Bahasa IndonesiaEnglish


Sebagaimana juga kita, pohon mengingat.


Tetapi berbeda dengan kita, pohon tidak lupa: mereka membentuk lingkaran di batang mereka, satu per satu, untuk menyimpan memori.


Lingkaran itu bercerita tentang masing2 pohon, menunjukkan umurnya, yang untuk sebagian sampai dua ribu tahun, banjir, dan kekeringan yang dialaminya; lingkaran2 itu menyimpan bekas luka karena api, hama kutu dan gempa. 


Pada suatu hari seperti hari ini, seorang ahli bidang ini,  José Armando Boninsegna, mendapat penjelasan terbaik dari anak2 di sebuah sekolah di Argentina: "pohon2 kecil pergi ke sekolah dan belajar menulis. di mana mereka menulis? di perut mereka. bagaimana cara mereka menulis? dengan lingkaran yang nantinya bisa anda baca."


Sumber Buku: Children of the Days

Pengarang Buku: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

[fiq/rid]

Negara bagian Sergipe, di Timurlaut Brazil: Paulo Frairei memulai hari kerjanya dengan sebuah grup buruh tani sangat miskin yang diajarnya membaca dan menulis.

“apa kabar, João?”

João tidak menjawab. ia menyentuh tepi topinya. kebisuan panjang. akhirnya, ia berkata, “saya tidak bisa tidur. sepanjang malam saya tidak bisa memicingkan mata.”

Tidak ada kata2 lagi keluar darinya, sampai ia menggumam, “kemarin, untuk pertama kalinya, saya menulis nama saya.”

Sumber Buku: Children of the Days
Pengarang: Eduardo Galeano

Penerjemah: wardah hafidz

Foto: [fiq/rid]

© PT. Aliansi Rakyat Multimedia Indonesia 2021
magnifiercrossmenuchevron-down