Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN



Buah coklat tidak membutuhkan matahari, karena ia punya mataharinya sendiri. 

Kemilau dagingnya menghasilkan kenikmatan dan euforia rasa coklat.


Para dewa di langit tinggi memonopoli eliksir ini, dan kita manusia dikutuk untuk tidak mengetahuinya.


Quetzalcóatl mencurinya dari Toltecs. ketika dewa-dewa yang lain sedang tidur, ia mengambil beberapa biji dan menyembunyikan di jenggotnya. lalu ia merayap turun ke bumi lewat rajutan benang panjang laba-laba dan memberikan biji-biji itu ke kota Tula.


Persembahan  Quetzalcóatl itu dikuasai oleh para bangsawan, para  imam, dan para panglima perang.


Hanya lidah mereka yang pantas mengecapnya. 


Sebagaimana pemilik langit yang melarangnya dinikmati manusia, demikian pula pemilik bumi melarangnya dinikmati orang biasa.


Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Dan kitapun lelah berkelana di hutan dan di tepian sungai. 

Dan kita mulai menetap. kita menciptakan desa dan kehidupan komunitas, mengubah tulang menjadi jarum dan duri menjadi paku. peralatan menjadi kepanjangan tangan kita, dan gagangnya menambah kekuatan kapak, cangkul, dan pisau.

 
Kita menanam padi, jelai, gandum, dan jagung, kita menaruh kambing dan domba di kandang ternak, kita belajar menyimpan biji2an agar tidak kelaparan saat keadaan buruk.


Dan di ladang tempat kita kerja, kita memuja dewi kesuburan, perempuan dengan pantat besar dan buah dada subur. tetapi bersama jalannya waktu, mereka digantikan oleh dewa perang yang keras. dan kita menyanyikan himne pujaan untuk keagungan sang raja, panglima perang, dan para imam besar.


Kita menciptakan kata "milikmu" dan "milikku," tanah menjadi harta milik, dan perempuan menjadi harta milik laki2, dan ayah menjadi pemilik anak2.


Jauh sudah kita tinggalkan masa kita berkelana tanpa rumah dan arah. 
hasil peradaban sungguh mengejutkan: hidup kita menjadi lebih aman tetapi kurang bebas, dan kita bekerja jauh lebih keras.

Sumber Buku: Mirrors

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Cermin

Sebuah kisah yang nyaris universal

[1]
Cermin penuh dengan orang. yang tak nampak melihat kita. Yang terlupakan mengingat kita.saat melihat diri, kita melihat mereka.saat kita berpaling, Mereka jugakah?.



Hidup sendirian, tanpa nama, tanpa memori. ia punya tangan, tapi tidak menyentuh.

Ia punya lidah, tapi tak ada yang diajak bicara. hidup satu, dan satu itu suwung.


Lalu Birahi mengangkat panahnya.

Anak panahnya membelah Hidup tepat di tengah, dan Hidup menjadi dua.

Saat mereka saling melihat, mereka tertawa. saat mereka saling menyentuh, mereka tertawa lagi.


Sumber Buku: Mirrors

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]

Abad duapuluh satu sudah berjalan beberapa tahun sekarang ini, dan jumlah orang yang tidak punya rumah layak mencapai satu milyar.


Untuk memecahkan masalah ini, para ahli sedang melihat contoh Kristiani yang diberikan oleh Santo Simeon Stylites, yang selama tigapuluh tujuh tahun tinggal di atas sebuah tiang.


Pagi hari Santo Simeon akan turun untuk berdoa dan malam hari ia mengikat badannya, supaya ketika tidur tidak jatuh.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/RID]


Eugène François Vidocq meninggal di Paris tahun 1857.
mulai dari saat ia mengurus toko roti ayahnya di usia empatbelas, Eugène adalah seorang pencuri, badut, preman, desertir, penyelundup, guru yang suka merayu anak2 kecil, idola bordil2, pebisnis, informan, mata2, ahli kriminologi, ahli balistik, direktor Sûreté Générale (FBInya Prancis), dan pendiri paling pertama agen detektif.

Duapuluh kali duel. lima kali menyamar biarawati atau veteran lumpuh agar bisa lari dari penjara. ia ahli menyamar, penjahat berperan polisi, polisi berperan penjahat, dan kawan dari musuhnya dan musuh dari kawan2nya. 


