Bahasa IndonesiaEnglish

WEBSITE RAKYAT.ID MASIH DALAM PENGEMBANGAN


Pada 1967, seribu tujuh ratus serdadu mengepung Che Guevara beserta sejumlah kecil gerilyawan Bolivia di sebuah jurang bernama Quebrada del Yuro. Che ditangkap dan dibunuh keesokannya. 

Pada 1919 Emiliano Zapata ditembak mati di Mexico.


Pada 1934 Augusto César Sandino terbunuh di Nicaragua.


Mereka bertiga berumur sama, menjelang empat puluh tahun. 


Tiga orang Latin Amerika dari abad dua puluh itu berasal dari peta dan era yang sama.


Dan ketiganya dihukum karena mencoba menciptakan sejarah, alih2 mengulangnya.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang : Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.radiolaprimerisima.com


Jam dua pagi hari ini tahun 1810, Miguel Hidalgo meneriakkan pekik yang membuka jalan bagi kemerdekaan Meksiko. 


Ketika penyuara terkenal itu akan berumur seratus pada 1910, diktator Porfirio Díaz menyelenggarakan perayaan sehari lebih awal supaya bersamaan dengan ulang tahunnya, dan ia merayakan ulang tahun ke seratus itu secara besar2an.


Mexico City, dicat dan dipoles, menerima tamu2 terhormat dari tigapuluh negara: topi sutra, peci berhias bulu, kipas, sarung tangan, emas, sutra, pidato2 . . . Panitia menyembunyikan para pengemis dan memakaikan sepatu ke anak2 jalanan. orang2 Indian diberi celana panjang gratis, sementara baju katun tenunan rumahan dilarang dipakai. Don Porfirio meletakkan batu pertama Penjara Lecumberti dan dengan takzim meresmikan Rumah Sakit Jiwa Pusat, dengan kapasitas seribu pasien. 


Sebuah parade yang menggemparkan menyajikan sejarah negeri. Hernán Cortés, salah satu dari banyak penakluk yang datang pertama untuk memperbaiki ras, diperankan oleh seorang mahasiswa kedokteran gigi, dan seorang Indian yang murung berbaris dengan kostum Moctezuma. khalayak penonton bersorak paling keras untuk kereta yang menggambarkan istana Prancis gaya Louis XVI.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

foto: [fiq/rid]


Kalau saya tidak salah ingat, Sandokan, pangeran dan bajak laut, Macan Malaysia, lahir tahun 1883.


Sandokan, seperti tokoh2 lain yang menemani masa kecil saya, tercipta dari tangan Emilio Salgari.


Salgari lahir di Verona dan tidak pernah berlayar lebih jauh dari pantai Italia. ia tidak pernah mengunjungi Teluk Maracaibo atau rimba Yucatán atau pelabuhan2 budak Pantai Gading. ia tidak pernah bertemu dengan penyelam mutiara Filipina atau sultan2 dari Timur atau perompak2 lautan luas atau jerapah Afrika atau banteng2 Wild West. 


Tapi berkat dia, saya bisa berada di sana, saya bertemu mereka semua. saat ibu saya melarang saya menyeberang jalan untuk bermain, novel2 Salgari justru membawa saya mengarungi tujuh lautan dan lebih banyak lautan lagi.


Salgari mengenalkan saya kepada Sandokan dan kepada Putri Marianna, kekasihnya yang mustahil, kepada Yanez pelaut, kepada Black Corsair dan kepada Honorata, anak perempuan musuh Corsair, dan kepada banyak lagi teman yang diciptakannya supaya mereka bisa menyelamatkannya dari kelaparan dan menemaninya dalam kesendiriannya.

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Sumber Foto: www.ebay.com

[fiq/rid]

Diburu: karena mencuri negara.
Diburu: karena mencekik upah dan menghilangkan pekerjaan.
Diburu: karena memerkosa bumi, meracuni air dan mencuri udara.
Diburu: karena memperdagangkan rasa takut

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]


Tindakan itu terjadi pada 1815 ketika Uruguay belum menjadi sebuah negara, belum dinamakan Uruguay.


Atas nama pemberontakan rakyat, José Artigas mengambil alih “tanah2 orang Eropa yang buruk dan orang Amerika Kreol yang lebih buruk lagi,” dan memerintahkan agar tanah2 tersebut dibagi untuk semua. 


Itulah reforma agraria pertama di benua Amerika, setengah abad sebelum Undang2 Homestead yang dicanangkan Lincoln, dan seabad sebelum Emiliano Zapata membubarkan hacienda Meksiko.


“Aturan kriminal,” teriak kelompok2 yang dirugikan. Artegas semakin menambah kemarahan ketika ia menyatakan kepada mereka, “yang paling sengsara harus mendapat paling banyak manfaat.” 


Lima tahun kemudian, Artegas yang kalah pergi ke pengasingan dan meninggal. 


