Uang Rakyat Bukan Karya Seni

anekacerita/rakyatpunyacerita

Jiwamu kemana ketika pemilihmu terdiam bisu

Suaramu dimana saat aliran sungai mulai menghitam

Langkahmu tidak berderap, hanya menerbangkankan debu jalanan

Tatapanmu kosong tak berwarna-warni menghias angkasa

Bambu-bambu telah usang, hanya buang uang

Batu-batu berdiri kokoh, tidak meninggalkan roh

Awas kualat, berseloroh sambil tergopoh-gopoh

Merogoh uang rakyat

Menunggu roboh

Anak-anak kota bermain di tepi jalan

Menunggu ruang, tidak hanya pencitraan

Ketika malam terus datang, dimana peradaban

Hanya bau kemenyan tersandung dalam lubang kenyataan

Batu

Membatu-batu

Berbatu-batu

Aku tidak makan batu

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *