Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN

 

 

Untuk Theo dari Vincent Van Gogh

Musim dingin sudah terlewati, kelak akan menanti musim dingin baru
Banyak cerita dan peristiwa dari kertas-kertas ini berbicara

Aku bertemu perempuan hamil, Ia ditinggalkan, berkeliling memutari jalan mencari makanan dengan hawa dingin terasa menusuk tajam

Pilihan terbuka untuk menjual diri, tapi tidak terjadi
Aku membawanya, Ya perempuan itu menjadi model lukisanku

Sepanjang musim dingin, kami tinggal bersama dalam atap, tungku api yang sama
Aku berikan uang makan kepadanya serta anaknya

Perempuan itu tidak kembali ke jalan, sekarang ia bisa menetap dan tidak terbunuh oleh dingin
Sekarang dia hidup lebih baik

Kupilih kata kalimat ini dalam goresan pena melewati malam
Kutimbang isi pembicaraan dalam sayup redupnya nyala lampu minyak diruanganku

Terdengar nafas wanita, anak perempuannya terlelap dalam pelukan

Catatan: Vincent Van Gogh berkomunikasi dengan kakaknya Theo, bercerita tentang Sien dari kota Deen Haag

Kesadaran dan perjuangan goresan Van Gogh

“Aku yakin dalam tahun-tahun mendatang ini menghasilkan sesuatu…inilah hutang yang harus kulunasi kepada dunia ini sebab aku sudah boleh hidup selama tiga puluh tahun dalam dunia.”

“Aku harus mewariskan sesuatu(entah gambar atau lukisan) kalau aku tiada. Bukan untuk menyenangkan suatu aliran tertentu,melainkan nyata rasa kemanusiaan yang sejati”.

“Vincent seorang yang miskin,karena itu ia mengetahui apa yang diderita oleh mereka yang lapar.Ia melihat mereka lewat rumahnya,muka yang mencerminkan kesedihan…tangan memegang panci kotor unik meminta ransum ke kantor sosial.”

 

 

 

Kebahagiaan Vincent Van Gogh

Coretan lukisanmu memimpikan isi kehidupan manusia,tak pudar dimakan jaman.
Dunia terkadang tak kenal perikemanusiaan?

Hanya tulisan cerita suratSien kepada  sang kakak Theo. Van Gogh menuturkan harapan untuk memuaskan jiwa,juga kekecewaan

Sekarang Ia mendapatkan Sien,kebahagian sejati bagi hidup
Perempuan miskin dari kota Den Haag, tinggal sendiri hampir terlupakan

Bagaikan lembaran kertas putih terlempar dalam debu,Van Gogh menemukan kesejatian hidup.

Catatan : Vincent Van Gogh saat melihat Sien dan bercerita kepada dirinya

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down