Sherlock Holmes dan literatur detektif ternama Eropa mengambil banyak ketrampilan dari trik2 yang dipelajari Vidocq dari kehidupannya sebagai penjahat, yang di kemudian hari digunakannya untuk melawan kejahatan.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: indonesiadetective.com

[fiq/RID]


Sebagaimana juga kita, pohon mengingat.


Tetapi berbeda dengan kita, pohon tidak lupa: mereka membentuk lingkaran di batang mereka, satu per satu, untuk menyimpan memori.


Lingkaran itu bercerita tentang masing2 pohon, menunjukkan umurnya, yang untuk sebagian sampai dua ribu tahun, banjir, dan kekeringan yang dialaminya; lingkaran2 itu menyimpan bekas luka karena api, hama kutu dan gempa. 


Pada suatu hari seperti hari ini, seorang ahli bidang ini,  José Armando Boninsegna, mendapat penjelasan terbaik dari anak2 di sebuah sekolah di Argentina: "pohon2 kecil pergi ke sekolah dan belajar menulis. di mana mereka menulis? di perut mereka. bagaimana cara mereka menulis? dengan lingkaran yang nantinya bisa anda baca."


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Di Meksiko malam ini, setiap tahun di malam yang sama, mereka yang hidup menjamu yang mati; orang2 yang sudah mati makan dan minum dan menari dan terlibat dalam gosip mutakhir warga. 


Ketika malam mulai turun, saat lonceng gereja dan cahaya lampu mengucapkan selamat tinggal kepada mereka, beberapa orang mati itu masih bersemangat sehingga mencoba bersembunyi di semak2 atau di belakang nisan kuburan. orang2 mengusir mereka dengan sapu: “Pergi,” “Biarkan kami tenang,” “Kami tidak mau bertemu kalian lagi sampai tahun depan.”


Benar bukan, orang-orang mati memang mengganggu.
di Haiti, menurut tradisi yang sudah sangat lama berlaku, keranda dilarang dibawa melewati jalan yang langsung ke kuburan. iring2an penguburan harus jalan berbelok dan zigzag untuk menipu si mati supaya tidak bisa menemukan jalan kembali pulang.


Orang-orang hidup yang jumlahnya minoritas harus mempertahankan diri sebaik bisa.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.pixabay.com

[fiq/rid]

Sumber Foto: www.wikipedia.org

Para ilmuwan tidak serius menanggapi dia. Antonie van Leeuwenhoek tidak bisa bahasa Latin dan tidak punya gelar, dan penemuan2nya adalah buah ketidaksengajaan. 


Untuk bisa melihat lebih jelas rajutan kain yang dijualnya, Antonie  bereksperimen dengan mengombinasikan kaca pembesar; dan dengan cara menaruh kaca pembesar di atas yang lainnya ia menemukan mikroskop berlensa limaratus yang di setetes air memperlihatkan kumpulan mikroba yang berenang-renang cepat. 


Di antara remeh temeh lainnya, pedagang kain ini menemukan sel darah merah, bakteri, spermatozoid, ragi, siklus hidup semut, kehidupan seksual kutu, dan anatomi lebah penyengat.


Di kota yang sama, Delft, di bulan yang sama tahun 1632, Antonie dan pelukis Vermeer lahir. dan di kota itu, keduanya mendedikasikan hidupnya untuk melihat yang tak nampak. Vermeer mencari cahaya yang tersembunyi di balik bayangan, Antonie mengamati rahasia keluarga kita yang paling kecil di kerajaan dunia ini.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Hari ini tahun 1929, hukum untuk pertama kalinya mengakui bahwa perempuan Kanada adalah manusia.


Sebelumnya, walaupun perempuan berpikir begitu, hukum tidak setuju.


Definisi hukum tentang orang tidak mencakup perempuan, demikian dekrit Mahkamah Agung.


Emily Murphy, Nellie McClung, Irenb. e Parlby, Henrietta Edwards dan Louise McKinney minum teh bersama dan menyusun rencana perlawanan. 


Dan mereka pun menggempur Mahkamah Agung.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]


Pada 1967, saat Che Guevara terbaring kaku di gedung sekolah di La Higuera, dibunuh atas perintah para jendral Bolivia dan komandan mereka yang berada di tempat jauh, seorang perempuan menuturkan apa yang dilihatnya. ia satu dari banyak buruh tani yang masuk ke gedung sekolah itu dan berjalan pelan mengitari jasadnya. 


“Kami berjalan di sebelah sana dan ia memandangi kami. kami berjalan di sebelah sini dan ia memandangi kami. ia sungguh sangat baik.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber foto: www.babylonbee.com

[fiq/rid]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down