyelarasan kurikulum dengan DUDI, peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari DUDI di satuan pendidikan vokasi, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, fasilitasi pelaksanaan praktik kerja lapangan dan/atau magang, dan  fasilitasi rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, serta fasilitasi pemberian beasiswa.
 
Saya selalu mengingatkan agar satuan pendidikan selalu mengoptimalkan jalinan kerja sama dengan industri guna terjadinya link and match sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab tantangan yang ada di dunia industri,” jelas Wikan.
 
Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan swasta sehingga semakin banyak keterlibatan swasta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya lulusan pendidikan vokasi yang terserap oleh dunia industri.
 
Penandatanganan kerja sama ini tidak sekadar tanda tangan, foto-foto, terus masuk koran saja, tetapi sampai membuat program-program link and match yang sangat erat. Hal itu akan menghasilkan semakin banyak lulusan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri karena memendekkan jarak vokasi dan industri melalui pemagangan yang dirancang bersama,” lanjut Wikan.
 
Wikan pun menjelaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128 Tahun 2019 yang memberikan insentif dalam bentuk pemotongan pajak hingga 200 persen kepada industri yang mendukung pengembangan vokasi melalui praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran.
 
Saya berharap momentum ini dapat lebih mendorong partisipasi industri yang lain untuk dapat hadir di seluruh satuan pendidikan vokasi guna memberikan dukungan peningkatan kualitas peserta didik vokasi,” ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, Wikan turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PT Kawan Lama Sejahtera yang senantiasa memberikan dukungan pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai kegiatan.
 
Saya yakin dengan berbagai upaya yang sudah diprogramkan melalui kerja sama ini dan dukungan dari seluruh pihak, kualitas pendidikan Indonesia akan semakin meningkat dan tentunya akan menambah daya saing bangsa Indonesia dalam hal menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan maju,” terangnya.
 
Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Ahmad Saufi menjelaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah, tetapi orang tua murid, masyarakat, dan kalangan dunia usaha dan industri sesuai kewenangan dan peran masing masing.
 
Kami selalu menyambut baik apabila ada pihak DUDI yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Kemitraan strategis pendidikan vokasi dengan dunia industri menjadi fokus utama  untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia,” tutur Saufi.
 
Adapun ruang lingkup pelaksanaan kerja sama ini mencakup (1) peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, (2) penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari DUDI di satuan pendidikan vokasi, (3) pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, (4) fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik,  (5) fasilitasi pelaksanaan praktik kerja lapangan dan/atau magang, (6) fasilitasi rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, serta (7) fasilitasi pemberian beasiswa.
 
Saufi menambahkan, PT Kawan Lama Sejahtera telah banyak memberikan dukungan bagi pengembangan pendidikan vokasi, antara lain melalui dukungan terhadap kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2019 meliputi bidang teknik pemesinan, teknik metrologi/pengukuran, teknik pengelasan (welding), dan teknik otomotif. Kemudian, mendukung LKS SMK tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring, menyediakan tempat praktik kerja lapangan bagi peserta didik SMK, dan rekrutmen karyawan dari lulusan SMK.
 
Harapan kami melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini akan menjadi payung yang efektif dalam memperluas jalinan kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan seluruh jaringan anak usaha PT Kawan Lama yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkas Saufi.
 
Menanggapi pernyataan Saufi, Direktur Utama PT Kawan Lama Sejahtera Agustina Iftariani menggarisbawahi bahwa bentuk dukungan yang diberikan merupakan jawaban atas panggilan untuk memberikan dukungan konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi. PT Kawan Lama Sejahtera selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung link and match antara pendidikan vokasi dengan DUDI.
 
Perjanjian kerja sama ini akan dilanjutkan dengan langkah konkret melalui kerja sama Kawan Lama Group, baik di tingkat kementerian, dinas maupun sekolah/politeknik. Harapannya, dapat terbangun ekosistem yang saling mendukung antara dunia pendidikan dan dunia industri,” tutur Agustina.
 