Tanah diambil kembali dari mereka yang paling sengsara, tetapi entah mengapa suara2 mereka yang kalah terus berkata, “tak seorang pun lebih baik dari yang lain.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]


José Artigas menjalani hidup dengan bertempur di atas kuda dan tidur bernaung bintang. ketika ia memerintah di tanah yang dibebaskannya, mahkotanya adalah sebuah tengkorak lembu dan satu2nya seragamnya adalah poncho. 


Ia pergi ke pengasingan tidak membawa apa2 kecuali pakaian di punggung, dan ia meninggal dalam kemiskinan.


Sekarang, di alun2 terpenting Uruguay, sebuah patung besar bapak bangsa terbuat dari tembaga menunggang kuda yang berlari menyerang, menatap kita dari ketinggian.


Jagoan berjaya yang dipajang untuk menggambarkan kemenangan itu serupa dengan patung2 di seluruh dunia tentang pahlawan tentara yang diagungkan.


Patung itu menyatakan dirinya José Artigas.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wanda hafidz

Foto: en.wikipedia.org

[fiq/rid]

Negara bagian Sergipe, di Timurlaut Brazil: Paulo Frairei memulai hari kerjanya dengan sebuah grup buruh tani sangat miskin yang diajarnya membaca dan menulis.

“apa kabar, João?”

João tidak menjawab. ia menyentuh tepi topinya. kebisuan panjang. akhirnya, ia berkata, “saya tidak bisa tidur. sepanjang malam saya tidak bisa memicingkan mata.”

Tidak ada kata2 lagi keluar darinya, sampai ia menggumam, “kemarin, untuk pertama kalinya, saya menulis nama saya.”

Sumber Buku: Children of the Days
Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]


Sekitar waktu ini di tahun 2000, seratus delapanpuluh negara menyusun Deklarasi Milenium, yang mengikat mereka untuk memecahkan masalah dunia yang paling mendesak. 


Hanya satu tujuan yang tercapai dan itupun tidak tercantum dalam daftar keberhasilan mereka:  mereka berhasil melipatgandakan jumlah konsultan ahli yang disyaratkan untuk menangani agenda berat itu. 


Menurut apa yang saya dengar di Santo Domingo, seorang konsultan ahli berhenti di sebuah peternakan ayam di pinggiran kota milik Doña María de las Mercedes Holmes, dan berkata kepadanya, “kalau saya bisa mengatakan persis berapa ayam yang anda punya di peternakan ini, bagaimana kalau satu ayam anda untuk saya?”.


Ia menghidupkan layar komputer tabletnya, menghidupkan GPS, menghubungkan dengan kamera satelit lewat handphone 3G dan menghidupkan fungsi penghitung pixelnya. 


“Anda punya seratus tigapuluh dua ayam.”


Lalu ia menangkap satu ayam.


Doña María de las Mercedes tidak mau menyerah begitu saja. 


"Kalau saya bisa menyebutkan pekerjaan anda, bagaimana kalau ayam saya anda kembalikan? oke, anda seorang konsultan internasional. saya tahu karena anda datang tanpa ada yang mengundang, anda masuk peternakan ayam saya tanpa minta ijin, anda memberitahu saya sesuatu yang saya sudah tahu, lalu anda menagih bayaran.”

Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]


Koki mengundang bersidang sapi muda, babi muda, burung onta, kambing, kijang, ayam, bebek, kelinci, ayam hutan, kalkun, burung dara, burung pegar, ikan hake, ikan sardin, ikan cod, ikan tuna, gurita, udang, cumi2 dan bahkan kepiting dan kura2, yang datang paling akhir. 


Setelah semua berkumpul dan tercatat, koki menjelaskan, “saya mengundang anda sekalian ke sini untuk bertanya,  anda sekalian mau dimakan dengan saus apa.” 


Salah satu undangan menjawab, “saya sama sekali tidak mau dimakan.”

Maka koki pun menunda sidang.


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]

Raja Prancis, Louis XIV, Raja Matahari, lahir hari ini tahun 1638.


Raja Matahari itu mendedikasikan hidupnya untuk perang akbar melawan para tetangganya dan perawatan cermat wig keritingnya, mantel tanpa lengannya yang megah, dan sepatu2 hak tingginya.


Selama pemerintahannya, dua kali bencana kelaparan yang beruntun membunuh lebih dari dua juta rakyat Prancis. 


Jumlah itu bisa ditahu berkat kalkulator mekanis yang ditemukan oleh Blaise Pascal setengah abad sebelumnya. Bisa diketahui juga penyebabnya, berkat Voltaire, yang tidak lama setelah itu menulis: “kebijakan yang baik terletak pada rahasia ini: tahu cara membiarkan mereka mati kelaparan sehingga kita bisa tetap hidup.”


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
crossmenuchevron-down