Albert Primusanto, selaku Direktur PT Kawan Lama Sejahtera juga mengungkapkan bahwa dalam dunia industri, PT Kawan Lama Sejahtera terbantu jika dapat bergerak dari hulunya sehingga mempunyai bahasa yang sama, bagaimana memperoleh peralatan yang benar dan bagaimana standar peralatan yang baik sesuai dengan standar internasional.
 
Jadi, ini bukan hanya sekadar kami ingin menyumbang, tetapi kami juga berkepentingan untuk mendapatkan lulusan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan,” tegas Albert.
 
Pada akhir acara, PT Kawan Lama Sejahtera melalui program Corporate Social Responsibility secara simbolis menyerahkan 1.000 unit alat penyaring udara High Pressure Cleaner bagi satuan pendidikan untuk mendukung pembelajaran tatap muka. Donsi tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran tatap muka terbatas yang akan segera diimplementasikan sejalan dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sumber & Foto: (KEMDIKBUD).

[RID/fiq]

Presiden Joko Widodo pada Rabu, 28 April 2021, melantik dua menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 serta satu kepala lembaga pemerintah nonkementerian. Pelantikan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat digelar di Istana Negara, Jakarta.

Para menteri yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024 tersebut ialah:

1. Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; dan
2. Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Untuk diketahui, pelantikan tersebut digelar setelah sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. DPR juga telah menyetujui usulan pembentukan Kementerian Investasi.

Presiden Joko Widodo juga mengangkat Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengangkatan tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19/M Tahun 2021 tentang Pengangkatan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengambil sumpah jabatan para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 dan Kepala BRIN tersebut yang dilantik pada hari ini.

"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas yang hadir.

Hadir secara terbatas dalam pelantikan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan.

 Sumber & Foto: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

Dunia yang berubah dengan cepat dan mendisrupsi semua sektor kehidupan akan selalu tidak ramah bagi yang enggan bersiap untuk berubah dan berhenti belajar. Sudah banyak organisasi yang tergilas oleh karena ketidaksigapan untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Saat membuka secara virtual Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, pada Rabu 17 Maret 2021, Presiden Joko Widodo berharap agar PMII mampu menjadi navigasi perubahan yang akan terus tumbuh di tengah perubahan zaman dalam mengawal perjalanan bangsa, membela NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan bhinneka tunggal ika.

"Kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan. PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif. Membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru," kata Presiden dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan apresiasi bagi para kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.

Presiden melanjutkan, di tengah dinamika perkembangan dunia saat ini, kader-kader PMII juga harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kecakapan terhadap hal itu nantinya akan berperan dalam menentukan kemajuan bangsa.

"Buat kader-kader PMII, menguasai ilmu dan teknologi itu sifatnya fardhu 'ain. Kenapa? Karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam yang akan ikut menentukan maju dan mundurnya Indonesia di masa depan," tuturnya.

Di tengah pembukaan kongres yang mengusung tema "Organisasi Maju untuk Peradaban Baru", Kongres XX PMII dan digelar di Gedung Kesenian, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tersebut Presiden juga meminta dukungan dan partisipasi segenap kader PMII untuk menjadi bagian jihad kebangsaan dalam membantu menyelesaikan persoalan bangsa, seperti penanganan pandemi beserta dampaknya yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah.

"Pemerintah masih terus bekerja keras memulihkan kesehatan masyarakat dan membangkitkan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan telah dilakukan. Banyak program prioritas diluncurkan yang bertujuan menolong ekonomi rakyat supaya tetap bisa bertahan," ujarnya.

Kepala Negara juga sangat berharap agar Kongres XX PMII ini nantinya mampu menghasilkan rumusan program strategis yang dapat menjawab berbagai persoalan kemahasiswaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan untuk mewujudkan kemajuan PMII dan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Hadir mendampingi Presiden secara langsung ialah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan sejumlah peserta kongres PMII mengikuti jalannya acara dari Gedung Kesenian, Kota Balikpapan, serta dari daerah masing-masing melalui konferensi video.

Sumber & Foto: (Humas Kemensetneg).

[RID/fiq]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down